Showing posts with label Science and Nature. Show all posts
Showing posts with label Science and Nature. Show all posts
01 July 2008 0 comments

Tuhan Sembilan Senti

By : Taufik Ismail



Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak
merokok,


Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,


Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,


Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula
merokok,


Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,


Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,


Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,


Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,


Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,


Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,


Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,


Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,


Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,


Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?


Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al
hawwa'i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.


Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?


Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.


Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,


Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,


Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,


Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,


Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,


Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
19 May 2008 0 comments

An Inconvenient Truth

  • Academy Award 2007 - Best Documentary
  • 2007 Stanley Kramer Award
  • The President Award 2007
  • 2006 Academy Award - Documentary Feature & Best Original Song
  • Nobel Peace prize untuk Al Gore & Interngovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atas jada mereka mengingatkan masyarakat dunia tentang bahaya Global Warming
  • 93% rating dari Rotten Tomatoes
  • 94% rating dari "Cream of the Crop"
  • Kritikus film Roger Ebert & Richard Roeper : "TWO THUMBS UP"



From : http://www.climatecrisis.net/

0 comments

Malas Menanam Pohon & Menyiram = Global Warming

Hampir setiap aku lewat jalan Affandi (dulu jalan Gejayan) & selokan mataram, juga sepanjang ring-road, rasanya panas matahari begitu terik menyengat. Aku punya angan-angan, sepanjang jalan itu, entah dikiri kanan atau disepanjang pembatas jalan, ada pohon-pohon rindang yang bikin sejuk & nyaman jalan.

Sebenarnya sudah beberapa kali disepanjang pembatas jalan Affandi & ring-road ditanami pohon-pohon, tapi selalu aja mati & akhirnya hanya menyisakan pembatas jalan yang gersang & panas. Aku tahu, kalau kita cuman mengandalkan Dinas Pertamanan pemkot DIY untuk mengatasi ini semua & menjadikan Jogja kota yang hijau dan sejuk, apalagi dengan adanya Global Warming sekarang, ini semua ga akan jalan. Sepertinya orang-orang di Dinas Pertamanan hampir tidak melakukan apa-apa, & pasti alasannya karena ketiadaan dana. Pertanyaannya, sebenarnya apa yang bisa kita lakukan sebagai warga DIY untuk turun tangan mengatasi masalah ini?

Yang kita butuhkan jelas cuma 1 : Niat & Kemauan yang teguh.

Kalau kita punya itu, pasti semua keinginan kita bisa terwujud.

Kita bisa menyumbang uang untuk membeli bibit pohon yang cocok ditanam di sepanjang jalan itu. Karena panas, mestinya kita pilih sebangsa palem atau pinang. Kita bahkan bisa meminta bibit dari dinas kehutanan. Biasanya alah dikasih gratis.

Langkah selanjutnya : menyiram. Kita punya banyak sungai atau air limbah Rumah Tangga (tentu saja yang bebas detergen) sebagai sumber air yang bisa digunakan dinas pertamanan DIY untuk menyirami semua tanaman di sepanjang jalan tersebut. Masalahnya, sepertinya operasional mobil tersebut tidak setiap hari. Mungkin seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Pasti alasannya karena terkendala biaya & alat operasional. Pasti mobil tangki airnya cuman 1-2 & biaya bensin melonjak yang menyebabkan operasional mobil tersebut ga bisa tiap hari :(

Sekali lagi, kita sebagai warga DIY bisa turun tangan. Kita selama ini cuma MALAS. Malas untuk peduli dengan lingkungan kita, padahal kita sehari-hari numpang hidup di bumi ini. Kita tidak mau memberi barang sedikit kebutuhan bumi, dan kita hanya mau mengambil hasil bumi sebanyak-banyaknya.

Simple aja kan sebenarnya. Kalau tiap orang membawa 1 gayung air (ga usah bicara air bersih, air selokan, air sungai atau air bekas limbah RT yang bebas detergen pun boleh) & dipakai untuk menyiram tanaman di sepanjang jalan di DIY ini, paling tidak tiap 2 hari sekali, pasti DIY akan jadi propinsi yang hijau & sejuk.

Seharusnya ini bisa dikoordinir ketua RT di lingkungan masing-masing. Masing-masing memiliki jadwal piket menyiram tanaman jalan & memiliki pohon asuh sendiri. Mereka bertanggung jawab atas pertumbuhan pohon tersebut.

Gampang.

Yang susah hanya : kemauan & niat. Kalah dengan rasa malas & alasan ribet. Padahal mereka bisa melakukannya di pagi hari sebelum ke kantor atau sembari jalan ke kantor masing-masing. Cuma 1 x siram tiap pohon..

Apa ada orang yang punya ide sama kaya aku?
Setidaknya yang punya kepedulian pada bumi ini & kemauan untuk berbuat.. ga hanya ngomong gede!
03 April 2008 0 comments

Top 10 Things You Can Do to Reduce Global Warming

Burning fossil fuels such as natural gas, coal, oil and gasoline raises the level of carbon dioxide in the atmosphere, and carbon dioxide is a major contributor to the greenhouse effect and global warming.

You can help to reduce the demand for fossil fuels, which in turn reduces global warming, by using energy more wisely. Here are 10 simple actions you can take to help reduce global warming.

1. Reduce, Reuse, Recycle

Do your part to reduce waste by choosing reusable products instead of disposables. Buying products with minimal packaging (including the economy size when that makes sense for you) will help to reduce waste. And whenever you can, recycle paper, plastic, newspaper, glass and aluminum cans. If there isn't a recycling program at your workplace, school, or in your community, ask about starting one. By recycling half of your household waste, you can save 2,400 pounds of carbon dioxide annually.

2. Use Less Heat and Air Conditioning

Adding insulation to your walls and attic, and installing weather stripping or caulking around doors and windows can lower your heating costs more than 25 percent, by reducing the amount of energy you need to heat and cool your home.

Turn down the heat while you’re sleeping at night or away during the day, and keep temperatures moderate at all times. Setting your thermostat just 2 degrees lower in winter and higher in summer could save about 2,000 pounds of carbon dioxide each year.

3. Change a Light Bulb

Wherever practical, replace regular light bulbs with compact fluorescent light (CFL) bulbs. Replacing just one 60-watt incandescent light bulb with a CFL will save you $30 over the life of the bulb. CFLs also last 10 times longer than incandescent bulbs, use two-thirds less energy, and give off 70 percent less heat.

If every U.S. family replaced one regular light bulb with a CFL, it would eliminate 90 billion pounds of greenhouse gases, the same as taking 7.5 million cars off the road.

4. Drive Less and Drive Smart

Less driving means fewer emissions. Besides saving gasoline, walking and biking are great forms of exercise. Explore your community’s mass transit system, and check out options for carpooling to work or school.

When you do drive, make sure your car is running efficiently. For example, keeping your tires properly inflated can improve your gas mileage by more than 3 percent. Every gallon of gas you save not only helps your budget, it also keeps 20 pounds of carbon dioxide out of the atmosphere.

