For the last time. Ga minat bahas topik ini lagi alias tutup buku, tutup memory. Kata Danan : Lembiru, lempar & ambil yang baru.. Hehehee..
Q : Darimana kira-kira data tentang nama pemilik nomor Hp pasca bayar lengkap dengan data tagihannya dapat diperoleh selain dari si-empunya nomor?
A : Dari Provider
Ada yang punya pendapat / penjelasan lain?
Q : Apa yang ada dipikiran kamu saat orang yang sedang dekat dengan kamu (lawan jenis) meminta kamu temani hingga larut malam di kamar tempatnya menginap atau meminta connecting room antara kamar dia & kamar tempat kamu menginap?
A : He / She wants an intimate encounter
Ada yang punya pendapat / penjelasan lain?
A : Dari Provider
Ada yang punya pendapat / penjelasan lain?
Q : Apa yang ada dipikiran kamu saat orang yang sedang dekat dengan kamu (lawan jenis) meminta kamu temani hingga larut malam di kamar tempatnya menginap atau meminta connecting room antara kamar dia & kamar tempat kamu menginap?
A : He / She wants an intimate encounter
Ada yang punya pendapat / penjelasan lain?
Nyebahi means..
Annoying (in English)
Mbencekno (Suroboyo-an)
Menyebalkan (Bahasa Indonesia)
Njelehi (Bahasa Jawa umum) --> Info dari Mbak Ida
Nyengiti (Bahasa Jawa versi Tegal) --> Info dari Mbak Wied
Ennuyant (in French)
Molesto (in Spanish)
Kutukupret (in Balinese, versi Kak Uth :)) )
Gedeg (Bahasa Bali, versi yang bener :D )
Ada ide lain? ;;)
Annoying (in English)
Mbencekno (Suroboyo-an)
Menyebalkan (Bahasa Indonesia)
Njelehi (Bahasa Jawa umum) --> Info dari Mbak Ida
Nyengiti (Bahasa Jawa versi Tegal) --> Info dari Mbak Wied
Ennuyant (in French)
Molesto (in Spanish)
Kutukupret (in Balinese, versi Kak Uth :)) )
Gedeg (Bahasa Bali, versi yang bener :D )
Ada ide lain? ;;)
Belakangan ini, sejak posting "Break the Rules" di upload, ada permintaan untuk hapus postingannya. Orang yang minta posting tersebut dihapus adalah temenku yang aku sebut di posting. Dia bilang :
"kalopun kamu merasa jujur dlm menulis opinimu, itu blom tentu benar. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan karena benarmu adalah subjektif, aku sendiri akan setuju dan mendukung opinimu itu, jika memang kenyataannya begitu. Tapi yang kamu gambarkan tentang temanmu itu blom tentu benar bahwa dia memang begitu kan? Jadi lebih baik dihapus aja supaya tdk menjadikan fitnah"
Well, kayanya aku harus ngelurusin beberapa hal :
Hah.. yang bener aja.. Yang bikin dia terempas ke derajat serendah-rendahnya kan kelakuan dia sendiri to? Kebetulan aja aku share kelakuannya ke orang lain lewat Blog. Jangan-jangan kalau ga di-share, dia ga akan nyadar bahwa kelakuan dia (terutama yang mbobol data customer) itu udah bisa dituntut hukum.
& aku cuma kupas 3 kelakuan. Aku juga ga pengen judge dia dari 3 kelakuannya itu tok. Sama sekali ga. Aku yakin, dia masih punya kebaikan-kebaikan yang lain kaya' : baik, kalau bicara sopan, rajin shalat, suka ngasih oleh2 aku kalau pas jalan (itu yang aku tahu lho ya.. kebaikan-kebaikan lain yang aku belum explore ya pasti ada lah & pasti ga sedikit juga). Yaa.. namanya orang kan pasti punya sisi baik dan sisi buruk.
Cuman kebetulan emang, first impression dia ke aku 3 kelakuan dia yang break the rules itu :p Apes emang.. Apalagi aku model orang yang kalau udah kecentok, susah baliknya. Dendaman kali ya? ;)) Inget terus sama dosa-dosanya yang nyakitin. Tapi once again, aku berusaha ga trus nutup mata, aku justru berusaha keep my eyes open, selebar-lebarnya, untuk cari tahu kebaikan-kebaikan dia yang lain yang masih terpendam..
So buat "kamu", temenku yang aku singgung di break the rules, kalau kebetulan baca posting yang ini, aku sempat tersinggung dengan kelakuanmu memang.. & aku coba cari tahu lewat posting "break the rules" apa aku ini kelewatan perfect jadi orang atau emang kamu yang udah make a mistake.. & aku cuma bahas 3 hal yang aku kontra aja. Siapa tahu kontranya aku itu ga pada tempatnya alias seharusnya aku pro.. gitu.
