28 May 2007 0 comments

Weekend at Denpasar 2 - Farewell Party

Sabtu pagi sama Kak uth ke rumah Dwi. Rahayu & Uci ikut dateng. Jadi rame & seru banget suasananya. Ketawaa... terus! ada aja yang diomongin & bikin geli. Kami naik taxi berlima ke bukit. Untung aja meskipun udah jadi ibu-ibu semua, nih badan ga jauh beda sama jaman pas kuliah dulu (bangga dong!), jadi meskipun naik bluebird berlima, tetep aja muat :D

Rahayu ga berubah dari jaman kuliah dulu, selera pakaiannya tetep aja (menurutku) ajaib.. Hwahahaha.. Moso acara nyantai gini pake gaun sih, mana ga pake lengan lagi. Inget lah yaw ini acara di bukit, pasti panas ;)) mana pake asesoris kalung batu item gede-gede lagi. Dwi ampe nyeletuk, "kamu mau jadi peramal dimana, Yu?" Huahahaha... Aku Kak Uth geleng-geleng kepala ngeliatnya. Tuh anak masih aja norak abis! Tapi biarpun dia norak gitu, anaknya baik kok. Suaminya tentara. Anaknya 2, cewek-cowok. Well, kayanya dia aja yang sukses mempraktekkan teori kuliah reproduksi :p Abis yang lain-lain kalau ga anaknya cowok semua, ya cewe semua. Kecuali aku, belum ketahuan gagal pa ga, soalnya kan anakku baru satu. Dwi sempet nanya, apa alasan dia milih suami tentara. Rahayu dengan enteng bilang : "Soluna Wie!" Aku bengong. Apaan tuh soluna.. Tapi setelah dia bisikin kepanjangannya, mukaku jadi kaya kepiting rebus. Sialan tuh anak vulgar banget!

Uci rada kalem. Anaknya 2, cewek semua. Sedang program yang ketiga, kali ini niat banget punya anak cowok sekalian penutup, ga nambah-nambah lagi :D Suaminya uci Pemangku di Pura deket rumahnya. Mungkin karena itu ya, Uci jadi rada kalem. Kan ajaib kalau istri Pemangku pecicilan ;))

Ternyata mayan mahal juga cost taxi dari RSAD sampai kampus bukit. Habis 85 ribu sekali jalan. Ya wajar kali, abis jaraknya sekitar 25 km. Nyampe di bukit suasana jadi seru banget. Baru juga jalan beberapa langkah ke arah kampus, temen-temen & dosen-dosen udah pada seru manggil-manggil.. Wah, masih hafal ya ternyata! & kami masih ngetop juga ternyata.. hahahaha..

Yang bikin surprise, si-Pasti datang. Si sontoloyo satu itu, udah kaya kakak sendiri pas pertama aku kuliah. Mbak Nana suka nitipin aku ke dia soalnya hihihi.. Dia heboh banget pas liat aku. Noe datang, Ngurah juga. I really miss Ngurah! Dia agak gemuk sekarang. Masih sableng kaya dulu. Sekarang jadi managernya oli Top One :D

Pak Dar masih juga rame. Dia ngomel-ngomel, kok emailnya ga aku balas.. :p Bu Astarini masih inget aku, masih cantik & modis juga beliau. Bu Adri langsung meluk aku. Aku emang deket banget sama beliau. & yang paling membahagiakan, aku bisa ketemu ibuku, PA-ku, panutanku, idolaku (dulu aku suka bilang dalam hati, aku pengen bisa kaya beliau!) Bu Inna, masih cantik sampai sekarang, agak kurus, sekarang pake jilbab (mungkin sejak Hajjah). Bu Eniek masih segar, tetep kaya dulu. Bu Sugi & Bu Meiti tambah ndut & rata-rata dosen muslimnya sekarang pada pake jilbab.