5. Buy Energy-Efficient Products

When it's time to buy a new car, choose one that offers good gas mileage. Home appliances now come in a range of energy-efficient models, and compact florescent bulbs are designed to provide more natural-looking light while using far less energy than standard light bulbs.

Avoid products that come with excess packaging, especially molded plastic and other packaging that can't be recycled. If you reduce your household garbage by 10 percent, you can save 1,200 pounds of carbon dioxide annually.

6. Use Less Hot Water

Set your water heater at 120 degrees to save energy, and wrap it in an insulating blanket if it is more than 5 years old. Buy low-flow showerheads to save hot water and about 350 pounds of carbon dioxide yearly. Wash your clothes in warm or cold water to reduce your use of hot water and the energy required to produce it. That change alone can save at least 500 pounds of carbon dioxide annually in most households. Use the energy-saving settings on your dishwasher and let the dishes air-dry.

7. Use the "Off" Switch

Save electricity and reduce global warming by turning off lights when you leave a room, and using only as much light as you need. And remember to turn off your television, video player, stereo and computer when you're not using them.

It's also a good idea to turn off the water when you're not using it. While brushing your teeth, shampooing the dog or washing your car, turn off the water until you actually need it for rinsing. You'll reduce your water bill and help to conserve a vital resource.

8. Plant a Tree

If you have the means to plant a tree, start digging. During photosynthesis, trees and other plants absorb carbon dioxide and give off oxygen. They are an integral part of the natural atmospheric exchange cycle here on Earth, but there are too few of them to fully counter the increases in carbon dioxide caused by automobile traffic, manufacturing and other human activities. A single tree will absorb approximately one ton of carbon dioxide during its lifetime.

9. Get a Report Card from Your Utility Company

Many utility companies provide free home energy audits to help consumers identify areas in their homes that may not be energy efficient. In addition, many utility companies offer rebate programs to help pay for the cost of energy-efficient upgrades.

10. Encourage Others to Conserve

Share information about recycling and energy conservation with your friends, neighbors and co-workers, and take opportunities to encourage public officials to establish programs and policies that are good for the environment.

These 10 steps will take you a long way toward reducing your energy use and your monthly budget. And less energy use means less dependence on the fossil fuels that create greenhouse gases and contribute to global warming.



Taken From : http://environment.about.com/

0 comments

What Causes Global Warming?

Scientists have determined that a number of human activities are contributing to global warming by adding excessive amounts of greenhouse gases to the atmosphere. Greenhouse gases such as carbon dioxide accummulate in the atmosphere and trap heat that normally would exit into outer space.

Greenhouse Gases and Global Warming


While many greenhouse gases occur naturally and are needed to create the greenhouse effect that keeps the Earth warm enough to support life, human use of fossil fuels is the main source of excess greenhouse gases. By driving cars, using electricity from coal-fired power plants, or heating our homes with oil or natural gas, we release carbon dioxide and other heat-trapping gases into the atmosphere. Deforestation is another significant source of greenhouse gases, because fewer trees means less carbon dioxide conversion to oxygen.

During the 150 years of the industrial age, the atmospheric concentration of carbon dioxide has increased by 31 percent. Over the same period, the level of atmospheric methane has risen by 151 percent, mostly from agricultural activities such as raising cattle and growing rice.


The Consequences of Global Warming


As the concentration of greenhouse gases grows, more heat is trapped in the atmosphere and less escapes back into space. This increase in trapped heat changes the climate and alters weather patterns, which may hasten species extinction, influence the length of seasons, cause coastal flooding, and lead to more frequent and severe storms.


How Do Humans Contribute to Greenhouse Gas Emissions and Global Warming?

Throughout most of human history, and certainly before human beings emerged as a dominant species throughout the world, all climate changes were the direct result of natural forces.

Industrial Age Accelerates Global Warming

That changed with the start of the Industrial Revolution, when new agricultural and industrial practices began to alter the global climate and environment. Before that time, human activity didn’t release many greenhouse gases, but population growth, deforestation, factory farming, and the widespread use of fossil fuels are creating an excess of greenhouse gases in the atmosphere and contributing to global warming.


Science Links Global Warming to Human Activity

In February 2007, a report by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), representing the work of 2,500 scientists from more than 130 countries, stated that human activity "very likely" has been the primary cause of global warming since 1950. (In science, nothing is ever claimed to be "certain" or absolute, which leaves open the possibility of further research and discovery, but the term “very likely” indicates more than 90 percent certainty and is considered virtual confirmation.)

The IPCC report also said that human activity has been a major contributor to climate change since the start of the Industrial in the mid-1700s.

What are Greenhouse Gases?

Many greenhouse gases occur naturally, such as water vapor, carbon dioxide, methane, nitrous oxide, and ozone. Others such as hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), and sulfur hexafluoride (SF6) result exclusively from human industrial processes.

Human Activities and Greenhouse Gases


Human activities also add significantly to the level of naturally occurring greenhouse gases:

  • Carbon dioxide is released into the atmosphere by the burning of solid waste, wood and wood products, and fossil fuels (oil, natural gas, and coal).
  • Nitrous oxide emissions occur during various agricultural and industrial processes, and when solid waste or fossil fuels are burned.
  • Methane is emitted when organic waste decomposes, whether in landfills or in connection with livestock farming. Methane emissions also occur during the production and transport of fossil fuels.

The Properties of Greenhouse Gases

Greenhouse gases vary in their ability to absorb and hold heat in the atmosphere, a phenomenon known as the "greenhouse effect." HFCs and PFCs are the most heat-absorbent, but there are also wide differences between naturally occurring gases. For example, nitrous oxide absorbs 270 times more heat per molecule than carbon dioxide, and methane absorbs 21 times more heat per molecule than carbon dioxide.


Taken From : http://environment.about.com/
0 comments

What is the Greenhouse Effect?

After 150 Years of Industrialization, Climate Change is Inevitable. The “greenhouse effect” often gets a bad rap because of its association with global warming, but the truth is we couldn’t live without it.


What Causes the Greenhouse Effect?

Life on earth depends on energy from the sun. About 30 percent of the sunlight that beams toward Earth is deflected by the outer atmosphere and scattered back into space. The rest reaches the planet’s surface and is reflected upward again as a type of slow-moving energy called infrared radiation.

As infrared radiation is carried aloft by air currents, it is absorbed by “greenhouse gases” such as water vapor, carbon dioxide, ozone and methane, which slows its escape from the atmosphere.

Although greenhouse gases make up only about 1 percent of the Earth’s atmosphere, they regulate our climate by trapping heat and holding it in a kind of warm-air blanket that surrounds the planet.

This phenomenon is what scientists call the "greenhouse effect." Without it, scientists estimate that the average temperature on Earth would be colder by approximately 30 degrees Celsius (54 degrees Fahrenheit), far too cold to sustain our current ecosystem.


How Do Humans Contribute to the Greenhouse Effect?

