Showing posts with label Office. Show all posts
Showing posts with label Office. Show all posts
19 April 2009 0 comments

Overtime again

This Sunday I took an overtime again with all of my students in the lab (I have 10 students working on this project). Reza is playing with his friends, attending a music event in Ambarukmo Plaza near my house, so it makes me more comfortable to take this overtime.

And I remember a song by Level 42 with the same title, overtime.. I like that song anyway..


...

Well I've been working on this overtime
you might think that I don't care
but if you look inside this heart of mine
you'll still be there

...


(I posted the lyric on my another blogsite : http://myfavesongslyric.blogspot.com)
21 March 2009 0 comments

Overtime


I get an overtime this weekend, working in the lab supervising my students. Actually they help me to do my & my friend’s project and they can use it for their undergraduate thesis. It seems like I & my friend have to get an overtime again every weekend from now on until June, since the students only have spare time to do this research during weekend.

This weekend is my part, my friend is staying in her house with her beautiful new born baby, Zahra. I think next weekend is her duty to help the students in the lab :D Then I will have time to play with my son..
02 March 2009 6 comments

Research

Bu Anik & aku dua mingguan ini bikin proposal penelitian baru. Dananya lumayan banyak so, semoga saja diterima. Risetnya tentang natural product, arahnya ke sediaan pasta gigi. Bahan yang dipakai macem-macem tanaman obat. Pas milih tanaman obat apa aja yang bakalan dipakai, kami sepakat ga pakai zodia. Meskipun dia termasuk tanaman obat, tapi baunya minta ampun ga enaknya. Kayanya baunya itu yang bikin nyamuk ga suka. Bu Anik nyeletuk, wah kalau pakai zodia sama aja dengan sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampaui. Dengan pakai pasta gigi yang ada kandungan zodia-nya, kita bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab plak gigi sekaligus pengusir nyamuk pas kita tidur dengan mulut terbuka...
Hwahahahaha..
05 January 2009 0 comments

Ke kantor

Siang tadi sekitar jam 10 aku ke kantor, setor muka setelah 6 bulan di negeri orang hehehehe.. Bosku langsung kaget. Beliau bilang : "lho, kok tambah putih? tambah segar? tambah gendut?" Kelihatan banget kalau kerasan di Belanda hahahaha.. Nyaman tinggal disana. Mas Ersta, pas ta ceritain soal itu malah mengiyakan bahwa, menurut penerawangannya (halah), aku emang kayanya ga bakalan balik kesini kelar sekolah & bakalan stay disana. Hmm.. apa karena bakalan punya misua orang Belanda? [-o<

:p

Anyway, hari ini praktis cuma 2 jam di kantor, ngelepas kangen sama temen-temen & ngasih sedikit oleh-oleh. Sempat ketemu Mbak Anne juga, ngelepas kangen & balikin koper yang kemarin dia titipin ke aku. Besok kali bakalan mpe sore :) just as usual.

BTW, pengen juga ketemu pak Mul & temen-temen Diktiers batch 1 yang lagi pada mudik natal di Indo sebelum mereka balik abroad lagi pertengahan bulan ini. Soale, ga bakal bisa ketemu muka lagi at least mpe Juni saat aku kudu balik lagi ke Belanda.
16 December 2008 0 comments

My Prof..

Cees : Sylvie.. how are you? feeling better?
Me : No, I still feel like something knocking on my right head
Cees : Oh no. Maybe you should go to the doctor.
Me : Yes I'd like to, and I'm thinking to get a CT-Scan check, but I'm afraid :(
Cees : I understand. I also feel afraid on the CT-Scan check if I were you. You know, I can accompany you to the doctor.
Me : Oh Thank you, but you don't have to.
Cees : No, it's ok. That's also my job here, as your promotor and also your parents. You can also ask Sandra or Ellen if I'm not here
Me : (huhuhu.. terharu) Thank you very much Prof Cees.
Cees : No problem :) And when will you go back to Indonesia?
Me : on 1 January
Cees : And when will you back here?
Me : On early June
Cees : Oh.. Ok, then tomorrow is our last meet. I hope you suceeded with the extracts :)
Me : Thank you, and I will send you my report during my research in Indonesia
Cees : Yes, off course. Thank you Sylvie (& tanda tangan surat2ku tanpa baca isinya apa :p)
24 April 2008 0 comments

We Can Choose Not To Choose

Sebenarnya kita sadar bahwa hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan dan kita punya pilihan untuk memilih yang baik dan tidak memilih segala sesuatu yang kita rasa tidak baik.