Pak Sastrawan jadi kurus. Beda banget sama jaman dulu, agak gemuk & segar. Pak Yan jadi tambah jelek huehehehe.. item & tambah gendut. Malamnya dia sempat sms aku & nanya, "memangnya saya gendut & jelek banget ya Vi?" ;)) ya aku jawab aja, "Iya, gendut banget. Bagusan yang dulu. Tapi itu menurut saya lho Pak.." Beliau bilang sekarang udah jarang main tenis, beliau kena kolesterol & asam urat, so kalau tenis badan malah jadi sakit semua. Makanya jadi ndut.. :D

Aku ketemu sama Suana (udah Doktor dia!) & Dewa Winana. Dewa sekarang jadi guide. padahal dulu bahasa Inggrisnya ga lulus :)) Hebat dia! Sayangnya Goes Adi ga datang. Coba kalau dia datang, aku pasti seneng banget!

Arpiwi yang terkenal jutek abis Alhamdulillah ga dateng :D Jahat banget ih! tapi emang dia terkenal sombong & jutek. Kata dwi, kelakuannya itu masih awet sampai sekarang. So, kami semua serombongan pada bersyukur dia ga datang. Bisa ngerusak suasana!

Wah, aku masih kangen banget sama temen-temen semua. Kapan ya aku bisa kesana lagi.. Aku udah minta Pak Bagus buat ngikutin aku di team kalau ada permintaan kerjasama dari farmasi unud.. Lumayan kan, bisa sering-sering ke bali & ketemu orang-orang yang aku sayangi..

0 comments

Weekend at Denpasar 1 - Arriving

Weekend kemarin akhirnya jadi juga aku ke Bali. Mana tahan aku sama rayuan kak Uth :p Separuh maksa aku datang gitu.. apalagi dia udah nyiapin kamar buat aku tempatin selama disana & udah ngerancang acara jalan-jalan bareng :D Hari Rabu siang aku buru-buru cari tiket ke Kosudgama, untungnya dapat agak murah, naik Lion. Pulangnya kena di harga 417. Ogek, sepupunya kak Uth yang kebetulan kerja di travel agency di Denpasar jadi ikut-ikutan bantuin nyariin harga 300an & syukurlah dapet juga.. hehehehe... So far lancar.

Jumat malam jam 7.30 pm berangkat ke bandara dari rumah. Kudu check in jam 7.45. Seharusnya pesawat boarding jam 8.45 pm tapi gara-gara pesawat yang dari Jakarta delay, akhirnya baru berangkat jam 9.45. Nyampe Ngurah Rai sekitar jam 12 WITA, dijemput kak Uth & her hubby.

Pas di jalan mami telfon. Nadanya cemas & minta aku ati-ati. Halah.. beliau masih aja takut aku deket lagi sama my ex-boyfriends. Ga lah Mam! Ini aja nginepnya di rumah kak Uth.. Tapi begitu mami denger suaranya kak Uth, beliau terus jadi tenang & ga nelfon2 lagi sampai aku pulang :p Udah percaya kalau aku aman di tangan kak Uth..

Kami sempat ngobrol sejam sebelum tidur. Rencananya paginya kami ke rumah Dwi & dari sana bareng-bareng berangkat ke bukit naik Taxi. Rahayu & Uci rencananya juga mau ngikut. Wah pasti seru banget!

Sejauh ini kami belum tahu kepastian berita tentang Ukir.. & tidurku malam itu rada gelisah. Mungkin karena kamar baru, suasana asing & banyak hal yang pasti exciting yang nunggu besok paginya..

25 May 2007 0 comments

Quote of The Day!

Reach for the moon.


If you fall short, you'll still land

amongst the stars..


18 May 2007 2 comments

Wish Me Luck

Ultah kali ini banyak banget yang kasih ucapan selamat & doa tulus.. I really thankfull & appreciate it.

Hari ini seharusnya cuti bersama, tapi kenyataannya aku kudu ngantor seperti biasa & justru dandan lebih rapi & make some preparations. Ada tamu dari Groningen Uni. Rektornya dan baladewanya. & sepertinya aku termasuk salah satu candidate yang diusulkan fakultas, so aku harus ikut menyambut. Temen-temenku yang lain pasti lagi bahagia main di rumah sama keluarga masing-masing. Well, it's okay. Ini termasuk bagian dari rencana S3ku, so aku jalanin aja dengan riang hati. Udah siap juga akunya.