& karena aku lama sembuhnya kalau udah kecentok & kebetulan saat ini aku belum sembuh, so segala permintaan untuk hapus posting dengan terpaksa aku tolak..
& sekali lagi posting itu ga berarti menurutku kamu 100% jelek & pantas dibuang ke laut seperti comments beberapa teman :D
Kita lihat kebaikan-kebaikan yang lain & siapa tahu, it will make me like you more! Okay?
"kalopun kamu merasa jujur dlm menulis opinimu, itu blom tentu benar. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan karena benarmu adalah subjektif, aku sendiri akan setuju dan mendukung opinimu itu, jika memang kenyataannya begitu. Tapi yang kamu gambarkan tentang temanmu itu blom tentu benar bahwa dia memang begitu kan? Jadi lebih baik dihapus aja supaya tdk menjadikan fitnah"
Well, kayanya aku harus ngelurusin beberapa hal :
- Posting "break the rules" tersebut mengupas hanya 3 macam kelakuan seseorang (yang kebetulan temenku) yang bener-bener aku lihat & alami. Sekali lagi, aku cuma mengupas 3 kelakuan dia yang kebetulan aku jumpai & menurutku break the rules : nyogok petugas bandara, bobol data customer telkomsel & zina.
- So, kalaupun dari comments yang masuk akhirnya terkesan temanku itu buruk & pantas di buang ke laut, sekali lagi itu pendapat & penilaian teman2 yang udah kasih comments, bukan pendapat & penilaianku.
- Blog adalah nyaris seperti diary online. Apa yang aku rasa, apa yang aku alami, bisa aku tulis di blog & aku sedapat mungkin jujur dengan apa yang aku tulis, apa yang aku rasakan, apa yang aku alami. Dan semua yang aku tulis bisa saja salah & bisa juga betul. Itulah gunanya posting comment, kalau salah bisa diralat, kalau betul bisa juga didukung lewat comments..
- Aku bisa saja hapus sebuah posting, tapi biasanya ada alasan kuat kenapa aku harus hapus posting, terutama kalau itu adalah suatu kejadian yang udah lewat. Mungkin gampang hapus posting, tapi sejarah peristiwa itu ga mungkin bisa diingkari. Dan rasanya kalau aku kudu hapus posting "break the rules", aku belum punya alasan kuat untuk itu kecuali untuk melindungi / menjaga perasaan temenku yang break the rules itu dari opini-opini temen-temen lain yang terkesan kontra dengan apa yang sudah dia lakukan. (But what about my feeling?). Padahal, temen-temen yang posting comments itu bahkan ga tahu, temenku yang mana yang udah break the rules? Yang tahu ya dia sendiri kan? Mbak Ida yang aku mintain pendapat (mbak Ida ga tahu nama temenku yang break the rules itu) bilang : "nek ta kiro dia (deep down inside his heart) masih ngerasa dia benar, makanya dia mau posting itu dihapus, karena makin banyak yang kontra sama dia, makin keinjek-injek harga dirinya. Soalnya anehnya, kalo gak ada nama inisial ato apa, ngapain sewot? Kan ga disebut nama bahkan inisial juga gak ada. Gak ada orang yang tahu"
Hah.. yang bener aja.. Yang bikin dia terempas ke derajat serendah-rendahnya kan kelakuan dia sendiri to? Kebetulan aja aku share kelakuannya ke orang lain lewat Blog. Jangan-jangan kalau ga di-share, dia ga akan nyadar bahwa kelakuan dia (terutama yang mbobol data customer) itu udah bisa dituntut hukum.
& aku cuma kupas 3 kelakuan. Aku juga ga pengen judge dia dari 3 kelakuannya itu tok. Sama sekali ga. Aku yakin, dia masih punya kebaikan-kebaikan yang lain kaya' : baik, kalau bicara sopan, rajin shalat, suka ngasih oleh2 aku kalau pas jalan (itu yang aku tahu lho ya.. kebaikan-kebaikan lain yang aku belum explore ya pasti ada lah & pasti ga sedikit juga). Yaa.. namanya orang kan pasti punya sisi baik dan sisi buruk.
Cuman kebetulan emang, first impression dia ke aku 3 kelakuan dia yang break the rules itu :p Apes emang.. Apalagi aku model orang yang kalau udah kecentok, susah baliknya. Dendaman kali ya? ;)) Inget terus sama dosa-dosanya yang nyakitin. Tapi once again, aku berusaha ga trus nutup mata, aku justru berusaha keep my eyes open, selebar-lebarnya, untuk cari tahu kebaikan-kebaikan dia yang lain yang masih terpendam..
So buat "kamu", temenku yang aku singgung di break the rules, kalau kebetulan baca posting yang ini, aku sempat tersinggung dengan kelakuanmu memang.. & aku coba cari tahu lewat posting "break the rules" apa aku ini kelewatan perfect jadi orang atau emang kamu yang udah make a mistake.. & aku cuma bahas 3 hal yang aku kontra aja. Siapa tahu kontranya aku itu ga pada tempatnya alias seharusnya aku pro.. gitu.