While the greenhouse effect is an essential environmental prerequisite for life on Earth, there really can be too much of a good thing.

The problems begin when human activities distort and accelerate the natural process by creating more greenhouse gases in the atmosphere than are necessary to warm the planet to an ideal temperature.

* Burning natural gas, coal and oil —including gasoline for automobile engines—raises the level of carbon dioxide in the atmosphere.

* Some farming practices and land-use changes increase the levels of methane and nitrous oxide.

* Many factories produce long-lasting industrial gases that do not occur naturally, yet contribute significantly to the enhanced greenhouse effect and “global warming” that is currently under way.

* Deforestation also contributes to global warming. Trees use carbon dioxide and give off oxygen in its place, which helps to create the optimal balance of gases in the atmosphere. As more forests are logged for timber or cut down to make way for farming, however, there are fewer trees to perform this critical function.

* Population growth is another factor in global warming, because as more people use fossil fuels for heat, transportation and manufacturing the level of greenhouse gases continues to increase. As more farming occurs to feed millions of new people, more greenhouse gases enter the atmosphere.

Ultimately, more greenhouse gases means more infrared radiation trapped and held, which gradually increases the temperature of the Earth’s surface and the air in the lower atmosphere.


The Average Global Temperature is Increasing Quickly

Today, the increase in the Earth’s temperature is increasing with unprecedented speed. To understand just how quickly global warming is accelerating, consider this:

During the entire 20th century, the average global temperature increased by about 0.6 degrees Celsius (slightly more than 1 degree Fahrenheit).

Using computer climate models, scientists estimate that by the year 2100 the average global temperature will increase by 1.4 degrees to 5.8 degrees Celsius (approximately 2.5 degrees to 10.5 degrees Fahrenheit).


Not All Scientists Agree

While the majority of mainstream scientists agree that global warming is a serious problem that is growing steadily worse, there are some who disagree. John Christy, a professor and director of the Earth System Science Center at the University of Alabama in Huntsville is a respected climatologist who argues that global warming isn’t worth worrying about.

Christy reached that opinion after analyzing millions of measurements from weather satellites in an effort to find a global temperature trend. He found no sign of global warming in the satellite data, and now believes that predictions of global warming by as much as 10 degrees Fahrenheit by the end of the 21st century are incorrect.



Taken from : http://environment.about.com/
31 March 2008 0 comments

Large Hadron Collider (LHC) - CERN

Pernah baca Angels & Demons-nya Dan brown? Nah di novel Sci-fi super keren itu disebut-sebut CERN - Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire (European Council for Nuclear Research) dengan penemuan hebatnya, antara lain www (world wide web) & LHC, Large Hadron Collider. Check : http://public.web.cern.ch/Public/Welcome.html

LHC adalah partikel akselerasi & hadron collider yang menjadi partikel akselerator energi terbesar dan tertinggi di bumi. Terowongan LHC berlokasi 175 meter di bawah tanah, di daerah antara bandar udara Geneva hingga dekat pegunungan Jura (sekitar 27 kilometer diamater). LHC sangat-sangat berguna antara lain untuk merekonstruksi terjadinya big bang. Info lengkap tentang LHC dan segala resiko ikutan dari research super hebat yang bikin takjub karena :

- 20-year work-in-progress
- A team of 7,000 physicists from more than 80 nations
- 27 kilometers in circumference, 175 meters underground
- facilitating head-on collision of protons, traveling very near the speed-of-light
- each tunnel is big enough to run a train through it
- temperatures generated: more than 1000,000 times hotter than the sun's core
- superconducting magnets are cooled to a temperature colder than in deep space


ini bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Large_Hadron_Collider dan http://www.darkroastedblend.com/2008/03/time-machine-worlds-biggest-particle.html


Yah, semoga aja research mereka yang berhak mencatat sejarah ini tidak merusak bumi, karena CERN ingin meneliti partikel-partikel yang dulu belum pernah exist, termasuk gaya-gaya/peristiwa yang terjadi pada saat 'big bang.' Ngeri juga kalau hitungan meleset, coba lihat assesmentnya di http://www.risk- evaluation- forum.org/ index.htm jika 'black hole' yang terjadi walaupun super kecil dan super singkat, weh siapa tahu 'suck the whole earth to nothing" ... wah ngeri... !!!

Memang indah kalau bisa menjelaskan 'big bang' semenarik ilustrasinya di http://en.wikipedia .org/wiki/ Image:CMB_ Timeline300. jpg dari http://en.wikipedia .org/wiki/ Big_Bang


LHC3
LHC tunnel

LHC1
LHC location
06 March 2008 0 comments

Science in Action

science in action

Michiel said :
"Strange study that needs the participants to use instruments.. That worries me".



:p
14 November 2007 0 comments

Global warming : apakah kita benar peduli?

Udah paham tentang global warming apa cuman setengah ngerti tentang topik yang lagi anget ini, ternyata sangat berpengaruh dengan tindakan apa aja yang bisa kita lakukan sedini mungkin untuk lingkungan sekeliling kita. Apa lagi kalau malah ga ngeh apa-apa, ga nyadar kalau lingkungan sekitar kita ini sama aja dengan rumah yang kita diami. Kalau lingkungannya rusak, sama aja rumah kita rusak. Mau tinggal dimana lagi? Mars?

Kasus macet gila-gilaan di Jakarta ini makin mempercepat proses global warming karena gara-gara macet itu banyak banget emisi CO2 yang terbuang di langit Jakarta & bisa bikin bolong ozon di atas Jakarta! Well, coba deh tengok sebentar apa aja yang diringkas wikipedia tentang global warming alias pemanasan global ini : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

Sebenarnya banyak banget hal-hal kecil yang bisa kita lakukan demi kelestarian lingkungan kita, itu kalau kita ga mau bencana terus-terusan menghantam kita. Kecuali kalau memang kita sama sekali ga ambil pusing dengan lingkungan dan siap untuk hidup di negara Indonesia yang kering kerontang, atau justru kebanjiran & longsor melulu. Daftar di bawah ini bisa ditempuh. Pertanyaannya, sudahkah kita menerapkannya?

