15 July 2008 0 comments

Chocolate monggo

I found this brand of dark chocolate from mirota campus supermarket in C. Simanjuntak street, Yogyakarta. Its name is : cokelat monggo (Chocolate Monggo). Monggo is a word in javanese means “please” like in “please, sit down”.


chocolate monggo - upper side
Chocolate monggo - front side

chocolate monggo - back side
Chocolate monggo - back side

cokelat monggo, isi
Chocolate monggo - half of it :D


I think it’s a very unique Indonesian product, especially by using a brand which is adopting from a popular words in Javanese..
07 July 2008 0 comments

Lab, in Action

Mas bule, kerjanya konsen kan? :D


Percayalah, kalau 2 orang (in relationship) yang kerjanya sama-sama di lab ketemu, yang diomongin bener-bener jauh dari omongan tentang lab!
04 July 2008 0 comments

Berjiwa besar?

Beberapa waktu yang lalu, karena suatu sebab yang ga bisa aku ceritain detailnya disini, aku dipukul di kepala bagian belakang oleh salah seorang saudara perempuanku yang notabene usianya jauh lebih tua dibanding aku. Dasarnya aku orangnya spontan & keras hati, aku langsung usir dia dari rumahku.

Ga lama, kepalaku cenut-cenut & seluruh badanku gemetaran. Aku langsung minum obat yang biasa aku minum.. dosis sama.. ga mempan. Aku sampai harus melipatgandakan dosisnya sampai sakit kepalaku hilang. Dokter sudah berulang kali wanti2 aku untuk jaga kepalaku supaya ga kena benturan.. lha kok ini malah dikemplang orang, ada mark-nya lagi, karena dia pakai cincin yang kebetulan matanya gede. Mukulnya juga ga sekali.. tapi sampai 3-4 kali karena aku ga balas.

Kebangetan sih menurutku. Karena dia ga berhak melakukan itu ke aku yang bukan apa-apanya, dan karena aku ga salah apa-apa dalam kasus ini dan karena ortuku aja yang paling berhak dan bertanggungjawab atas aku ga pernah sekalipun main tangan ke anak-anaknya. Paling banter ngomel. Main tangan itu haram di keluarga kami.

Mami lihat kejadian itu, tapi ga bisa berbuat banyak untuk nolong aku. Aku sempat males kontak saudara yang udah melakukan KDRT ke aku itu, tapi lagi-lagi, dasarnya aku paling ga betah marah lama-lama & ga suka silaturahmi jadi jelek, aku akhirnya lebih dulu minta maaf, meskipun bukan aku yang salah & bukan aku yang mulai masalah.

Sepupuku bilang, aku berjiwa besar & saudara yang mukul aku itu terlalu angkuh & memandang faktor usianya yang lebih tua untuk enggan minta maaf ke aku. Whatever.. yang penting aku clear.

Tapi setelah aku pikir2.. memang bukan masalah merendahkan diri atau apa, atau pengen dicap berjiwa besar atau apa.. Diatas prinsipku bahwa yang salah harusnya minta maaf duluan, aku cuma ga suka & ga bisa marah lama-lama.
02 July 2008 0 comments

Application for fund transfer

Ini kali kedua aku transfer duit ke Fei. Pertama buat bayar deposit housing, kedua buat bayar first month payment kamar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat transfer valas. Pertama : Swift code. Aku nemu istilah ini di Mandiri. Setahuku, swift code itu sama dengan Bank Identifier Code (BIC). Kebetulan data bank Fei yang aku punya ada BIC-nya, selain IBAN dan account number yang memang wajib. Tapi kok teller di mandiri ga nemu kode itu di komputernya? Aku udah bilang, mungkin swift code bank Fei yang diminta mandiri itu adalah BIC yang ada di aku. Tapi tellernya bilang bukan. Walah.. tellernya ga mudenk nih. Tellernya juga nyoba cari Swift code nya di list komputer dia tapi ga nemu.. Wadawww.. kok gaptek begini nih mandiri?

Walhasil aku ahirnya transfer lewat BCA. Rada ribet sih, karena aku harus debet dari tabungan mandiri trus bawa dana cash ke BCA. Dan benar, di BCA aku dapat kepastian, swift code = BIC. Tuh kan..

Dan beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian lagi, adalah pilihan untuk ambil option full amounts untuk transfer duit. Full amounts memungkinkan semua biaya berkenaan dengan transfer duit yang didebet bank di LN ditanggung oleh pengirim. Jadi, berapapun jumlah duit yang dikirim ga akan dipotong oleh pihak bank di LN. Option full amounts ini makan biaya 30 US dollar. Kalau option ini ga diambil, bank di LN akan memotong uang yang ditransfer ekuivalen dengan jumlah 30 US dollar.

Pilihan lainnya adalah : today value. Option ini memungkinkan uang yang kita kirim diterima oleh rekening penerima pada hari itu juga. Option ini makan biaya 80.000 rupiah di BCA, lebih mahal 30.000 rupiah kalau kita memilih option biasa, dimana uang yang kita transfer baru nyampai ke rekening penerima dalam waktu 3-4 hari. Biaya untuk pengiriman biasa ini di BCA sekitar 50.000 rupiah. Di mandiri sekitar 35.000 rupiah.

Oia, satu lagi. Kalau kita mau transfer valas via BCA dan kebetulan kita ga punya rekening di BCA seperti kasusku, biasanya kita dimintain konfirmasi data diri (KTP), so, kudu bawa KTP.
0 comments

Finally!

Yes! MVV and work permit finally granted to me!

Makan waktu 6 minggu, pake acara ga sabar karena temen-temen yang lain udah jadi dari minggu kemarin.

Ceritanya kemarin sore Pak Mul sms, ngabarin MVVnya udah jadi. Aku langsung manyun & sedih. Iseng, aku buka imel lewat Hp & ternyata Ms. Liesbeth barusan kirim imel ngasih kabar kalau MVV & work permitnya udah jadi. Aku diminta bikin appointment dengan kedubes setelah tanggal 7 Juli buat collect visanya & setelah visa ada di tangan, baru boleh booking tiket pesawat.

Rencananya aku mau ambil yang combined visa, nambah sekitar 25 euro dan health insurance coverage minimum 30.000 euro. Combined visa ini makan waktu tambahan sekitar 1-2 minggu. So, mungkin aku baru berangkat sekitar akhir juli / awal agustus.

OK, so.. sekarang beresin tugas yang tersisa : koreksi ujian perbaikan mikro & biosel & siapin semua perlengkapan Aca at least sampai setengah tahun ke depan.

On your marks, get set, Go!
01 July 2008 0 comments

Tuhan Sembilan Senti

By : Taufik Ismail



Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak
merokok,


Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,


Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,


Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula
merokok,


Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,


Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,


Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,


Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,


Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,


Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,


Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,


Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,


Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,


Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?


Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al
hawwa'i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.


Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?


Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.


Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,


Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,


Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,


Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,


Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,


Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
 
;