& karena aku lama sembuhnya kalau udah kecentok & kebetulan saat ini aku belum sembuh, so segala permintaan untuk hapus posting dengan terpaksa aku tolak..
& sekali lagi posting itu ga berarti menurutku kamu 100% jelek & pantas dibuang ke laut seperti comments beberapa teman :D
Kita lihat kebaikan-kebaikan yang lain & siapa tahu, it will make me like you more! Okay?
Subuh-subuh mbak Nana sms, nanya kabar (pas aku juga lagi kumat migrain :( ). Mbak Nana cerita tentang Aditya (aku panggilnya Deded) yang udah kelar persidangan kemarin, diputus cerai jadinya. 3 anaknya semua ikut Ika, mantan istrinya & sekarang Deded lagi sibuk ngurus pembagian harta gono-gini, rumah mobil etc. Kata mbak Nana, "Lha dulu pas kuliah si Ika itu ngejar-ngejar Deded, sekarang giliran udah married, udah mapan, udah punya anak 3, ada the other man yang lebih keren lebih kaya dsb.. malah ninggal suami".
Yaah.. namanya juga hidup. Dan manusia kadang suka lupa, selalu nengadah ke atas & lupa nunduk ke bawah. Selalu melihat rumput tetangga & ga ngurusin rumput di halaman sendiri..
Moga-moga Deded sabar deh & bisa lebih dewasa & bijak menghadapi hidup. Life must go on, hidup ga berakhir cuma sampai disini aja. Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buat dia yang harus dia kerjakan. C'mon.. aku aja yang bertahun-tahun being single parent bisa enjoy kok!
BTW aku jadi inget lagunya Duncan James. Kayanya bakalan jadi lagu kebangsaannya Deded nih!
Yaah.. namanya juga hidup. Dan manusia kadang suka lupa, selalu nengadah ke atas & lupa nunduk ke bawah. Selalu melihat rumput tetangga & ga ngurusin rumput di halaman sendiri..
Moga-moga Deded sabar deh & bisa lebih dewasa & bijak menghadapi hidup. Life must go on, hidup ga berakhir cuma sampai disini aja. Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buat dia yang harus dia kerjakan. C'mon.. aku aja yang bertahun-tahun being single parent bisa enjoy kok!
BTW aku jadi inget lagunya Duncan James. Kayanya bakalan jadi lagu kebangsaannya Deded nih!
...
Love, has left you rejected
You, put up your defences
Now, your heart’s been tried and tested
Now you join the land of broken dreams
No good wishing for what could’ve been
Sooner or later you’re gonna wake up and find what your looking for
Like a diamond washed up on the shore
In the meantime you’re feeling like you’re lost without a friend
Sooner or later you’re gonna love again
Sooner or later you’re gonna love again
Don’t be scared of your shadow
You can’t hide from your sorrow
...
Love, has left you rejected
You, put up your defences
Now, your heart’s been tried and tested
Now you join the land of broken dreams
No good wishing for what could’ve been
Sooner or later you’re gonna wake up and find what your looking for
Like a diamond washed up on the shore
In the meantime you’re feeling like you’re lost without a friend
Sooner or later you’re gonna love again
Sooner or later you’re gonna love again
Don’t be scared of your shadow
You can’t hide from your sorrow
...
winter snow is falling down
children laughing all around
lights are turning on
like a fairy tale come true
sitting by the fire we made
you're the answer when i prayed
i would find someone
and baby i found you
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift
watching as you softly sleep
what i'd give if i could keep
just this moment
if only time stood still
but the colors fade away
and the years will make us grey
but baby in my eyes
you'll still be beautiful
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
i can't find the words to say
that i'm thankful every day
for the gift
children laughing all around
lights are turning on
like a fairy tale come true
sitting by the fire we made
you're the answer when i prayed
i would find someone
and baby i found you
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift
watching as you softly sleep
what i'd give if i could keep
just this moment
if only time stood still
but the colors fade away
and the years will make us grey
but baby in my eyes
you'll still be beautiful
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift
all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
i can't find the words to say
that i'm thankful every day
for the gift
By : Jim Brickman
Dari posting Bullbo-nya Mbak Lioni : Untuk semua teman2ku yang punya anak : Kecerdasan Emosional alias EQ!
Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).
Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?
Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian kuantitatif.
Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman- temannya.
"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar... pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hafalannya banyaaak... sekali!"
Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"
Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".
Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya Fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.
Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang mulai?"
Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ... Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".
Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya!
"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku di rumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..."
Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.
Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.
Kadang kita merasa rendah diri manakah anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.
Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.
Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?
Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian kuantitatif.
Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman- temannya.
"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar... pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hafalannya banyaaak... sekali!"
Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"
Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".
Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya Fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.
Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang mulai?"
Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ... Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".
Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya!
"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku di rumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..."
Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.
Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.