  1. Hemat energi : listrik (kalau ga dipake / ga perlu, dimatiin dong!), air (usahain mandi pakai shower, karena kalau pake gayung airnya banyak yang kebuang percuma. Kalau ga punya shower & kepaksa pake gayung, diusahain pas mandi jangan cebar-cebur buang-buang air, arahin gayungnya supaya airnya kena di tubuh kita secara merata, usahain gimana caranya supaya dengan 2 gayung air, badan udah basah & siap disabun. Air lebih banyak digunakan untuk membilas badan dari sabun. Dan, jangan mandi lama-lama karena itu sama aja dengan buang-buang air!), air limbah cucian sayur atau daging juga bisa digunakan buat nyiram tanaman, itung-itung nambah pupuk.
  2. Jangan buang sampah sembarangan! Sering banget saya lihat orang naik mobil mewah tapi mentalnya bener-bener mental orang ndeso & sedeng. Mobilnya sih mewah tapi kelakuannya bener-bener kelewatan, membuang sampah seenaknya di jalan. Rakyat Indonesia mayoritas juga masih suka sembarangan buang sampah di sungai / parit. Nanti kalau giliran kebanjiran, yang disalah-salahin pemerintahnya. Mulai sekarang, mikir dulu deh sebelum membuang sampah sembarangan, efek buruk apa yang kita tuai dari kelakuan seenak udel kita itu. Belajarlah disiplin untuk membuang sampah pada tempatnya.
  3. Memilah sampah. Apalagi di Indonesia ini sistem pengolahan sampahnya masih pake tipe open dump, alias sampahnya ditumpuk aja. Gas yang terbentuk dari pembusukan sampah oleh mikroba itu justru bikin emisi gas karbon meningkat & merusak ozon! Negara kita belum membuka keran industri besar pengolah sampah, sehingga ini menyulitkan proses recycling sampah. Hal ini mestinya mulai dipikirin oleh pemerintah kita, buka investasi untuk pabrik pengolah sampah & daur ulang sampah. Di negara-negara maju seperti Jerman & Jepang, sudah ada pabrik yang mendaur ulang plastik, sampah radiokatif seperti barang elektronik, baterai dll, sampah kayu & sampah besi menjadi produk-produk hasil daur ulang yang sangat-sangat berguna & bisa dipake lagi. Tugas penduduk selanjutnya adalah memilah sampah organik (sisa sayur, makanan, kayu seperti rautan pinsil dll) dari sampah anorganik (plastik, baterai, kertas dll). Sampah organik bisa dibuat pupuk kompos, jadi rakyat Indonesia khususnya petani ga bakalan ribut lagi kekurangan pupuk dan bisa mengurangi penggunaan pupuk kimiawi yang jelas-jelas bahayanya karena bisa terakumulasi dalam tubuh manusia & bikin toksik. Sampah anorganik selanjutnya diolah di pabrik daur ulang sampah buat dibikin produk hasil daur ulang.
  4. Nanam pohon. Ga mesti pohon-pohon besar, apalagi kalau lahan kita terbatas. Paling ga, tanamlah tanaman bunga atau tanaman lain yang ukurannya kecil. Ingat, tanaman berrespirasi dengan menyerap CO2 dan mengeluarkan O2, jadi sedikit banyak bisa membantu mengurangi emisi gas karbon di sekeliling kita.
  5. Mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan bermotor. Kalau bisa jalan kaki, jalan kaki aja. Kalau bisa naik sepeda, naik sepeda. Itung-itung olah raga, daripada buang-buang uang ga sedikit buat ke gym. Atau kalau ga, naik angkutan umum. Selain bisa mengurangi polusi, bisa ngurangin macet juga.
  6. Jangan nebang pohon sembarangan! Kalau harus nebang pohon, gantilah 1 pohon yang ditebang dengan menanam 2 pohon yang baru. Tetanggaku punya tanah kebun di depan rumah, dulu ditanami banyak tanaman, ada nangka, keluwih, kelapa, mangga.. Tapi belakangan tanaman-tanaman itu justru ditebang buat dijual kayunya. Kayu nangka kan harganya mahal.. Tapi akibatnya, tanah seluas 350 meter persegi itu sekarang gersang. Pas panas, bikin debu. Akhirnya atas desakan warga lainnya, tanah kebun yang belum niat dibangun rumah itu ditanamin lagi. Ada beberapa bibit tanaman yang ditanam, mulai dari rambutan, jeruk sampai mangga. Masih kecil sih, namanya juga bibit, tapi setidaknya tanah kebun itu ga gersang lagi.
Mungkin masih banyak lagi hal-hal kecil lainnya yang bisa kita perbuat untuk melindungi lingkungan kita dari kerusakan. Semuanya kembali ke kita, apa kita mau menjaga lingkungan kita atau ga. Karena tetep aja hasil akhirnya kita yang menuai..
13 November 2007 0 comments

Tata kota & transportasi

Belakangan tiap baca koran, lihat berita atau denger curhat sodara-sodara di Jakarta soal macet di jalan-jalan Jakarta yang gila-gilaan, mau ga mau aku bersyukur karena disini belum ada macet seperti di Jakarta. Aku ga bisa ngebayangin, gimana bisa orang mau kerja, atau anak-anak mau sekolah kudu stress dulu sebelumnya gara-gara macet. Apa ya masih bisa mikir di sekolah & di kantor? Apa masih bisa produktif? Kayanya kok enggak.

Aku pernah baca di Kompas, sudah agak lama, tentang batavia tempo dulu. Jaman Belanda masih menjajah, di Batavia ada public transport berupa trem. Sayangnya begitu Indonesia merdeka, pemerintahan Presiden Soekarno menghapus trem (Alasannya, trem itu ga gaya! Halah.. alasan keliru gitu kok ya diikutin!) dan menggantinya pake bus, yang nyata-nyata punya daya angkut terbatas dan sama sekali ga ramah lingkungan. Belum lagi pengemudinya yang asal bisa nyupir tanpa punya aturan moral, kedisiplinan dan ketaatan mengemudi dan merawat kendaraannya.

Aku jadi sering ngayal, kalau diminta bikin tata ruang suatu wilayah kota, aku pengennya bikin set-nya dari awal banget, mulai dari menentukan area pemukiman untuk warga di tengah kota dengan taman-taman, arena rekreasi keluarga, sekolah & lokasi untuk hypermarket / pasarnya. Di bagian tepi kota ada hunian untuk kalangan menengah ke atas yang bisa bikin rumah gede-gede plus kolam renang pribadi. Area paling luar buat industri. Dari bagian tengah kota ke pinggir kota diatur berurutan & merata bank & kantor pemerintahan. Jadinya rata, ga semua daerah perkantoran terpusat & tumplek blek di tengah kota seperti di Jakarta.

Trus kudu ada pembatasan kendaraan (mobil & motor) pribadi. Bikin aja harga & pajaknya selangit. Bikin juga test buat dapet SIMnya susah kaya di Amrik, ga kaya disini yang "nembak" aja juga bisa dapet SIM.

Lebar jalan juga kudu dibagi-bagi : buat area pedestrian & ditanamin pohon-pohon peneduh di kiri-kanannya, atau dibikinin model pergola dengan tanaman rambat yang bikin orang bisa enjoy jalan kaki, ga kepanasan & kehujanan; buat jalur sepeda kaya di Belanda sana; jalur trem & jalur bis (busway) & mobilnya. Jalur trem, mobil & bis dibuat sedemikian rupa supaya tiap jalan dibuat satu arah, kecuali beberapa jalan aja yang memang ukurannya sudah sangat lebar & memungkinkan dibuat 2 jalur kendaraan bermotor. Kalau naik bis & masih kudu disambung jalan kali beberapa blok, asal area pedestriannya nyaman, pasti orang juga enjoy jalan kaki, sekalian olah raga kan..