Kaya sekarang ini, banyak banget wacana disekitarku untuk step back, banyak godaan (according to mbak Vit, makin bener jalannya, makin besar & banyak godaannya). Godaanku datang dari Barcelona. Waduh mana tahan kalau yang itu! Dr. Juan lagi-lagi nanyain aku mau ga gabung di risetnya :( Di satu sisi, aku cinta mati sama Belanda (bukan gara-gara Michiel - orang yang satu itu kudu dienyahkan dari masalah ini). Ternyata Pak Mul juga gitu, dapat godaan dari NUS, sampai dibayarin segala sesuatunya buat sowan kesana, tapi beliau milih Belanda gara-gara cinta berat sama Belanda.


Alasan kedua, visaku sudah diurus & form visiting scholarku juga sudah dikirim (aku ntar bakal seruang sama Dr. Ram, DK. 04 :D). Segala sesuatunya berjalan sesuai rel, meskipun seringnya pake tersendat-sendat. Barangkali kami kudu menempatkan diri seolah-olah lagi naik tuk-tuk disepanjang rel-nya Lapindo, dan sometimes kudu turun tangan betulin relnya yang bengkok. Alon-alon waton kelakon. Slowly, but sure.


Alasan ketiga, kami membawa nama UGM, Indonesia, Uni di Belanda yang sudah dengan tangan terbuka lebar menerima kami sebagai student & network dengan Professor yang sudah terjalin baik. Kalau kami akhirnya step back, mau ditaruh mana muka UGM, Indonesia & Uni di Belanda? & bagaimanapun wajarnya alasan kami, pada akhirnya kami tetap akan dapat pandangan sinis penuh tanya plus kening penuh kerut dari orang-orang sekitar, terutama yang ga ngerti masalah dari awal.


Itu tadi masalah pribadi. Masalah non-pribadi yang sekarang jadi pemikiran bersama di kantor juga ada. Judulnya tetep : kami bisa memilih untuk tidak memilih. Alasannya bisa macam-macam, tapi yang pasti semuanya tetap harus dalam konteks meletakkan kepentingan (bahkan perasaan / emosi) pribadi jauh di urutan paling bawah & paling ga dipikirin dan menempatkan kebutuhan kantor secara real dan tepat setinggi-tingginya. Tentu saja pilihan untuk tidak memilih ini selalu ada konsekuensinya, dan mungkin tidak hanya 1 orang yang akan kecewa. Tapi karena balik lagi, kita harus menempatkan kepentingan (baca : kebutuhan) kantor di atas segala kepentingan pribadi / golongan, maka efek mengecewakan 1-2 pribadi rasanya layak untuk diambil. Sekarang mungkin ga enak, tapi kami yakin, kami akan mendapatkan hasil baiknya nanti seiring waktu. Alasan lain, kami tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu. Dulu kami memilih orang yang salah karena pressure disana-sini (orang yang terpilih tersebut pada akhirnya mengeluarkan wacana gender) dan saat ini, meskipun wacana gender harus keluar lagi, tapi demi memilih yang setepat-tepatnya sesuai kebutuhan kantor, kami harus merelakan hal itu terjadi. Kami menyadari bahwa dulu kami seharusnya tidak peduli dengan pressure 1-2 pihak dan cuek dengan wacana gender. Efek dari pilihan kurang tepat itu masih terasa sampai sekarang, dan masih akan berlangsung lama..

Sigh..