Kadang kita merasa rendah diri manakah anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.
Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.
Aku punya teman... (ah ah ah..) :p Halahh, kata pembukanya kok ya lagu yang satu itu ;)) Tapi emang bener, aku punya temen, cowok, yang menurutku tiap ada kesempatan dia bisa memanfaatkan kesempatan itu sedemikan rupa & acap kali "breaking the law" without any guilty feeling.. Kali saking biasanya ya? Jadi udah kebal.
Ambil contoh, dia bisa dengan enteng dan tanpa malu-malu apalagi sungkan 'merayu' penjaga pintu masuk bandara buat mengijinkan pengantar masuk ke area check in bandara tanpa membayar tiket peron , padahal berapa sih harga tiket peron?
Contoh kedua, dia bisa dengan gampang memanfaatkan temannya yang kebetulan kerja di telkomsel untuk cari tahu data customer, misalnya untuk tahu nama pemilik nomor ponsel yang kebetulan masuk ke ponsel dia, lengkap dengan berapa jumlah tagihan & ke alamat mana tagihan itu dikirimkan. Mungkin juga bisa sampai ke rincian percakapan.. Hueeekkzzzz... aku jadi pengen muntah. Ini jelas-jelas pelanggaran kerahasiaan data customer yang seharusnya dipegang teguh oleh semua staff telkomsel! Bisa dituntut tuh!
Contoh ketiga, dia juga pernah (entah berapa kali, dia ngakunya sih ga sering) 'doing that'.. ML, make love (pastilah free sex, sex before marriage karena dia nih statusnya single, belon pernah married). Nah yang satu ini jelas-jelas melanggar hukum agama manapun..
Dia berkilah bahwa dia ga breaking the law.. Dia cuman memanfaatkan kesempatan. O.. iya lah, kesempatan bahwa kebetulan petugas bandara bisa disogok, kesempatan ada temen yang mau breaking the rules-nya telkomsel untuk menjaga data customer & manfaatin kesempatan mumpung ceweknya juga punya kadar keimanan cekak & bisa dimanfaatin buat ngerasain kenikmatan duniawi (tanpa mikirin azab neraka), zina..
Meskipun dia bilang dia ga breaking the law, menurutku dia absolutely, jelas-jelas, breaking the law. Kalau mayoritas manusia Indonesia ini punya kebiasaan break the law tanpa punya perasaan bersalah, wah pantas aja Indonesia ga maju-maju. Mental rakyatnya bobrok semua. Mental ndeso. Coba, mana ada orang di Amrik atau di negara-negara maju di Eropa sana yang dengan enteng break the law seperti temenku itu, nyogok etc (kalau zina mah disana semua zina kaleee..), pasti juarang buanget! Bisa-bisa urusannya panjang sama polisi & hukum disana yang terkenal bener-bener ditegakkan!
Aku sendiri dari kecil ditanamkan nilai-nilai taat hukum (hukum apapun) & kedisiplinan meskipun ortuku bukan ABRI. Akibatnya aku ga bisa kalau disuruh break the rules.. break the law.. Pasti bakalan ada rasa bersalah yang sangat-sangat besar. Jadi giliran nemu orang ajaib kaya model temanku, ngerasain & ngelihat dengan mata kepala sendiri, aku jadi ngerasa ga nyaman banget. Ga mau deket-deket orang macam dia!
Aku tahu itu break the law, melanggar hukum & aku ngerasa bersalah meskipun aku ga melakukan. Tapi eee.. dianya tenang-tenang aja tuh. Aku jadi mikir, aduh jangan sampe deh orang kaya dia jadi jodohku, & jangan sampe deh Aca juga punya kelakuan kaya dia! Bener-bener bisa bikin hidupku ga bakal tenang kalau punya suami kaya dia! Amit-amit! Soalnya menurutku, apa jaminannya dia cuman melakukan hal-hal seperti di atas cuman satu kali dalam hidupnya? Ambil contoh perbuatan zina-nya, aku kok punya keyakinan, sekali dia udah pernah ngerasain itu, dia sudah tahu enaknya & tiap ada kesempatan (punya girl friend yang mau diajak ngelakuin itu), dia pasti akan melakukan itu lagi (kecuali dia udah bener-bener bertobat!). Itu juga nunjukin kadar keimanan dia cekak! Shalat nungging-nungging, tapi ngelakuin perbuatan terkutuk satu itu rajin juga :p
Well, apakah ada teman-teman yang berpendapat lain dari aku (yaitu bahwa dia breaking the law)? Punya pendapat sama dengan dia misalnya? Ataw aku yang terlalu parno ataw perfect jadi orang?
Please drop me a comment. I'll really appriaciate it! Thanks..
Ambil contoh, dia bisa dengan enteng dan tanpa malu-malu apalagi sungkan 'merayu' penjaga pintu masuk bandara buat mengijinkan pengantar masuk ke area check in bandara tanpa membayar tiket peron , padahal berapa sih harga tiket peron?