Dan satu lagi yang paling penting, sistem hukumnya juga kudu dirombak. Ga melempem kaya sekarang. Perpaduan antara penegakan hukum, disiplin dan penerapan denda & hukuman yang tinggi buat pelanggar hukum & peraturan terbukti ampuh & efektif menciptakan situasi yang teratur & terkendali. Di Belanda, orang-orang sana pada takut dengan denda yang tinggi kalau ketahuan ga ngikutin peraturan & tata tertib. Contohnya nih, kalau naik kereta ga tiap kali ada pemeriksaan tiket oleh kondektur, tapi sekali-kalinya ada pemeriksaan dan ketahuan ga beli tiket, dendanya bisa 20x lipat atau bisa diturunin di tengah jalan. Disana, orang-orang bener-bener bisa jujur dan disiplin di segala bidang. Beda banget sama model orang Indonesia :(

Kasus di Jakarta (mungkin kota-kota lain belum separah Jakarta, tapi kalau dibiarin, lama-lama juga bakalan seperti Jakarta), balik-baliknya adalah ke mental orang Indonesianya. Manja, mau gampangnya aja, cuma mikirin udelnya sendiri, meremehkan hal-hal kecil & jauh dari disiplin diri. Makanya hukum ga bisa berdiri tegak, bisa dikiyak-kiyuk pake duit!
19 September 2007 0 comments

Helix

Pernah liat gambar di samping ini? Pasti pernah. Iya, emang gambar ini kerap muncul di Heroes the series. Tapi gambar ini ga cuman sekedar gambar.. ada maknanya lho..

Gambar / simbol ini namanya Helix. Bentuknya S dengan 3 garis horisontal, 1 ke kanan dan 2 ke kiri. Bentuk ini serupa dengan bentuk RNA (Ribonucleid acid) saat ditranskripsi dari template DNA. Dari cetakan DNA itu, dengan bantuan beberapa enzim transkripsi antara lain RNA polimerase, akan muncul rantai RNA messenger, keluar dari cetakan DNA. Nah, Writer and co-executive producer serial heroes, Michael Green menyatakan bahwa penulis2 script Heroes tahu simbol disamping ini sebagai bentuk "the helix."


Di serial heroes ini, simbol ini antara lain muncul di bendera yang dibawa samurai Takezo Kensei di episode terakhir (23) session 1 : How to stop an exploiding man. Simbol ini juga ada di punggung kanan Jessica, di bagian depan bukunya Chandra Suresh : Activating Evolution, di liontin kalung-nya Haiti Man, juga di logo Primatech Paper di episode : company man.


Sebenarnya gambar 'ilmiah'nya seperti ini :

transcription



(Pic of transcription process taken from http://biology.unm.edu)
07 August 2007 0 comments

Forget Me Not

Forget Me Not Flower
(Disebut-sebut di bukunya Harry Potter :D)
26 July 2007 0 comments

Permen favoritku ternyata berfomalin!!!


Waahh.. ternyata permen favoritku dari jaman balita (White Rabbit) mengandung formalin.. Hiks :(( Sediih & kecewa & marah campur aduk! Kenapa juga ini kejadian di permen favoritku X!#@$!^&*%X!



JAKARTA--MIOL: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 7 merek permen mengandung formalin dan tidak berizin edar resmi. Semua gula-gula ilegal itu telah beredar luas di masyarakat.

Dari 39 sampel yang kami ambil dalam sebulan terakhir, 7 positif melanggar dan mengandung formalin, 27 sample negatif dan sisanya belum ada keputusan," ujar Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Tien Gartini ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (24/7).

Jenis permen tersebut di antaranya merek 'White Rabbit Creamy Candy' yang melanggar, karena tidak punya izin edar dan mengandung formalin. Merek tersebut, ditemukan dijual dalam bentuk curah, di toko khusus permen di Mal Kelapa Gading, Jakarta .

Sementara itu, dari hasil penelusuran di Pasar Glodok, terdapat merek permen 'Kiam Boy', yang tidak punya izin edar dan mengandung formalin. Hal serupa juga terdapat pada permen 'Classic Candy' dan merek 'Black Currant'.

Merek 'White Rabbit' walau berizin Depkes dengan nomor SP/231/10.09/ 96, ternyata mengandung formalin. Sedangkan 'White Rabbit' ditemukan tanpa izin edar. Selain itu terdapat manisan Plum yang tidak memiliki izin edar dan juga diawetkan dengan formalin.

"Kami sudah menyegel produk tersebut untuk dimusnahkan. Bagi yang berizin ditutup izin edarnya," tandas Tien.

Tien telah menginstruksikan, semua Badan POM segera melakukan pengecekan terhadap produk manisan di masing-masing daerah.

Pasta gigi Maxam

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin menegaskan pihaknya telah memerintahkan penarikan pasta gigi Maxam dari seluruh toko di Indonesia , Juli ini.

Ia membenarkan pasta gigi impor dari China itu mengandung bahan kimia diethylene glycol, yang ditemukan di negara-negara lain, seperti Panama .

"Saya sudah memerintahkan penarikan pasta gigi Maxam di seluruh Indonesia. Setelah ada kasus di negara lain, kami segera melakukan pengujian dan hasilnya memang mengandung diethylene glycol," kata Husniah

Husniah juga menegaskan BPOM telah minta penghentian impor seluruh produk dari China yang mencakup impor makanan dan obat-obatan serta kosmetik. Penghentian impor itu efektif berlaku mulai Juli ini.

Selain itu, Kepala BPOM memerintahkan pengambilan sampel dan pengujian ulang produk-produk makanan impor China yang belakangan merebak di negara-negara lain. Husniah mengatakan sudah ada hasil pengujian ulang, namun ia mengaku tidak hafal dan akan segera mengumumkan hasil tersebut dalam waktu dekat.

(Tlc/OL-02).
02 November 2006 0 comments

Telinga Kanan vs Telinga Kiri

Dear All,

Saya mendapat info agar para pengguna ponsel berhati-hati untuk tidak penggunakan telinga kanan guna mendengarkan HP karena dapat merusak otak kanan. Silakan cek melalui citra yang saya attach.

Jika diseksamai mungkin himbauan itu ada benarnya dengan beberapa pengetahuan sebelumnya. Otak kiri berkaitan dengan kemampuan intelektual, dan otak kanan berkaitan dengan motorik (ketrampilan) . Khabarnya, gelombang radio pada HP dapat mempengaruhi otak kanan (melalui telinga kanan) sehingga selanjutnya dapat mempengaruhi fungsi gerak. Maka, fungsi gerak bisa mengalami malfunction, kejang, keram, dll (termasuk impotensi :=))

Karena itu disarankan hanya mendengarkan dengan telinga kiri. Alasannya adalah:

1. Sesuai dengan saran ungkapan leluhur: "masuk telinga kiri, keluar telinga kanan". Maknanya, memang aliran informasi itu dari kiri ke kanan, bukan dari kanan ke kiri (tidak vice-versa).