Application juga sudah sampai tanggal 14 kemarin. Semoga bisa jadi kado terindah deh.

& tanggal 26 nanti pak Sastrawan pensiun. Aku sebenarnya pengen banget bisa ikut melepas beliau, tapi ga tahu nih, kayanya ga bisa. Takut bentrok jadwal sama Jakarta. Lagian aku masih kudu prepare myself buat segala macemnya. Kemungkinan besar aku nitip kenang-kenangan buat beliau lewat Dwi aja. Ga papa, aku pasti juga bakal sowan ke beliau pas aku kesana suatu hari nanti.


Gee, I really need that good luck!
11 May 2007 0 comments

Friend

Let's see if you send it back. We all know or knew someone like this!!


One day, when I was a freshman in high school, I saw a kid from my class was walking home from school.

His name was Kyle.

It looked like he was carrying all of his books.

I thought to myself, "Why would anyone bring home all his books on Friday?

He must really be a nerd."

I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friends tomorrow afternoon), so I shrugged my shoulders and went on.

As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him.

They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt.

His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him.

He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes

My heart went out to him. So, I jogged over to him as he crawled around looking for his glasses, and I saw a tear in his eye.

As I handed him his glasses, I said, "Those guys are ! jerks. "

They really should get lives.

" He looked at me and said, "Hey thanks!"

There was a big smile on his face.

It was one of those smiles that showed real gratitude.

I helped him pick up his books, and asked him where he lived.

As it turned out, he lived near me, so I asked him why I had never seen him before.

He said he had gone to private school before now.

I would have never hung out with a private school kid before.

We talked all the way home, and I carried some of his books.

He turned out to be a pretty cool kid.

I asked him if he wanted to ! play a little football with my friends

He said yes.

We hung out all weekend and the more I got to know Kyle, the more I liked him, and my friends thought the same of him.

Monday morning came, and there was Kyle with the huge stack of books again.

I stopped him and said, "Boy, you are gonna really build some serious muscles with this pile of books everyday!

" He just laughed and handed me half the books.

Over the next four years, Kyle! and I became best friends..

When we were seniors we began to think about college.

Kyle decided on Georgetown and I was going to Duke.

I knew that we would always be friends, that the miles would never be a problem.

He was going to be a doctor and I was going for business on a football scholarship.

Kyle was valedictorian of our class.

I teased him all the time about being a nerd.

He had to prepare a speech for graduation.

I was so glad it wasn't me having to get up there and speak

Graduation day, I saw Kyle.

He looked great.

He was one of those guys that really found himself during high school.

He filled out and actually looked good in glasses.

He had more dates than I had and all the girls loved him.

Boy, sometimes I was jealous!
Today was one of those days.

I could see that he was nervous about his speech.

So, I smacked him on the back and said, "Hey, big guy, you'll be great!"

He looked ! at me w ith one of those looks (the really grateful one) and smiled.

" Thanks," he said.

As he started his speech, he cleared his throat, and began

"Graduation is a time to thank those who helped you make it through those tough years.

Your parents, your teachers, your siblings, maybe a coach...but mostly your friends...

I am here to tell all of you that being a friend to someone is the best gift you can give them.

I am going to tell you a story."

I just looked at my friend! with d i sbelief as he told the story of the first day we met.

He had planned to kill himself over the weekend.

He talked of how he had cleaned out his locker so his Mom wouldn't have to do it later and was carrying his stuff home.

He looked hard at me and gave me a little smile.

"Thankfully, I was saved.

My friend saved me from doing the unspeakable. "

I heard the gasp go through the crowd as this handsome, popular boy told us all about his weakest moment.

I saw his Mom and dad looking at me and smiling that same grateful smile.

Not until that moment did I realize it's depth.

Never underestimate the power of your actions.

With one small gesture you can change a person's life.

For better or for worse.