Contoh kedua, dia bisa dengan gampang memanfaatkan temannya yang kebetulan kerja di telkomsel untuk cari tahu data customer, misalnya untuk tahu nama pemilik nomor ponsel yang kebetulan masuk ke ponsel dia, lengkap dengan berapa jumlah tagihan & ke alamat mana tagihan itu dikirimkan. Mungkin juga bisa sampai ke rincian percakapan.. Hueeekkzzzz... aku jadi pengen muntah. Ini jelas-jelas pelanggaran kerahasiaan data customer yang seharusnya dipegang teguh oleh semua staff telkomsel! Bisa dituntut tuh!
Contoh ketiga, dia juga pernah (entah berapa kali, dia ngakunya sih ga sering) 'doing that'.. ML, make love (pastilah free sex, sex before marriage karena dia nih statusnya single, belon pernah married). Nah yang satu ini jelas-jelas melanggar hukum agama manapun..
Dia berkilah bahwa dia ga breaking the law.. Dia cuman memanfaatkan kesempatan. O.. iya lah, kesempatan bahwa kebetulan petugas bandara bisa disogok, kesempatan ada temen yang mau breaking the rules-nya telkomsel untuk menjaga data customer & manfaatin kesempatan mumpung ceweknya juga punya kadar keimanan cekak & bisa dimanfaatin buat ngerasain kenikmatan duniawi (tanpa mikirin azab neraka), zina..
Meskipun dia bilang dia ga breaking the law, menurutku dia absolutely, jelas-jelas, breaking the law. Kalau mayoritas manusia Indonesia ini punya kebiasaan break the law tanpa punya perasaan bersalah, wah pantas aja Indonesia ga maju-maju. Mental rakyatnya bobrok semua. Mental ndeso. Coba, mana ada orang di Amrik atau di negara-negara maju di Eropa sana yang dengan enteng break the law seperti temenku itu, nyogok etc (kalau zina mah disana semua zina kaleee..), pasti juarang buanget! Bisa-bisa urusannya panjang sama polisi & hukum disana yang terkenal bener-bener ditegakkan!
Aku sendiri dari kecil ditanamkan nilai-nilai taat hukum (hukum apapun) & kedisiplinan meskipun ortuku bukan ABRI. Akibatnya aku ga bisa kalau disuruh break the rules.. break the law.. Pasti bakalan ada rasa bersalah yang sangat-sangat besar. Jadi giliran nemu orang ajaib kaya model temanku, ngerasain & ngelihat dengan mata kepala sendiri, aku jadi ngerasa ga nyaman banget. Ga mau deket-deket orang macam dia!
Aku tahu itu break the law, melanggar hukum & aku ngerasa bersalah meskipun aku ga melakukan. Tapi eee.. dianya tenang-tenang aja tuh. Aku jadi mikir, aduh jangan sampe deh orang kaya dia jadi jodohku, & jangan sampe deh Aca juga punya kelakuan kaya dia! Bener-bener bisa bikin hidupku ga bakal tenang kalau punya suami kaya dia! Amit-amit! Soalnya menurutku, apa jaminannya dia cuman melakukan hal-hal seperti di atas cuman satu kali dalam hidupnya? Ambil contoh perbuatan zina-nya, aku kok punya keyakinan, sekali dia udah pernah ngerasain itu, dia sudah tahu enaknya & tiap ada kesempatan (punya girl friend yang mau diajak ngelakuin itu), dia pasti akan melakukan itu lagi (kecuali dia udah bener-bener bertobat!). Itu juga nunjukin kadar keimanan dia cekak! Shalat nungging-nungging, tapi ngelakuin perbuatan terkutuk satu itu rajin juga :p
Well, apakah ada teman-teman yang berpendapat lain dari aku (yaitu bahwa dia breaking the law)? Punya pendapat sama dengan dia misalnya? Ataw aku yang terlalu parno ataw perfect jadi orang?
Please drop me a comment. I'll really appriaciate it! Thanks..
Whoa.. Lama banget ga posting blog. Belakangan ini emang mayan bz. Belum lagi ditambah acara sakit 2 minggu penuh & kudu bedrest.
Aku sengaja ngoprak blog lama & aku ganti 'le-ot'-nya pake le-ot baru. Ilfeel banget liat template yang emang udah pasaran gitu. Meskipun udah ditambahin content macem-macem (weather, quote of the day etc) teteup aja ga bagus. Mana temenku yang itungannya lebih gaptek ketimbang aku bilang : kok masih gitu-gitu aja 'le-ot'-nya? Halahh.. padahal dia baru belajar nge-blog kemaren & dia juga make le-ot yang sama ma aku. Ga ada le-ot laen pa gimana? Tapi kali aja selera dia emang sama ma seleraku. So, giliran nemu le-ot baru, wuaaa... dengan senang hati aku buru-buru ngoprak blog. Tampil beda lah.. Lebih keren lagi! Aniwei, I should say thanks so much to Richoz, karena dialah yang ngenalin Blog ke aku & ngomporin aku buat bikin Blog. My first Blog (kupubiru) juga dibuatin Richoz.. (luph u pren! Hope evrythin' alwayz goin' great for you) & abis itu pelan-pelan aku belajar ngoprak blog sendiri.. "Chozz... Aku dah bisa sekarang!"