Semoga memang yang terbaiklah yang akan terjadi. Bismillah..
18 March 2008 0 comments

Appearing in Indonesia's Horror Movie

Aku, mbak Vitri, Pak Mulyadi & beberapa teman lain sesama dosen di UGM secara ga diduga beramai-ramai lolos casting untuk membintangi salah satu film horor buatan Indonesia. Sekarang ini udah mulai shooting :D Kata mbak Vitri, ini mungkin disebabkan karena tampang kami ini tampang tabah :p

Aku ga tahu kapan kira-kira proses shootingnya selesai, mungkin masih lama banget :p Aku juga ga tahu kapan filmnya bisa launcing :)) Asli, film yang satu ini horor banget, terutama buat pemainnya!
16 January 2008 0 comments

Busy but excited

Banyak banget urusan yang harus diberesin sebelum berangkat :( Paspor biru, deadline buku (padahal masih banyak gambar yang udah aku mintain ijin pake tapi belum confirm sampai detik ini, so terpaksa ga bisa di-upload deh), koreksi ujian akhir (3 mata kuliah, total 500-an mahasiswa), persiapan ngajar setengah semester ke depan, ngelanjutin kursus dutch, belum lagi boss yang tiba-tiba minta aku bikin review yang harus udah jadi dalam waktu seminggu. Tadi aja pas aku baru datang (sekitar jam setengah 8) & baru aja naruh tas (belum sempat duduk) boss langsung nanya : "Sylvie ada rapat ga pagi ini? ada acara?" pas aku bilang ga, boss langsung nyerahin selembar kertas yang isinya intisari penelitian yang harus aku terjemahin ke bahasa Inggris & kudu selesai sebelum jam setengah 9.

Fiuh..

Tapi di sisi lain aku emang excited banget (Akhirnya aku bisa study abroad juga!, ke eropa lagi, impianku dari jaman dulu kala. Paling ga, selain sekolah aku juga bisa jalan-jalan keliling negara-negara di eropa) & kalau aku noleh ke teman-teman di UNUD, bahkan senior-seniorku dulu, jelas banget aku emang melejit melampaui mereka. Bu Es masih S2, Dwi juga masih sibuk sama baby & tugas ngajar seperti biasa, apa lagi Arpiwi yang terkenal jutek di angkatanku masih S2. Well, rasanya seneng aja bisa lebih maju ketimbang mereka. Kalau pembandingnya UNUD memang aku masih leading, tapi kalau pembandingnya UGM, aku termasuk pas untuk mulai sekolah lagi sekarang, ga kelamaan, kecepetan juga ga.

BTW tadi mbak Vitri sms, nanyain visanya ntar single atau multiple. Aku jadi rada bingung, maksute apa sih? Bawa dependant apa sendiri gitu? Ternyata maksud dia, kalau visanya single ga bisa jalan-jalan keliling eropa (halah.. ternyata belum-belum yang ngayal bisa jalan-jalan keliling eropa ga cuma aku hehehe..), kalau multiple bisa. Istilahnya schengen. Mungkin maksut mbak Vitri tuh, kalo kita pake visa schengen kan bisa dipake buat mampir2 ke negara2 schengen & dia kuatir kalau visanya ternyata single yang berarti kita ga bakalan bisa mampir-mampir. Tapi tetep aja aku rada bingung, so aku kirim email ke dia (kalo pake sms, bisa panjang buanget) & bilang gini :

"Mbak, as far as I know, visa schengen tuh visa untuk tinggal sebentar di negara-negara schengen (the Netherlands, Belgium, Luxemburg, Germany, France, Italy, Spain, Portugal, Austria, Greece, Denmark, Finland, Sweden, Norway & Iceland), in other words, visa itu buat jalan-jalan alias visa short stay alias visa holiday. Nah kita kan long stay, so kita pake yang namanya MVV (Machtiging Voorlopig Verblijf) alias Authorisation for Temporary Stay.

MVV yang ngurusin uni, jadi kita kudu kirim files yang isinya antara lain copy student passport (paspor biru)-semua halaman dll ke uni untuk dibuatin MVV, biayanya sekitar € 433. Ntar kalau udah jadi, MVV-nya dikirim ke kita & kita pake sebagai ijin masuk ke belanda pas di imigrasi. Abis nyampe di belanda, kita kudu segera mengurus residence permit for study alias VTV (Vergunning tot Verblijf) di Alien Registration Office, biayanya sekitar € 430."

Baru abis itu dia mudenk :D So kesimpulannya, tetep bisa jalan-jalan kok, tenang aja.. Pokoke wajib ke Jerman, Perancis, Italia, Austria, Yunani & Spanyol.. eman-eman kan bahasa spanyol-ku kalo ga dipraktekin langsung.. hehehe..





19 December 2007 0 comments

Internet Connection

Udah dari Senin internet (Wifi & LAN) di kantor wafat. What a wonderful news :( ! Padahal aku lagi perlu keep in contact sama Prof-ku & kirim email asking for images permission buat my upcoming book.

Pagi-pagi pas aku baru datang, baru aja naruh laptop & tas di meja, asisten lab-ku dengan gembiranya ngabarin kalau koneksi internetnya udah sembuh. Thanks God, aku ga perlu ngungsi ke pascasarjana buat nyari hotspot. Tapi baru 2 jam dipake, koneksi internetnya koma lagi :(

Barusan call mas Heri IT. Dia bilang sih koneksinya lagi turun aja, ga wafat kaya kemarin Senin & switchnya juga belum dibeliin sama kantor. Sekarang ini bisa hidup juga karena “di-itik-itik” :p Aku spontan nyeletuk : “ya, buruan “di-itik-itik” lagi gih sana! :p Otherwise, aku emang kudu ngungsi ke pasca nih :(
29 October 2007 0 comments

What a Bunch of Work!

:(

Okay, lets do it one by one.. and see what gonna happens.
27 August 2007 0 comments

Childish

Seniorku yang kemarin aku tulis di blog gara-gara bertekad mengundurkan diri dengan segala konsekuensi keputusan pengunduran dirinya karena tidak diijinkan untuk langsung post-doc selesai program S3nya ternyata sekarang berniat mengajukan banding ke rektor atas keputusan fakultas yang tidak memberinya ijin langsung post-doc (kudu pulang dulu).


;)) Aku terus terang geli pas kepala bagianku nunjukin email beliau untuk naik banding ke pihak rektor. Lucu aja, karena segala keputusan yang dikeluarkan oleh fakultas sudah dikonsultasikan dengan pihak rektor, dalam hal ini dengan asisten rektor bidang kerjasama internasional. Yang lebih lucu lagi menurutku, jadi kelihatan banget bahwa beliau yang notabene sudah hampir usia 40 tahun, dosen dengan penghargaan research se-abreg-abreg, malah kelihatan banget kaya anak kecil. Childish. Baru beberapa hari yang lalu beliau bilang : "oke, kalau tidak diijinkan langsung post-doc, saya ta mengundurkan diri aja". & bahkan salah satu kolega senior sudah menyarankan untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan emosi & beliau bahkan membalas dengan jawaban : "Ah..enggak lah..yow...sudah dipikir mateng waktu minta perpanjangan ijin post doc." So, kenapa sekarang malah naik banding? kalau emang pengen keluar, ya keluar aja. So what gitu lho??? Ngapain pake ribet-ribet pake naik banding ke rektor segala? :p


Jadi inget kaya anak kecil, kalau ga diturutin permintaannya kadang ngancem : "Aku minggat aja!", eh, tapi ga minggat-minggat juga hehehe... Kalaupun akhirnya pergi & ga dicari, itu juga pake protes : "kok aku ga dicariin sih? Suka ya aku pergi?" :p


So, kesimpulannya, IQ tinggi ga menjamin EQ-nya ga jongkok!
16 August 2007 0 comments

Pengunduran Diri


Salah satu seniorku berencana mengundurkan diri karena dilarang langsung mengambil postdoc selesai S3nya (setahuku, peraturan yang berlaku memang mengharuskan student pulang dulu setelah selesai S3, dan setelah di Indo beberapa tahun baru boleh mengambil postdoc). Kasus ini baru akan dibicarakan di bagian nanti siang, apakah akan disetujui atau tidak.