God puts us all in each others lives to imp! act one another in some way.

Look for God in others.


"Friends are angels who lift us to our feet when our wings have trouble remembering how to fly."

There is no beginning or end.. Yesterday is history.

Tomorrow is a mystery.

Today is a gift.

10 May 2007 0 comments

When God Winks


Abis kirim paket lewat DHL di Sudirman, aku mampir ke Gramedia sebentar beliin Aca komik Naruto & sekalian nyari maps tapi ternyata ga ada (ya wis, belinya kalau udah nyampe aja). Ga sengaja aku nemu buku bagus judulnya : When God Winks di deretan Bibles. Meskipun di deretan buku agama Kristen-Katolik, tapi buku ini sebenarnya melintasi batas agama.

When God Winks buku bagus, sangat! Beli deh, ga bakal rugi kok! Buku ini membantu kita menemukan isyarat-isyarat Tuhan yang Dia sampaikan ke kita sebagai caraNya berkomunikasi ke kita tanpa menggunakan bahasa manusia. When God Winks, saat Tuhan mengedipkan mataNya. & baru baca beberapa halaman saja aku sudah menemukan banyak kebetulan-kebetulan dalam hidup yang ternyata merupakan isyarat Tuhan yang menuntun jalanku selama ini..

Aku inget banget, yang ini pasti juga salah satu isyarat Tuhan dalam hidup aku yang menentukan jalur hidup aku akan kemana & akan jadi seperti apa, pas itu aku masih kelas 3 SD. deket-deket jam 12 siang, udah hampir waktu pulang sekolah, guru kelasku, Bu Titik (orangnya putih, cantik & gendut :D), nyuruh semua anak di kelasku menulis cita-cita masing-masing di atas selembar kertas & dikumpul. Setelah bingung sebentar pengen nulis apa (cita-citaku dari masih belum sekolah pengen jadi pramugari :D), aku akhirnya nulis : CITA-CITAKU : MENJADI DOSEN FARMASI.

Saat itu aku sama sekali ga ngerti apa itu Dosen, apa bedanya Dosen dengan guru, dan apa pula itu Farmasi.. :p & pastilah pada saat itu Tuhan mengedipkan sebelah matanya ke aku karena ternyata sekarang, setelah kuliah S1 di Biologi UNUD & S2 di Bioteknologi UGM, aku malah kerja di Fakultas Farmasi & jadi dosen Farmasi, padahal kuliah di farmasi juga enggak..

So, kalau kalian pengen lebih mengenali isyarat-isyarat Tuhan, biasanya isyaratnya sangat-sangat halus & lembut sehingga acapkali terlewat oleh kita & tidak kita sadari, ga ada salahnya kalian beli & baca bukunya.


Have a nice read!
04 May 2007 0 comments

Readings of The Day [3 Fates]

3 koin 3 cups 4 wands



3 koin The left card represents an important element of the past. Three of Pentacles (Works): The commencement of business, commercial transactions, or employment. The constructive use of creative talents, and the expression of artistry in workmanship. Skill and labor turned to the crafting of things of value. Using the conventional as a medium for expressing the exceptional, in order to build something of great renown and glory.

3 cups The middle card represents a deciding element of the present. Three of Cups (Abundance): A time of merriment and reflection spent in the company of friends and loved ones. The conclusion of a matter in plenty and perfection. The strength of a diverse community being brought together. May suggest a celebration, festival, anniversary, wedding, baby shower, or other joyous gathering.

4 wands The right card represents a critical element of the future. Four of Wands (Completion): A chance to rest and rejoice, having successfully resolved a matter of great import. The initial success of a business venture or creative project. The blossoming of a friendship or romantic relationship. Conclusions drawn based on hard won experience. Spiritual, material, or emotional rewards for diligent effort. May suggest marriage, childbirth, or a victory celebration.
0 comments

Ayat-ayat tentang KaruniaNya

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Fathiir : 2)

“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya” (QS.Yunus : 107)

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS. Huud : 6)

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath-Thalaq : 7)
 
;