Banyak yang beda di awal tahun ini.. new year, new life. Status baru, ga single lagi (bosen juga single mulu), meskipun belum sampai married (lagi), tapi pikiran kesana udah ada. Emang sempet eneg juga tiap mami nanyain kapan married lagi. Aku sebenarnya udah males make a long relationship, udah nyaman sendiri & being single parents. Aku mampu kok & so far, ga ada kendala berarti. Tapi mami selalu ngingetin, mungkin buat aku ga penting buat punya keluarga yang utuh lagi, tapi buat Aca lain lagi. Dia perlu tumbuh dalam suasana lengkap ada ayah-ibu.. Well, benar juga sih, tapi aku ga bikin married lagi ini jadi prioritas. Teteup aja karier & rencana S3-ku yang aku utamain. Masalah married buat aku sih, se-dikasihNya aja. & giliran dia datang, aku nyantai-nyantai aja. & aku emang ngerasa, beda banget gaya pacaran & pdkt aku & dia sekarang ketimbang jaman aku pacaran sama alm. suamiku dulu.. Sekarang jauh lebih tenang & lebih nginjak bumi, apa adanya, ga ada 'jaim-jaim'-an.
& aku cenderung nyantai. Mungkin karena aku sekarang sebenarnya ga butuh-butuh banget punya relationship & soulmate. Di sisi lain aku belajar dari pengalaman temen aku yang mungkin saking udah pengen married, begitu punya temen yang posisi & kerjaannya bagus dikit & tampang lumayan & kebetulan juga dia baik & ramah, dia bisa ngartiin jauh bahwa si cowo itu naksir dia.. (Mungkin juga karena temen aku tuh polos banget, seperti misalnya kalau cowo-nya bilang dear di awal e-mail, dia artiin : sayang. Padahal kalau aku kirim e-mail ke Professor-ku juga pake Dear Prof. Lha apa aku juga jatuh hati & bilang 'Prof sayang' ke Professorku? Ya ga lah! Atw kalau cowo-nya bilang take care, dia artiin itu sebagai suatu bentuk perhatian lebih untuk hati-hati / jaga diri.. padahal setahuku take care itu sapaan umum & wajar untuk closing a conversation after we said goodbye) Padahal ternyata si cowo itu emang model cowo yang super duper ramah & ga bermaksud naksir temen aku itu :p So, boleh dibilang temen aku itu keGR-an banget & giliran si cowo itu naksir cewe yang lain (& bikin poem di blognya tentang cewe yang dia suka & perasaannya), temenku ngira dialah si cewe itu & dengan gagah berani dia sms si cowo dengan bilang : alangkah bahagianya aku bila aku adalah wanita itu, aku berjanji akan membahagiakanmu seumur hidupku..
Hueeekkkzzz... Dangdut amat! Ya jelas aja cowonya jadi kaget bukan main. Orang emang bukan temenku itu yang dia maksut :p Alhasil, dia buru-buru hapus semua posting blog-nya & dia kasih pengumuman di blog kaya gini :
Warm regards,
'Mr. X'
Halahh.. kalau aku jadi temenku itu, wah rasanya muka kaya digampar kalee.. hari terasa tertohok : jep jep jep.. :p Tapi emang sejak saat itu, temenku itu jadi cenderung berhati-hati & ga heboh seperti jaman fall in love kemarin :p Mungkin karena emang lagi jomblo, ya tenang-tenang aja ;))
Aku belajar dari pengalaman temanku. Tapi memang dari awal aku punya intuisi, si cowo itu emang ga naksir temenku.. cuman temenku itu aja yang ga caya. Sampai sekarang aku selalu pake intuisi untuk menilai teman, terutama lawan jenis, terutama yang punya spesial relationship ma aku.
Makanya giliran "dia" nongol & mau terima aku & aca apa adanya, ya udah.. we'll see. Meskipun pikiran buat lebih serius (ke married) ada, aku ga terlalu punya ambisi kesana. Aku lebih mikirin persiapan ke Bangkok & S3. Itu yang didepan mata banget soalnya. Tentang relationshipku, itu bisa sambil jalan..
Aku juga planning beli laptie baru, rekomendasi dia" sih Fujitsu, Toshiba atau Acer atau Lenovo, tapi aku abis baca review-nya Benq S31-W03 & so far "A" belum bisa ngasih review laptie lain yang bisa nandingin Benq-ku.