2. Setiap berita (suara) seharusnya ditangkap dulu dengan logika (nalar) yang ada diotak kiri. Jangan langsung bergerak (bereaksi).

3. Namun, karena prinsip No. 1, proses evaluasi oleh nalar jangan lama-lama (informasi jangan terdeposit terlalu lama di otak kiri, harus dikirim ke otak kanan untuk dilaksanakan dan residunya dikeluarkan lewat telinga kanan.

4. Tampaknya nenek moyang kita punya prinsip bahwa "ada pintu masuk (entrance), ada pintu keluar (exit)", melalui ungkapan "masuk di telinga kiri, keluar dari telinga kanan". Belum ada catatan sejarah, sejak kapan di Indonesia ini "pintu masuk, sekaligus menjadi pintu keluar". Kalaupun pernah ada dalam bentuk tidak tertulis, setidaknya hingga kini ada catatan kalau pura di Bali ada "gerbang kiri", yang biasa digunakan untuk masuk (ngranjing), lalu "gerbang kanan", yang biasa digunakan untuk keluar (pemedal).

Terkait dengan HP itu, mungkin hasil cross-check saya melalui "warisan nilai tradisi/budaya" itu dapat menjadikan sebuah cermin. Negara atau UGM ini mungkin akan bisa lebih baik kalau bagian "entrance" dan bagian "exit" nya jelas, dan digunakan setepatnya.

tn
22 August 2006 0 comments

Einstein's Puzzle

Albert Einstein [allegedly] wrote this riddle early on in his career. He said that 98% of the world's population would not be able to solve it (there are no tricks, just pure logic). Which percentage are you in?

The question is: Who owns the fish? Here's the riddle:

In a street, there are five houses, painted five different colors. In each house live a person of different nationality. The five homeowners each drink a different kind of beverage, smoke a different brand of cigarette and keep a different pet.

  1. The Brit [Englishman] lives in the red house.
  2. The Swede has a dog.
  3. The Dane drinks tea.
  4. The green house is on the left of the white house.
  5. The owner of the green house drinks coffee.
  6. The person who smokes Pall Mall has birds.
  7. In the yellow house, they smoke Dunhill.
  8. The man living in the middle house drinks milk.
  9. The Norwegian lives in the first house.
  10. The man who smokes Blend lives next to the house with cats.
  11. The horseman lives next to the man who smokes Dunhill.
  12. The man who smokes Blue Master drinks beer.
  13. The German smokes Prince.
  14. The Norwegian lives next door to the blue house.
  15. The man who smokes Blend has a neighbor who drinks water.
08 August 2006 0 comments

Stupid Questions With The Smart Answers :

BOY : May I hold your hand?
GIRL : No thanks, it isn't heavy.

GIRL : Say you love me! Say you love me!
BOY : You love me...

GIRL : If we become engaged will you give me a ring??
BOY : Sure, what's your phone number??

GIRL : I think the poorest people are the happiest.
BOY : Then marry me and we'll be the happiest couple

GIRL : Darling, I want to dance like this forever.
BOY : Don't you ever want to improve??

BOY : I love you and I could die for you!
GIRL : How soon??

BOY : I would go to the end of the world for you!
GIRL : Yes, but would you stay there??

SHARON : Have you ever had a hot pas sionate, burning kiss??
TRACY : I did once. He'd forgotten to take the cigarette out of his mouth.

WOMAN : You remind me of the sea.
MAN : Because I'm wild, romantic and exciting?
WOMAN : NO, because you make me sick.

WIFE : You tell a man something, it goes in one ear and comes out of the other.
HUSBAND : You tell a woman something: It goes in both ears and comes out of the mouth.

MARY : John says I'm pretty. Andy says I'm ugly.What do u think, Peter?
PETER : A bit of both. I think you're pretty ugly.

Girlfriend : "...And are you sure you love me and no one else ?"
Boyfriend : "Dead Sure! I checked the whole list again yesterday".

Teacher : "Which is more important to us, the sun or the moon?"
Pupil : "The moon".
Teacher : "Why?"
Pupil : "The moon gives us light at night when we need it but the sun gives us light only in the day time when we don't need it".

Teacher : "What do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?"
Pupil : "A teacher".
01 August 2006 0 comments

Cerita Dari Rantau

Dear All,

Ketika berbicara mengenai Indonesia, tidak ada lagi yg bisa kita banggakan, hanya "kemaluan" yg kita sembunyikan. Salah satu Negara terkorup di dunia, Negara penuh bencana, tetapi.. cerita di bawah ini, seharusnya membuat kita juga tidak merasa selalu "rendah diri" dihadapan bule-bule itu, atau di samping kawan-kawan Negara-negara Singapore dan Malaysia. Tunjukkan diri anda mampu. Saya bisa. Saya pun sebenarnya lebih dari anda-anda, si bule atau pun si Singaporean

Berikut : Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.

Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di dunia, kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.

Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006

1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.
Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada siswa Indonesia". Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim...dari Indonesia... Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih...". Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the champion of the International physics olympiade XXXVII is......."

"Jonathan Pradhana Mailoa". Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding.... Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama... Standing Ovation....Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan.... Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.....Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika... sangat mengharukan....

2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata "wonderful job..." Orang Malaysia menyalami berkata "You did a great job..." Orang Taiwan bilang :"Now is your turn..." Orang filipina:"amazing..." Orang Israel "excellent work..." Orang Portugal:"
portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia", Orang Nigeria :"could you come to Nigeria to train our students too?" Orang Australia :"great...." Orang belanda: "you did it!!!" Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata "great wonderful..." 86 negara mengucapkan selamat... Suasananya sangat mengharukan... saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata...

3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe!
Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright....

Marc Deschamps.

Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan....

Salam
Yohanes


Thanks & Best Regards,

APRIADI DJAMHURIE GANI
Community Development
Phone : +62 - (021) - 75 999 971 Fax : +62 - (021) - 75 999 804
Mobile : 0813 477 8 1000 Email : adgani@thiess.co.id

0 comments

CMV (Cytomegalovirus)

Biasanya pada awal kehamilan, disarankan untuk test TORCH (Toxoplasma, Other - penyakit lain misalnya sifilis, HIV1-2, AIDS, Rubella (campak jerman), CMV, Herpes simplex). Test tersebut untuk mendeteksi semua jenis infeksi yang berbahaya bagi ibu-ibu hamil, khususnya bagi kesehatan janin.

Di blog ini sebelumnya sudah aku bahas tentang Toxoplasma. Kali ini aku pengen sedikit ngebahas tentang CMV (Cytomegalovirus) yang dulunya sebelum ada kasus flu burung CMV ini awam dikenal dengan sebutan virus burung. Sebutan ini agak salah kaprah dan muncul karena diduga CMV ditularkan lewat unggas.

CMV disebabkan oleh kelompok virus Human cytomegalovirus, subfamily Betaherpesvirus, famili Herpesviridae. Seperti halnya Toxoplasma, CMV biasanya tinggal tenang dalam jaringan otot tubuh setelah terjadi infeksi pertama dan berdampak buruk pada janin mulai dari kecacatan fisik, kecacatan mental hingga kematian. Dan seperti halnya Toxoplasma, CMV juga muncul hampir tanpa gejala yang khas / spesifik. Yang umum dijumpai adalah flu, demam yang datang dan pergi, kelainan liver (yang cuma ketahuan dengan pemeriksaan dalam & teliti di internist) dan radang tenggorokan. Seringkali dianggap gejala flu atau masuk angin biasa. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan. Walau kebanyakan orang dapat sembuh tanpa pengobatan, namun CMV dapat menyebabkan masalah yang serius pada orang dengan sistem imunitas yang makin melemah.

Masalah tersebut merupakan gejala yang paling sering muncul pada orang dengan penyakit AIDS atau pada gejala tersebut mengonsumsi obat-obatan yang dapat menekan sistem imunitas tubuh. Orang dengan AIDS yang terserang CMV sering mendapatkan infeksi retina yang disebut retinitis sehingga menyebabkan masalah dengan penglihatannya.

Orang yang menderita kanker atau yang menerima donor/transplantasi organ tubuh juga berisiko menderita CMV dan biasanya menyebabkan pneumonia atau infeksi perut yang sering disertai diare.

Namun berbeda dengan Toxoplasma yang menular lewat jalur fecal-oral (makan memakan) dari hewan peliharaan & unggas, CMV menular lewat droplet (pernafasan), hubungan sex, plasenta ibu hamil, ciuman dan tranfusi darah (lebih parah nih cara penularannya!).

Dan karena CMV adalah virus yang sifatnya obligatory internal parasite, maka virus CMV tidak tahan hidup di luar tubuh. Di udara luar virus ini dalam bentuk crystallized. Virus ini juga tidak dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan, karena virus CMV rusak oleh enzim pencernaan saat masuk ke saluran pencernaan.

Infeksi primer CMV yang masih termasuk dalam keluarga virus Herpes ini umum terjadi pada usia bayi, anak-anak & remaja yang sedang dalam kegiatan sexual aktif. 50-80% orang dewasa punya Antibody anti-CMV.

Dalam tubuh, tidak semua virus CMV berkembang aktif. Koloni virus dapat menghuni otak, sel-sel darah, sal pernafasan, mata ataupun hati dalam status laten (dorman / tidur). Virus CMV ini dapat berada dalam keadaan laten selama bertahun-tahun dan akan aktif bila kondisi fisik inang menurun, misalnya saat hamil. Saat kondisi tubuh lemah, koloni virus akan reaktif dan berkembang biak dan menimbulkan gejala berupa demam tinggi, pembengkakan kelenjar limfa, kelelahan hebat, nyeri otot dan sakit kepala.

Pada ibu hamil yang terinfeksi CMV, ada upaya-upaya yang dapat dilakukan agar infeksi CMV tersebut tidak menular ke janin, yaitu : melahirkan secara caesar, tidak menyusui bayi (karena virus berbiak di saluran rahim dan kelenjar ASI) dan sesegera mungkin ibu dan bayi menjalani pengobatan intensif untuk menghindari dampak serius CMV seperti adanya kemungkinan lumpuh pada bayi, keterbelakangan mental, tuli dan kebutaan.

Terapi yang dilakukan pada penderita infeksi CMV adalah dengan infus obat antivirus golongan Ganciclovir. Harga satu botol infus yang digunakan untuk menggelontor virus CMV lumayan mahal, lebih dari satu juta rupiah. Sedangkan untuk satu seri pengobatan, diperlukan lebih kurang 9 botol infus. Namun antivirus ini hanya mampu membasmi virus yang aktif, sedangkan virus yang dorman tidak dapat dibasmi dan tetap akan dapat menjadi reaktif bila daya tahan tubuh menurun.
05 July 2006 1 comments

Pretty Clever..

Read out loud the text inside the triangle below.

1



More than likely you said, "A bird in the bush," and..
if this is what YOU said, then you failed to see that the word THE is repeated twice!
Sorry, look again :)

Next, let's play with some words. What do you see?


2


In black you can read the word GOOD, in white the word EVIL (inside each black letter is a white letter). It's all very physiological too, because it visualize the concept that good can't exist without evil (or the absence of good is evil ).

Now, what do you see?

3


You may not see it at first, but the white spaces read the word optical, the blue landscape reads the word illusion. Look again! Can you see why this painting is called an optical illusion?

What do you see here?

4


This one is quite tricky!
The word TEACH reflects as LEARN.

Last one. What do you see?

5



You probably read the word ME in brown, but... when you look through ME you will see YOU!

Do you need to look again?

Test Your Brain

This is really cool. The second one is amazing so please read all the way though.

6

ALZHEIMERS' EYE TEST

Count every " F" in the following text:

FINISHED FILES ARE THE RE
SULT OF YEARS OF SCIENTI
FIC STUDY COMBINED WITH
THE EXPERIENCE OF YEARS...

(SEE BELOW)

HOW MANY ?

WRONG, THERE ARE 6 -- no joke.
READ IT AGAIN !
Really, go Back and Try to find the 6 F's before you scroll down.

The reasoning behind is further down.


7

The brain cannot process "OF".

Incredible or what? Go back and look again!!
Anyone who counts all 6 "F's" on the first go is a genius.

8

Three is normal, four is quite rare.

Send this to your friends. It will drive them crazy! And keep them occupied for several minutes..! :)

More Brain Stuff . . . From Cambridge University.

O lny srmat poelpe can raed tihs.

cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg. The
phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy,

it deosn't mttaer in waht oredr the ltteers in a wrod are, the olny iprmoatnt tihng is taht the frist and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit a porbelm.

Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Amzanig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt! if you can raed tihs psas it on !!


Psas iT ON !

"Oh, how empty & pointless is Life, but how desirable!"
04 July 2006 2 comments

Toxoplasma

Beberapa hari yang lalu aku sempat ngobrol panjang sama mas Wisnu. Dan seperti orang awam lainnya, mas Wisnu juga masih ngirain kucing patut dihindari karena bisa nularin Toxoplasma & dia juga masih rancu dengan ngira Toxoplasma adalah virus. Setelah aku jelasin panjang lebar tentang Toxoplasma, dia baru ngeh.

Dan aku jadi kepikir buat nulis semua yang aku tahu tentang Toxoplasma, karena kebetulan juga aku ngubek2 organisme satu itu untuk tesis kemarin. Semoga apa yang aku tulis ini bisa berguna buat siapa aja yang baca blog ini..