Pas kemarin bahas masalah itu dengan satu kolega seniorku dan 2 rekan sejawat lainnya, aku nyeletuk : "kalau saya, ga akan mengundurkan diri gara-gara ga boleh langsung postdoc, tapi karena merit..." Hihihi... teman-temanku itu pada protes berat, katanya : "Wah, bahaya nih! Kalau gitu ini kudu jadi misi bagian, mencarikan suami buat Bu Sylv, biar ga kabur dari sini juga!"

Hahaha.. ada-ada aja! But the truth is, kalau dibuat priority ranking, nyari suami itu ada di list paling bontot dari list prioritasku saat ini. Menurutku lebih save dan lebih mudah S3 dulu & ngurusin karir. Itu lebih "pasti" ketimbang nyari suami. Nyari suami buat seumuran aku & dengan kondisi aku saat ini ga semudah dibanding jaman dulu pas masih baru lulus kuliah S1. Sekarang tuntutannya lain dan jauh lebih complicated dan itu ga mudah. Sekarang tuntutannya ga hanya mayoritas physically kudu oke, tapi sudah harus imbang antara fisik, moral, isi kepala dan isi dompet.. hahaha.. Asal klik aja sih sebenarnya, cuman orang yang bisa di klik itu emang rada langka. Anyway, aku udah nyaman being single kok..
02 August 2007 1 comments

Masalah Baru di Kantor : si W

Kejadian ini dialami oleh salah satu staff-ku, inisialnya W (bos-bos lagi mikirin, tindakan & cara seperti apa yang paling baik untuk menjelaskan duduk permasalahan sebenarnya & sekaligus menegurnya).


Ceritanya gini :


Aku punya rekan senior dosen (inisialnya N) yang nulis di blognya tentang pengalaman dia 12 tahun lalu pas dia pertama kali diterima jadi dosen di fakultasku. Dia cerita, dia dulu mengalami diskriminasi gender. Saat dia masuk, dia ditolak oleh kepala bagianku dengan alasan : yang dibutuhkan adalah dosen laki-laki yang bisa kemana-mana & tidak terbatasi oleh beban keluarga seperti halnya dosen wanita. (Sayangnya dia tidak menjelaskan kenapa pada akhirnya dia bisa tetap diterima dengan tangan terbuka sampai saat ini). Dia juga cerita bahwa setelah dia masuk, ada gelombang penerimaan dosen besar-besaran (termasuk aku) dengan hanya 2 dosen laki-laki disitu, tapi dosen-dosen yang mayoritas wanita itu tidak mengalami perlakuan diskriminasi seperti halnya yang dia alami. Menurut dia, mungkin hal itu disebabkan karena dosen-dosen wanitanya cantik-cantik, sexy dan masih muda (padahal sebenarnya dia juga cantik dan muda & ga bisa dibilang punya badan tidak proposional- alias kalau mau sexy sih bisa-bisa aja. Sexy kan tergantung antara lain : cara berpakaian, ya kan?).


Nah, di akhir blog, si W ini kasih comment begini :


"Mbak N
(sensored), yang sabar ya... Aku yakin...mbak lebih dari mereka. Aku selalu berdoa dan men support mbak dari sini. Goodluck ya mbak..."


(Note : semua dituliskan sama persis, including jumlah titiknya :p, sesuai aslinya)


Ini yang saat ini bikin masalah baru & jadi pemikiran semua dosen di bagianku. Karena hal yang ditulis oleh Bu N di-blognya adalah hal yang salah kaprah & hanya merupakan pemikiran negatif dari sisi dia. Yang sesungguhnya terjadi bukan seperti itu & bukan masalah diskriminasi gender sama sekali. Dan aku plus temen-temen dosen semua yang masuk setelah Bu N sama sekali tidak merasa cantik apalagi sexy, yang kesannya seperti kami ini hanya mengandalkan cantik atau sexy dan bukannya kapabilitas kami sebagai dosen?! Yang bener aja!!!!


Masalah lainnya adalah, si W yang notabene masuk jadi staff (laboran) di bagianku baru-baru aja & ga tahu duduk permasalahan sebenarnya, memberikan comment yang bukannya justru mendinginkan suasana tapi malah nambahin panas, karena commentnya ga stop sampai di "Mbak N (sensored), yang sabar ya..." Tapi masih berlanjut dengan menyebut "mereka". Sik sik sik.. Siapa "mereka" yang W maksud? Semua dosen yang disebut bu N di blog-nya yang berarti dosen-dosen yang diterima setelah bu N dan kepala bagian pada saat itu cs?


Masalah W bukan cuma sekali ini aja, ada masalah lain yang menurutku sampai saat ini dia belum ngeh bahwa dia salah, padahal kami (aku & teman-teman dosen di bagian) lumayan keganggu dengan hal ini. W kebetulan diberi kemudahan oleh kepala bagianku & pihak fakultas untuk menempuh S2, tetapi jabatan dia tetap seorang laboran. Namun dalam kenyataannya, di lingkungan kampus si W ini dengan akrabnya menyapa aku & temen-temen dosen lainnya dengan sebutan "Mbak" atau "Mas" yang mestinya secara etika profesi, ga sesuai, apalagi kalau didepan mahasiswa. Sampai sekarang dia ga ngeh dengan hal ini. Mungkin karena dia pikir dia akrab dengan kami & kami masih muda.. :( Padahal, aku dengan rekan dosen yang lebih muda aja manggil Pak atau Bu.. Okelah kalau pas diluar kampus, misalnya pas ketemu di mall atau apa, dia boleh aja manggil "Mbak" atau "Mas" tapi kalau di lingkungan kampus & di depan mahasiswa, ya ga pantas-lah..


Terus terang aku ga tahu apa si W ini sudah ngerti masalah yang lagi memusingkan hampir seluruh anggota bagian sekarang ini & dia kesangkut-sangkut masalah itu (kata temenku si W ini kesannya cari muka banget ke bu N! :( ). Kami (aku & temen-temen sesama dosen) jadinya memutuskan untuk menjaga jarak dengan si W, hanya sebatas masalah kerja & hanya nyapa seperlunya aja. Bagaimanapun, menurut aku, ini kan sebetulnya sedikit banyak merugikan si W, apalagi kalau si W ini berencana untuk apply posisi sebagai dosen di bagianku someday, hubungannya dengan kami sudah terganjal, ga mulus. Kami udah terlanjur kecewa dengan dia. Barusan temenku main ke ruang kerjaku & usul supaya aku nemuin si W ini sambil bawa copy-an blog-nya yang sudah di stabilo di kata cantik, sexy & di comment si W & nanyain ke W : maksud W nulis itu apa & siapa yang W maksud dengan "mereka"? Cuman akunya males ribut, aku ga yakin aku sudah cukup sabar & slowing down emotionally gara-gara isi blog & commentnya itu. Bisa-bisa aku mewakili temenku mencak-mencak di depan si W. Males ah!


Untuk masalah Bu N, dari dulu kami ini punya prinsip : males ribut & mendingan dilupain aja. Kata temenku : "Gini deh Vi, 1 orang bener & yang 12 dosen ini selalu ga bener semua, apa tumon? Bukannya kebalik tuh (yang ga bener ya yang 1 itu). Pokoke ngene ae saiki : SING WARAS NGALAH"


Huehehehe.. dia emang terkenal nyantai, selalu kalem & kepala dingin kalau ada masalah meskipun sebenarnya dia ribut juga didalamnya (suka chatting sama aku & bahas masalah ini). Nah karena ngobrolinnya lewat chatting, jadinya kesannya ya adem-adem aja ;))


Well, barusan kepala bagianku juga cerita, bahwa masih akan didiskusikan tindakan apa yang paling baik untuk ngadepin si W. Ini pelajaran berharga buat semua, supaya ga sok kenal sok dekat tapi ga tahu apa-apa (SKSD PALAPA) ke orang, apalagi kalau orangnya terkenal bermasalah, karena bisa keseret-seret masalah bo'! Pelajaran juga bahwa kalau ga tahu masalahnya, lebih baik diem deh. Silent is golden! Bener!
30 July 2007 0 comments

Scientist


Does anyone have the female version? :D
 
;