Hari ini mayan sibuk, meskipun KRS udah kelar dari kemarin, sibuk jalan maxutnya.. ;)) Biasalah sie sosial, kudu mau jalan kalau ada anggota bagian, rekan sekantor yang lagi sakit, kudu jenguk. Semoga B. Ita ntar mau nemenin jalan, ga seru kalau ga ada dia. Hari ini kudu jenguk P. Pur yang kena stroke di panti rapih & P. Broto di ndlemnya, abis yudisium sekitar jam setengah 12.
BTW barusan ada komplain dari seorang temen ( atw tuduhan ya? X-( ) yang bilang aku sms dia tgl 5 (pas banjir jakarta lagi gede-gedenya), pake nomor halo. Hayyaahh.. ini lagi. Membuka luka lama. Nomor itu emang banyak dikomplen belakangan ini, aktif, bisa masuk, tapi di telp / di sms ga dijawab.. banyak yang protes, kok aku jadi sombong & sejak kapan ga mau balas nelpon atw sms. Hueekkzz.. So annoying!
Aku sampai 'judeg' ngurusinnya, nomor itu emang sempat ilang, baru kemarin siang balik (nomornya) & sekarang terpaksa aku pasang di Hp jelek (motorolla yang dulu pas beli harganya cuman 500rb-an). So mestinya yang ditelpon atau di sms itu bukan diriku lah yaww.. Aku dah komplen pokokna.
BTW, kenapa aku jadi keinget Bang Rez & Ode ya? Kemarin aku mayan cerewet buat ngingetin supaya ga pernah lupa makein autan / sofell ke Ode karena sekarang lagi musim DB & Bang Rez buru-buru jawab : "iya iya.." :p sebel kali dia aku bawelin. I miss Ode so much. Kadang sebel kalau lagi bz dia nongol & nyapa : "tanteeeeeeeee........................" Pake font segede-gede gajah, ngajak maen game pula :p Tapi dia cuman Ode, anak kelas 5 SD, imut lucu ndut yang tiap hari bisa bikin bapaknya stress ;)) Ntar deh abis gini aku sms-nya.
Aku sengaja ngoprak blog lama & aku ganti 'le-ot'-nya pake le-ot baru. Ilfeel banget liat template yang emang udah pasaran gitu. Meskipun udah ditambahin content macem-macem (weather, quote of the day etc) teteup aja ga bagus. Mana temenku yang itungannya lebih gaptek ketimbang aku bilang : kok masih gitu-gitu aja 'le-ot'-nya? Halahh.. padahal dia baru belajar nge-blog kemaren & dia juga make le-ot yang sama ma aku. Ga ada le-ot laen pa gimana? Tapi kali aja selera dia emang sama ma seleraku. So, giliran nemu le-ot baru, wuaaa... dengan senang hati aku buru-buru ngoprak blog. Tampil beda lah.. Lebih keren lagi! Aniwei, I should say thanks so much to Richoz, karena dialah yang ngenalin Blog ke aku & ngomporin aku buat bikin Blog. My first Blog (kupubiru) juga dibuatin Richoz.. (luph u pren! Hope evrythin' alwayz goin' great for you) & abis itu pelan-pelan aku belajar ngoprak blog sendiri.. "Chozz... Aku dah bisa sekarang!"
Banyak yang beda di awal tahun ini.. new year, new life. Status baru, ga single lagi (bosen juga single mulu), meskipun belum sampai married (lagi), tapi pikiran kesana udah ada. Emang sempet eneg juga tiap mami nanyain kapan married lagi. Aku sebenarnya udah males make a long relationship, udah nyaman sendiri & being single parents. Aku mampu kok & so far, ga ada kendala berarti. Tapi mami selalu ngingetin, mungkin buat aku ga penting buat punya keluarga yang utuh lagi, tapi buat Aca lain lagi. Dia perlu tumbuh dalam suasana lengkap ada ayah-ibu.. Well, benar juga sih, tapi aku ga bikin married lagi ini jadi prioritas. Teteup aja karier & rencana S3-ku yang aku utamain. Masalah married buat aku sih, se-dikasihNya aja. & giliran dia datang, aku nyantai-nyantai aja. & aku emang ngerasa, beda banget gaya pacaran & pdkt aku & dia sekarang ketimbang jaman aku pacaran sama alm. suamiku dulu.. Sekarang jauh lebih tenang & lebih nginjak bumi, apa adanya, ga ada 'jaim-jaim'-an.