Toxoplasma punya nama latin alias nama ilmiah Toxoplasma gondii, diambil dari bahasa Yunani ”Toxon” yang artinya busur. Kebetulan, bentuk Toxoplasma ini adalah seperti busur panah atau bulan sabit.

image011

Toxoplasma gondii ini punya 2 macam inang, yaitu inang definitive berupa kucing dan bangsa kucing (felidae), misal : cheetah, macan.. etc.. dan inang sekunder atau inang perantara berupa burung-burung dan mamalia (termasuk manusia, karena manusia merupakan salah satu hewan mamalia).

Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa intraseluler, artinya dia bukan merupakan virus atau bakteri, apalagi jamur. Dia adalah protozoa parasit, yang sifatnya parasit intraseluler (menyerang sel tubuh), yaitu semua sel berinti hewan berdarah panas. Pada manusia ini berarti Toxoplasma bisa menyerang semua sel tubuh manusia kecuali sel darah karena sel darah manusia tidak punya inti.

Toxoplasma bereproduksi (berkembang biak) dengan cara seksual maupun aseksual. Pada inang definitive perkembangbiakan Toxoplasma dapat berlangsung baik secara seksual maupun aseksual, sedangkan perkembangbiakan pada inang perantara hanya berupa perkembangbiakan aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner (membelah diri menjadi 2 bagian yang sama persis).

Pada prinsipnya ada 2 cara penularan Toxoplasma gondii, yaitu secara dapatan dan secara congenital. Infeksi dapatan diperoleh dari kebiasaan kucing berdefekasi (b-a-b / pup) disembarang tempat sehingga menyebarkan banyak oosista (fase telur dari Toxoplasma) ke lingkungan, atau juga dengan memakan daging yang dimasak kurang matang, atau juga dari memakan makanan yang terkontaminasi oosit. Oosit toxoplasma ini bisa bertahan lama. Pada suhu 4 derajat Celsius, ia bisa tahan selama 410 hari & pada suhu 37 derajat Celsius dia bisa bertahan selama 30 hari. Oosista juga tahan terhadap desinfektan, proses pembekuan dan pemanasan, tapi terbunuh pada pemanasan tinggi diatas 70 derajat Celcius selama 10 menit.

Kucing yang terinfeksi Toxoplasma akan membawa Toxoplasma pada fesesnya dan apabila ia pup sembarangan, apalagi kalau pup-nya tidak ditutup baik dengan pasir, maka pup itu akan kering terkena sinar matahari dan hancur dan selanjutnya dapat terbang terbawa angin dan menempel pada daun-daun ataupun rumput. Kalau kebetulan kita suka makan sayuran mentah untuk dibuat lalap, maka kemungkinan kita terinfeksi Toxoplasma cukup besar karena sayur mentah yang kita makan tersebut bisa jadi ditempeli oosit toxoplasma. Begitu juga bila sayur atau rumput tersebut dimakan oleh kambing atau sapi dan kemudian kambing atau sapinya disate tapi bakarnya kurang matang, maka oosit yang menginfeksi sapi atau kambing & stay dalam tubuh (daging, otot, organ) sapi atau kambing tersebut bakalan masih hidup & available karena oosista hanya bisa mati dengan pemanasan tinggi diatas 70 derajat celcius. Atau kalau ada ayam kampung yang mengais2 tanah mencari makanan & kebetulan tanahnya terkontaminasi oosista Toxoplasma, maka ayam tersebut bisa jadi ikut terinfeksi Toxoplasma & kalau kita memasaknya kurang matang, maka oosista yang ada di ayam akan berpindah ke tubuh kita.

Dalam tubuh kita, oosista akan berkembang menjadi fase aktif Toxoplasma yang disebut Takizoit, artinya aktif menginfeksi & berkembangbiak sehingga jumlahnya bisa berlipat-lipat. Mula-mula ia masuk melalui saluran pencernaan makanan, kemudian keluar melalui dinding (epitel) usus dan masuk ke dalam peredaran darah. Dari situ dia akan terbawa ke seluruh organ dan menginfeksinya.

Adanya sistem imunitas dalam tubuh kita bisa memaksa Toxoplasma ini untuk berubah dari fase aktif Takizoit menjadi fase dorman Bradizoit. Bradizoit ini membentuk semacam selubung protein pada sekeliling tubuhnya sehingga dia kebal terhadap berbagai macam obat & imunitas & akan tetap dalam keadaan tidur panjang sampai sistem imun kita turun & memungkinkan bradizoit untuk berubah aktif lagi menjadi takizoit & menginfeksi serta berkembangbiak lagi..

Pada penularan secara kongenital (melalui plasenta calon ibu ke janin yang dikandungnya), masa-masa trimester pertama kehamilan adalah keadaan yang paling rentan karena pada trimester pertama kehamilan merupakan tahap pembelahan sel dan pembentukan organ vital tubuh janin sehingga janin belum dapat membentuk sistem imun sendiri, sehingga apabila pada darah ibu terdapat toxoplasma, toxoplasma ini dapat mengenai janin dan karena janin belum memiliki sistem imun yang dapat melindunginya dari serangan takizoit, maka takizoit toxoplasma dapat dengan mudah tinggal dan menyerang organ2 tubuh janin yang baru saja dibentuk, dan ini dapat menyebabkan adanya kerusakan organ, yang nantinya dapat menyebabkan kecacatan permanen baik cacat fisik maupun mental, hidrosephalus atau bahkan kebutaan pada janin.

Bila ibu terserang Toxoplasma pada periode jauh sebelum kehamilan, meskipun masih membawa Toxoplasma dalam stadium bradizoit, namun relatif aman bagi janin bila akhirnya ibu tersebut hamil, karena bradizoit dalam tubuh ibu (dalam organ atau otot) adalah bentuk Toxoplasma yang dorman (tidak aktif). Hanya saja, adanya sejarah infeksi Toxoplasma mengharuskan calon ibu tersebut untuk tetap menjaga imun tubuhnya tetap tinggi untuk menghindari reaktifnya bradizoit Toxoplasma menjadi Takizoit yang dapat menyerang janin.
Penularan Toxoplasma hanya melalui jalur fecal-oral (makan memakan), dan tidak ditularkan melalui droplet (udara) seperti halnya virus influenza, ataupun melalui hubungan seksual, seperti halnya AIDS.

Gambar di bawah ini adalah siklus penularan Toxoplasma :

Toxo cycle

Dan Toxoplasma hanya berbahaya bagi ibu hamil, dan orang-orang dengan sistem imun rendah seperti halnya penderita AIDS atau kanker, karena pada kedua jenis penderita tersebut, Toxoplasma dapat aktif menginfeksi otak menyebabkan ensephalitis toxoplasmik yang menyebabkan kematian bagi penderita.

So, ga ada jaminan sama sekali dengan tidak memelihara kucing kita bisa terhindar dari infeksi Toxoplasma, karena kita tetap bisa kena Toxoplasma dari makanan. Cara terbaik menghindari infeksi Toxoplasma cuma dengan menjaga kebersihan badan. Selalu mencuci tangan setelah selesai beraktivitas dan sebelum makan.
 
;