& aku cenderung nyantai. Mungkin karena aku sekarang sebenarnya ga butuh-butuh banget punya relationship & soulmate. Di sisi lain aku belajar dari pengalaman temen aku yang mungkin saking udah pengen married, begitu punya temen yang posisi & kerjaannya bagus dikit & tampang lumayan & kebetulan juga dia baik & ramah, dia bisa ngartiin jauh bahwa si cowo itu naksir dia.. (Mungkin juga karena temen aku tuh polos banget, seperti misalnya kalau cowo-nya bilang dear di awal e-mail, dia artiin : sayang. Padahal kalau aku kirim e-mail ke Professor-ku juga pake Dear Prof. Lha apa aku juga jatuh hati & bilang 'Prof sayang' ke Professorku? Ya ga lah! Atw kalau cowo-nya bilang take care, dia artiin itu sebagai suatu bentuk perhatian lebih untuk hati-hati / jaga diri.. padahal setahuku take care itu sapaan umum & wajar untuk closing a conversation after we said goodbye) Padahal ternyata si cowo itu emang model cowo yang super duper ramah & ga bermaksud naksir temen aku itu :p So, boleh dibilang temen aku itu keGR-an banget & giliran si cowo itu naksir cewe yang lain (& bikin poem di blognya tentang cewe yang dia suka & perasaannya), temenku ngira dialah si cewe itu & dengan gagah berani dia sms si cowo dengan bilang : alangkah bahagianya aku bila aku adalah wanita itu, aku berjanji akan membahagiakanmu seumur hidupku..
Hueeekkkzzz... Dangdut amat! Ya jelas aja cowonya jadi kaget bukan main. Orang emang bukan temenku itu yang dia maksut :p Alhasil, dia buru-buru hapus semua posting blog-nya & dia kasih pengumuman di blog kaya gini :
Ooops...
This page is closed temporarily to prevent from any misunderstanding that may occur from the presentations. Sorry for inconvenience.
Warm regards,
'Mr. X'
Halahh.. kalau aku jadi temenku itu, wah rasanya muka kaya digampar kalee.. hari terasa tertohok : jep jep jep.. :p Tapi emang sejak saat itu, temenku itu jadi cenderung berhati-hati & ga heboh seperti jaman fall in love kemarin :p Mungkin karena emang lagi jomblo, ya tenang-tenang aja ;))
Aku belajar dari pengalaman temanku. Tapi memang dari awal aku punya intuisi, si cowo itu emang ga naksir temenku.. cuman temenku itu aja yang ga caya. Sampai sekarang aku selalu pake intuisi untuk menilai teman, terutama lawan jenis, terutama yang punya spesial relationship ma aku.
Makanya giliran "dia" nongol & mau terima aku & aca apa adanya, ya udah.. we'll see. Meskipun pikiran buat lebih serius (ke married) ada, aku ga terlalu punya ambisi kesana. Aku lebih mikirin persiapan ke Bangkok & S3. Itu yang didepan mata banget soalnya. Tentang relationshipku, itu bisa sambil jalan..
Aku juga planning beli laptie baru, rekomendasi dia" sih Fujitsu, Toshiba atau Acer atau Lenovo, tapi aku abis baca review-nya Benq S31-W03 & so far "A" belum bisa ngasih review laptie lain yang bisa nandingin Benq-ku.
Hari ini mayan sibuk, meskipun KRS udah kelar dari kemarin, sibuk jalan maxutnya.. ;)) Biasalah sie sosial, kudu mau jalan kalau ada anggota bagian, rekan sekantor yang lagi sakit, kudu jenguk. Semoga B. Ita ntar mau nemenin jalan, ga seru kalau ga ada dia. Hari ini kudu jenguk P. Pur yang kena stroke di panti rapih & P. Broto di ndlemnya, abis yudisium sekitar jam setengah 12.
BTW barusan ada komplain dari seorang temen ( atw tuduhan ya? X-( ) yang bilang aku sms dia tgl 5 (pas banjir jakarta lagi gede-gedenya), pake nomor halo. Hayyaahh.. ini lagi. Membuka luka lama. Nomor itu emang banyak dikomplen belakangan ini, aktif, bisa masuk, tapi di telp / di sms ga dijawab.. banyak yang protes, kok aku jadi sombong & sejak kapan ga mau balas nelpon atw sms. Hueekkzz.. So annoying!
Aku sampai 'judeg' ngurusinnya, nomor itu emang sempat ilang, baru kemarin siang balik (nomornya) & sekarang terpaksa aku pasang di Hp jelek (motorolla yang dulu pas beli harganya cuman 500rb-an). So mestinya yang ditelpon atau di sms itu bukan diriku lah yaww.. Aku dah komplen pokokna.
BTW, kenapa aku jadi keinget Bang Rez & Ode ya? Kemarin aku mayan cerewet buat ngingetin supaya ga pernah lupa makein autan / sofell ke Ode karena sekarang lagi musim DB & Bang Rez buru-buru jawab : "iya iya.." :p sebel kali dia aku bawelin. I miss Ode so much. Kadang sebel kalau lagi bz dia nongol & nyapa : "tanteeeeeeeee........................" Pake font segede-gede gajah, ngajak maen game pula :p Tapi dia cuman Ode, anak kelas 5 SD, imut lucu ndut yang tiap hari bisa bikin bapaknya stress ;)) Ntar deh abis gini aku sms-nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact