Aku juga udah kirim kabar ke Profesorku, sekalian nanya kapan aku kudu berangkat. Ga tahu, apa beliau bakal buka email hari ini apa ga, soalnya kan sekarang lagi Christmas holidays & New year festivies.. Baru aktif ngantor lagi tanggal 2. Tapi semoga dia juga happy as I am!
Aku juga udah kirim kabar ke Profesorku, sekalian nanya kapan aku kudu berangkat. Ga tahu, apa beliau bakal buka email hari ini apa ga, soalnya kan sekarang lagi Christmas holidays & New year festivies.. Baru aktif ngantor lagi tanggal 2. Tapi semoga dia juga happy as I am!
Natal kali ini semua pada ngumpul di Jogja. So, aku, mami & mbak Dewi bagi-bagi tugas bikin makanan, dekorasi, nyiapin kado dll. Kebetulan mami sama mbak Dewi kebagian bikin makanan & cookies (& aku bagian ngurusin tetek bengek dekor & kado & icip-icip.. hehehe), mulai ginger cookies sampai cokelat mede dibikin. Cake natalnya pesen di Parsley, ntar pas sore menjelang misa natal baru diambil & disimpen di kulkas. Menu makanan-nya kalau ga salah denger & belum ganti planning sih, soup iga, ayam bakar, schootel, salad.. ga tahu deh apa lagi. Kayanya sih komplit plit plit! :D
Pagi-pagi pas aku baru datang, baru aja naruh laptop & tas di meja, asisten lab-ku dengan gembiranya ngabarin kalau koneksi internetnya udah sembuh. Thanks God, aku ga perlu ngungsi ke pascasarjana buat nyari hotspot. Tapi baru 2 jam dipake, koneksi internetnya koma lagi :(
Barusan call mas Heri IT. Dia bilang sih koneksinya lagi turun aja, ga wafat kaya kemarin Senin & switchnya juga belum dibeliin sama kantor. Sekarang ini bisa hidup juga karena “di-itik-itik” :p Aku spontan nyeletuk : “ya, buruan “di-itik-itik” lagi gih sana! :p Otherwise, aku emang kudu ngungsi ke pasca nih :(
John cerita, temen dia (sebut aja si X) ada yang belajar bahasa Jawa. Dan seperti pada umumnya orang asing, si X itu jadi bahan becandaan yang lain-lain. Temen-teman lainnya pada ngajarin hal salah kaprah, antara lain gini : kalau mau bilang permisi pas mau lewat di depan orang lain pake bahasa krama hinggil (jawa halus), bahasa jawa krama-nya : kula menika segawon.. Jadi pas si X ini lewat di depan orang, jadilah si X ini dengan PD-nya bilang : "kula menika segawon.."
Hwahahaha...
cerita itu hampir sama dengan cerita jaman aku masih kuliah dulu. Ada temen dari Bali yang dibo-ongin temen-temenku. temen-temenku bilang, kalau mau lewat di depan Bapak kost & bilang permisi, bahasa Jawa halusnya : "Jancuk Pak.." Hasilnya udah bisa ditebak, Bapak kostnya marah-marah :))
Tapi emang bener kok, tiap kita belajar bahasa baru, yang diserap duluan & nempel di otak justru bahasa yang kasar-kasar, kaya F**K YOU, atau MIERDA! atau.. apalah.. banyak.. Ada pentingnya juga, paling ga kalau lagi diomongin atau diomelin orang, kita jadi ngeh duluan hehehe..
John cerita, temen dia (sebut aja si X) lagi belajar bahasa Jawa. Dan seperti pada umumnya orang asing, si X itu jadi bahan becandaan yang lain-lain. Temen-teman lainnya pada ngajarin hal salah kaprah, kaya gini : kalau mau bilang permisi pas mau lewat di depan orang lain pake bahasa krama hinggil (jawa halus), bahasa jawa krama-nya : "kula menika segawon.." Jadi pas si X ini lewat di depan orang, jadilah si X ini dengan PD-nya bilang : "kula menika segawon.."
Hwahahaha...
Padahal, segawon itu artinya perro (spanish), dog (english), anjing (bahasa) =))
Jadi si X ini sama aja bilang : "I am a dog"..
=))
cerita itu hampir sama dengan cerita jaman aku masih kuliah dulu. Ada temen dari Bali yang dibo-ongin temen-temenku. temen-temenku bilang, kalau mau lewat di depan Bapak kost & bilang permisi, bahasa Jawa halusnya : "Jancuk Pak.." Hasilnya udah bisa ditebak, Bapak kostnya marah-marah :))
Tapi emang bener kok, tiap kita belajar bahasa baru, yang diserap duluan & nempel di otak justru bahasa yang kasar-kasar, kaya F**K YOU, atau MIERDA! atau.. apalah.. banyak.. Ada pentingnya juga sih, paling ga kalau lagi diomongin atau diomelin orang, kita jadi ngeh duluan hehehe..
Professor yang di Jepang juga tadi pagi kirim email minta beberapa file yang harus aku kirim ke dia as soon as possible, so jadilah pagi tadi, yang biasanya aku lewatin dengan santai- check email, balas email sambil minum kopi, aku lewatin gedubrakan, nyari-nyari file, ngumpulin, scan & sent. Dan sampai sore emailnya ga brenti-brenti, so jadilah aku sampai 10 menit sebelum jam 4 sore masih harus balas email Sensei. Aku kirim sms aja ke John yang kemarin kebagian ngajar, minta maap karena aku bakalan datang telat.
BECAS juga udah open & aku udah siap-siap kirim filesnya online. Cuman ada beberapa hal yang masih perlu dipelajarin biar ga salah-salah.
Namanya juga usaha, mana aja kudu dijalanin.
Love is the basic desire that fills human beings in all forms, right from the first to the last breath, but what is the fodder for love? Does it begin and end its growth on a beautiful face of the beloved? Everyone says that love is blind, but if love is really blind, then what is it that the lover actually sees and finds beautiful? Is love all about beauty? Is love beauty centric?
Ever since the appearance of human beings, love has been lingering in the air. Whether it is love at first sight or love that evolves gradually, love is always for a reason. It may be that special fragrance that emanates out of the mate or it may that particular vibration that sends shivers down the spine. Beauty has several manifestations and any one of them may be responsible for the eruption of love.
Many of us may argue that it is the external beauty that eventually sustains a relationship, but I beg to differ. I believe that internal beauty is more important. Although, exquisite looks may captivate the attention of the opposite sex, but what really counts is the inner beauty. When we love someone, obviously, he or she becomes the most important and the most beautiful person for us, but beauty sans emotions is like an attractive plastic flower bereft fragrance.
There are countless examples in history where inner beauty has beaten the outer looks. Othello the legendary lover of fair Desdemona was an ugly man with thick lips, but it was the passion in his heart that attracted his beloved towards him. Odysseus was brave, but very ordinary to look at, and Penelope, his beloved, spent a lifetime weaving at the loom while waiting for her lover.
Whereas it is easy to fall in love with a beautiful person, it is ultimately, the inner beauty that sustains a relationship!
Aku jelas buta soal details values yang dianut bule pas pacaran. Mestinya beda sama yang dianut orang asia. Tapi apakah perbedaan usia itu termasuk values yang dicuekin dalam cara berpacaran bule, well.. kayanya untuk hal ini aku kudu tanya dulu ke Michiel.
Li curhat ke aku kemarin pas lagi ngopi bareng di coffee shop uni. Dia cerita kalau dia ga lagi PD untuk terus-terusan PDKT ke Josh, meskipun kayanya (menurutku & menurut Li juga) Josh mayan ada perhatian juga ke Li. Maklum, meskipun udah STW, tapi Li cantik, cerdas & lucu & badannya masih OK, langsing. 1 hal lagi yang bikin Li minder, just as the same as me, Li is a widowed.
Jelas aku cuman bisa jadi ember yang ga bocor & pendengar yang baik buat Li kemarin. Ga bisa kasih solusi apapun. Kalau aku diposisi Li, jatuh hati sama cowok yang usianya jauh lebih muda & aku widowed pula, pasti aku juga bakalan sebingung Li. Seandainya cinta itu beneran buta, If Love is really Blind, mungkin Li ga akan mikirin hal-hal seperti itu.
Tapi seperti semua cewek di dunia ini, Li kemarin cuman perlu curhat, teman curhat yang baik & ga perlu jalan keluar. Karena buntut-buntutnya dia bisa narik kesimpulan sendiri buat masalahnya : Ngerem rasa suka dia ke Josh, nunjukin secukupnya aja & lihat reaksi Josh selanjutnya gimana. Kalau Josh nunjukin perhatian yang makin intens ke Li & ga masalah dengan status & usia Li, so rasa cinta ini bisa dilanjutin :D But if he's not, then she must throw her love away as soon as possible!
Well, I will be very curious to keep up with this story and see if love is really blind.
:)
You saw me and fell in love, too
You and me; we fell in love with each other last night
I told you I was concerned
You told me of your concerns, too
Yet and still we both decided
To make love last night
Baby, please tell me
Where do we go from here my love
What are we doing baby
Boy you gotta let me know
Why can't we live the way we want
I want the world to know
I just gotta let it show
What do we stand to lose
If being together
Is what we choose
Oh my love
I think that we should talk
About us
Could this be a crazy dream
And if so then you're dreaming too
'Cause I know for sure that
You feel the same as I do
Could it be that we could be wrong
Even though we're feeling so right
I don't care because I know
That I want you tonight
And I know you want me too
You see all my live I've waited
Waited all my life
Just to be with someone like you
Amo la lectura y la musica y el baile. Me encanta la comida italia y chocolates.
:D
Lagu-lagu spanish banyak yang earcatching, sayangnya kadang kita ga bisa langsung 'ngeh" sama artinya, makanya biasanya perlu usaha lebih buat translate buat bisa nyanyiin lagunya dengan penghayatan lebih. Cie..
Hwalah, sakit kok kompakan.. Sampai ada yang nanya, emang semalam ngapain kok sakitnya kompakan? :p
Orang ga ngapa-ngapain juga. Dia di apartemen dia, aku di rumah. Tau-tau aja paginya pas sms-an, isinya sama : I've got fever this morning :(
Pagi ini udah ngantor lagi, masih sakit sih nih amandel. Buat nelen rasanya atit banget. Tapi ya gimana lagi, lots of things to do. Kudu masuk kantor. Dia juga, has got to work. Besok sore baru bisa ketemu lagi. Moga-moga kalau udah ketemu, both of us will be better.. hwahahaha..
Q: Married or free-soul?
married...
Q: If married, on what age??
hmmm about next 2-4 years :D
Q: Kids?
(M/F) M - F - M/ M - M - F
Q: Pets?
cats & dogs
Q: Home country?
It depends on where's my hubby lives.. abroad is okay :D
Q: House or apartment?
house but apartment is okay :D
Q: Near beach or mountain?
both are okay
Q: Describe it
very nice, artistics, comfy, near Mosque/Church, not too big but warm with love ;)
Q: Music that plays in your living room?
I'll have all range of musics, but mostly soothing, earcatching tunes...
Q: What's on your bookshelf?
books, flowers, family pictures
Q: What's on your fridge?
healthy & fresh food, fruit juice, milk, CHOCOLATE, etc
Q: Personal car or public transport?
personal car
Q: If personal car, what is it?
beetle convertible (hwihihihi.. I'm dreaming..)
Q: Own your company or be a common worker?
both are okay
Q: If it's your own, what are they?
coffee shop, men's wear or maternity boutique, cotton shop
Q: Describe your working place
casual, not too formal and comfortable
Q: Fashion on work?
yeah.. absolutely!
Q: City you'd visit often for business?
Everywhere!
Q: For pleasure?
Old cities with artistic buildings, mountains, cities which are rich in cultures
Last question:
Q: Where and what are you doing 10 years from now?
possibility #1 : somewhere in Indonesia / India / Europe, working as 'researcher/lecturer', married with loving husband and have lovely children :D
possibility #2 : somewhere in Indonesia / India / Europe, working as 'analyst/ manager', married with loving husband and have lovely children :D
possibility #3 : somewhere in Indonesia/ India / Europe, managing my own 'coffee shop + cotton shop', married with loving husband and have lovely children :D
---------------------
WHY NOT?!
Kasus macet gila-gilaan di Jakarta ini makin mempercepat proses global warming karena gara-gara macet itu banyak banget emisi CO2 yang terbuang di langit Jakarta & bisa bikin bolong ozon di atas Jakarta! Well, coba deh tengok sebentar apa aja yang diringkas wikipedia tentang global warming alias pemanasan global ini : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
Sebenarnya banyak banget hal-hal kecil yang bisa kita lakukan demi kelestarian lingkungan kita, itu kalau kita ga mau bencana terus-terusan menghantam kita. Kecuali kalau memang kita sama sekali ga ambil pusing dengan lingkungan dan siap untuk hidup di negara Indonesia yang kering kerontang, atau justru kebanjiran & longsor melulu. Daftar di bawah ini bisa ditempuh. Pertanyaannya, sudahkah kita menerapkannya?
- Hemat energi : listrik (kalau ga dipake / ga perlu, dimatiin dong!), air (usahain mandi pakai shower, karena kalau pake gayung airnya banyak yang kebuang percuma. Kalau ga punya shower & kepaksa pake gayung, diusahain pas mandi jangan cebar-cebur buang-buang air, arahin gayungnya supaya airnya kena di tubuh kita secara merata, usahain gimana caranya supaya dengan 2 gayung air, badan udah basah & siap disabun. Air lebih banyak digunakan untuk membilas badan dari sabun. Dan, jangan mandi lama-lama karena itu sama aja dengan buang-buang air!), air limbah cucian sayur atau daging juga bisa digunakan buat nyiram tanaman, itung-itung nambah pupuk.
- Jangan buang sampah sembarangan! Sering banget saya lihat orang naik mobil mewah tapi mentalnya bener-bener mental orang ndeso & sedeng. Mobilnya sih mewah tapi kelakuannya bener-bener kelewatan, membuang sampah seenaknya di jalan. Rakyat Indonesia mayoritas juga masih suka sembarangan buang sampah di sungai / parit. Nanti kalau giliran kebanjiran, yang disalah-salahin pemerintahnya. Mulai sekarang, mikir dulu deh sebelum membuang sampah sembarangan, efek buruk apa yang kita tuai dari kelakuan seenak udel kita itu. Belajarlah disiplin untuk membuang sampah pada tempatnya.
- Memilah sampah. Apalagi di Indonesia ini sistem pengolahan sampahnya masih pake tipe open dump, alias sampahnya ditumpuk aja. Gas yang terbentuk dari pembusukan sampah oleh mikroba itu justru bikin emisi gas karbon meningkat & merusak ozon! Negara kita belum membuka keran industri besar pengolah sampah, sehingga ini menyulitkan proses recycling sampah. Hal ini mestinya mulai dipikirin oleh pemerintah kita, buka investasi untuk pabrik pengolah sampah & daur ulang sampah. Di negara-negara maju seperti Jerman & Jepang, sudah ada pabrik yang mendaur ulang plastik, sampah radiokatif seperti barang elektronik, baterai dll, sampah kayu & sampah besi menjadi produk-produk hasil daur ulang yang sangat-sangat berguna & bisa dipake lagi. Tugas penduduk selanjutnya adalah memilah sampah organik (sisa sayur, makanan, kayu seperti rautan pinsil dll) dari sampah anorganik (plastik, baterai, kertas dll). Sampah organik bisa dibuat pupuk kompos, jadi rakyat Indonesia khususnya petani ga bakalan ribut lagi kekurangan pupuk dan bisa mengurangi penggunaan pupuk kimiawi yang jelas-jelas bahayanya karena bisa terakumulasi dalam tubuh manusia & bikin toksik. Sampah anorganik selanjutnya diolah di pabrik daur ulang sampah buat dibikin produk hasil daur ulang.
- Nanam pohon. Ga mesti pohon-pohon besar, apalagi kalau lahan kita terbatas. Paling ga, tanamlah tanaman bunga atau tanaman lain yang ukurannya kecil. Ingat, tanaman berrespirasi dengan menyerap CO2 dan mengeluarkan O2, jadi sedikit banyak bisa membantu mengurangi emisi gas karbon di sekeliling kita.
- Mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan bermotor. Kalau bisa jalan kaki, jalan kaki aja. Kalau bisa naik sepeda, naik sepeda. Itung-itung olah raga, daripada buang-buang uang ga sedikit buat ke gym. Atau kalau ga, naik angkutan umum. Selain bisa mengurangi polusi, bisa ngurangin macet juga.
- Jangan nebang pohon sembarangan! Kalau harus nebang pohon, gantilah 1 pohon yang ditebang dengan menanam 2 pohon yang baru. Tetanggaku punya tanah kebun di depan rumah, dulu ditanami banyak tanaman, ada nangka, keluwih, kelapa, mangga.. Tapi belakangan tanaman-tanaman itu justru ditebang buat dijual kayunya. Kayu nangka kan harganya mahal.. Tapi akibatnya, tanah seluas 350 meter persegi itu sekarang gersang. Pas panas, bikin debu. Akhirnya atas desakan warga lainnya, tanah kebun yang belum niat dibangun rumah itu ditanamin lagi. Ada beberapa bibit tanaman yang ditanam, mulai dari rambutan, jeruk sampai mangga. Masih kecil sih, namanya juga bibit, tapi setidaknya tanah kebun itu ga gersang lagi.
Aku pernah baca di Kompas, sudah agak lama, tentang batavia tempo dulu. Jaman Belanda masih menjajah, di Batavia ada public transport berupa trem. Sayangnya begitu Indonesia merdeka, pemerintahan Presiden Soekarno menghapus trem (Alasannya, trem itu ga gaya! Halah.. alasan keliru gitu kok ya diikutin!) dan menggantinya pake bus, yang nyata-nyata punya daya angkut terbatas dan sama sekali ga ramah lingkungan. Belum lagi pengemudinya yang asal bisa nyupir tanpa punya aturan moral, kedisiplinan dan ketaatan mengemudi dan merawat kendaraannya.
Aku jadi sering ngayal, kalau diminta bikin tata ruang suatu wilayah kota, aku pengennya bikin set-nya dari awal banget, mulai dari menentukan area pemukiman untuk warga di tengah kota dengan taman-taman, arena rekreasi keluarga, sekolah & lokasi untuk hypermarket / pasarnya. Di bagian tepi kota ada hunian untuk kalangan menengah ke atas yang bisa bikin rumah gede-gede plus kolam renang pribadi. Area paling luar buat industri. Dari bagian tengah kota ke pinggir kota diatur berurutan & merata bank & kantor pemerintahan. Jadinya rata, ga semua daerah perkantoran terpusat & tumplek blek di tengah kota seperti di Jakarta.
Trus kudu ada pembatasan kendaraan (mobil & motor) pribadi. Bikin aja harga & pajaknya selangit. Bikin juga test buat dapet SIMnya susah kaya di Amrik, ga kaya disini yang "nembak" aja juga bisa dapet SIM.
Lebar jalan juga kudu dibagi-bagi : buat area pedestrian & ditanamin pohon-pohon peneduh di kiri-kanannya, atau dibikinin model pergola dengan tanaman rambat yang bikin orang bisa enjoy jalan kaki, ga kepanasan & kehujanan; buat jalur sepeda kaya di Belanda sana; jalur trem & jalur bis (busway) & mobilnya. Jalur trem, mobil & bis dibuat sedemikian rupa supaya tiap jalan dibuat satu arah, kecuali beberapa jalan aja yang memang ukurannya sudah sangat lebar & memungkinkan dibuat 2 jalur kendaraan bermotor. Kalau naik bis & masih kudu disambung jalan kali beberapa blok, asal area pedestriannya nyaman, pasti orang juga enjoy jalan kaki, sekalian olah raga kan..
Dan satu lagi yang paling penting, sistem hukumnya juga kudu dirombak. Ga melempem kaya sekarang. Perpaduan antara penegakan hukum, disiplin dan penerapan denda & hukuman yang tinggi buat pelanggar hukum & peraturan terbukti ampuh & efektif menciptakan situasi yang teratur & terkendali. Di Belanda, orang-orang sana pada takut dengan denda yang tinggi kalau ketahuan ga ngikutin peraturan & tata tertib. Contohnya nih, kalau naik kereta ga tiap kali ada pemeriksaan tiket oleh kondektur, tapi sekali-kalinya ada pemeriksaan dan ketahuan ga beli tiket, dendanya bisa 20x lipat atau bisa diturunin di tengah jalan. Disana, orang-orang bener-bener bisa jujur dan disiplin di segala bidang. Beda banget sama model orang Indonesia :(
Kasus di Jakarta (mungkin kota-kota lain belum separah Jakarta, tapi kalau dibiarin, lama-lama juga bakalan seperti Jakarta), balik-baliknya adalah ke mental orang Indonesianya. Manja, mau gampangnya aja, cuma mikirin udelnya sendiri, meremehkan hal-hal kecil & jauh dari disiplin diri. Makanya hukum ga bisa berdiri tegak, bisa dikiyak-kiyuk pake duit!
Pernah liat gambar di samping ini? Pasti pernah. Iya, emang gambar ini kerap muncul di Heroes the series. Tapi gambar ini ga cuman sekedar gambar.. ada maknanya lho..Gambar / simbol ini namanya Helix. Bentuknya S dengan 3 garis horisontal, 1 ke kanan dan 2 ke kiri. Bentuk ini serupa dengan bentuk RNA (Ribonucleid acid) saat ditranskripsi dari template DNA. Dari cetakan DNA itu, dengan bantuan beberapa enzim transkripsi antara lain RNA polimerase, akan muncul rantai RNA messenger, keluar dari cetakan DNA. Nah, Writer and co-executive producer serial heroes, Michael Green menyatakan bahwa penulis2 script Heroes tahu simbol disamping ini sebagai bentuk "the helix."
Di serial heroes ini, simbol ini antara lain muncul di bendera yang dibawa samurai Takezo Kensei di episode terakhir (23) session 1 : How to stop an exploiding man. Simbol ini juga ada di punggung kanan Jessica, di bagian depan bukunya Chandra Suresh : Activating Evolution, di liontin kalung-nya Haiti Man, juga di logo Primatech Paper di episode : company man.
Sebenarnya gambar 'ilmiah'nya seperti ini :
(Pic of transcription process taken from http://biology.unm.edu)
;)) Aku terus terang geli pas kepala bagianku nunjukin email beliau untuk naik banding ke pihak rektor. Lucu aja, karena segala keputusan yang dikeluarkan oleh fakultas sudah dikonsultasikan dengan pihak rektor, dalam hal ini dengan asisten rektor bidang kerjasama internasional. Yang lebih lucu lagi menurutku, jadi kelihatan banget bahwa beliau yang notabene sudah hampir usia 40 tahun, dosen dengan penghargaan research se-abreg-abreg, malah kelihatan banget kaya anak kecil. Childish. Baru beberapa hari yang lalu beliau bilang : "oke, kalau tidak diijinkan langsung post-doc, saya ta mengundurkan diri aja". & bahkan salah satu kolega senior sudah menyarankan untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan emosi & beliau bahkan membalas dengan jawaban : "Ah..enggak lah..yow...sudah dipikir mateng waktu minta perpanjangan ijin post doc." So, kenapa sekarang malah naik banding? kalau emang pengen keluar, ya keluar aja. So what gitu lho??? Ngapain pake ribet-ribet pake naik banding ke rektor segala? :p
Jadi inget kaya anak kecil, kalau ga diturutin permintaannya kadang ngancem : "Aku minggat aja!", eh, tapi ga minggat-minggat juga hehehe... Kalaupun akhirnya pergi & ga dicari, itu juga pake protes : "kok aku ga dicariin sih? Suka ya aku pergi?" :p
So, kesimpulannya, IQ tinggi ga menjamin EQ-nya ga jongkok!

;)) Geli juga kalau denger dia nyanyi lagu itu keras-keras di kamar mandi. Dan kalau sampai ketahuan gurunya kalau dia nyanyiinnya versi plesetan yang error itu, wah.. it's all my vault! Ada yang tahu versi aslinya ga? Kasih tahu dong, pls.. :)
Aku gagal jadi awardee salah satu scholarship yang aku apply. Sebenarnya hal itu sudah aku prediksi dari jauh-jauh hari, karena kayanya meskipun itu open buat semua (terbukti banyak application dari non Islamic Uni bahkan ada beberapa dari NGO yang lolos shortlist & masuk tahap akhir yaitu interview), nyatanya pada akhirnya memang yang diambil hanya candidate dari Islamic Uni aja. Professorku waktu aku kasih tahu final resultnya ga percaya. Dia bilang, “How come? Kalau memang Islamic uni jadi syarat mutlak mestinya dari masa shortlisting kamu ga akan lolos seleksi ke interview karena prasyarat dasar (Islamic Uni)-nya ga ada. Tapi buktinya kamu lolos kan? Dan komite dari Leiden Uni sudah membuat ranking prioritas. Kamu ranking 4 dari 14 candidate yang harus dapat scholarship!” Iya Professor, tapi versi Depagnya lain lagi.. But it’s okay, aku apply scholarship yang lain lagi aja, Alhamdulillah scheme yang lain masih ada. Kecewa sih iya juga, cause I know I’m good. Yang bikin terharu, Professorku yang disela-sela summer vacationnya nyempat-nyempatin kirim email ke aku gini :
Dear Sylvia,
Very sorry to hear that the I**P (sensored) did not workout for such a non-relevant issue, at least it was not because of your capabilities !! please keep that in mind.
I am very willing to look into the other scholarship for you. I must say that I very much appreciate to be in contact with you and that we just try to find other resources !
Best wishes,
Guido
Dan pas aku nanya pendapat dia tentang ideku untuk kontak Mr. Verlaan (kebetulan Pak Bagas, salah satu kolega senior di uni kenal dekat dengan beliau), Professorku jawab gini :
Dear Sylvia,
You have my support, whenever I need to recommend you !
Go ahead and contact him and let me know what the first outcome is.
Good luck,
Guido
Ya, emang eman-eman karena research theme-nya udah klik banget, Professornya juga udah klik banget, tinggal masalah funds nih.. Funds untuk research sih ada, tapi untuk living cost-nya itu lho yang belum ada & kudu nyari. Ada beberapa scheme scholarship & contact person, salah satunya atas bantuan Pak Bagas, one of my senior colleague. Of course satu-satu kudu dicoba. Namanya juga berusaha, ikhtiar. Hasil akhirnya tetep Tuhan yang menentukan.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya : Jangan suka pamer
2. Jadilah pohon Pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.
3. Jadilah Duren, jangan kedondong
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya : Don't Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.
4. Jadilah bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.
Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai.
5. Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.
Artinya : Selalu adil dalam bersikap.
6. Jadilah Cabe.
Makin tua makin pedas.
Artinya : Makin tua makin bijaksana.
7. Jadilah Buah Manggis
Artinya : Jangan Munafik
8. Jadilah Buah Nangka
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.
Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).
9. Jadilah Buah dada
Selain bermanfaat buat anak, buat bapaknya juga
Artinya : Sekali pukul dua2nya dapet!
in twenty thousand million years
I just heard the big bang
with my own ears
people sit and worry about the future
live your life 'cos the now is all there is
forever now
as the world goes round and round
one eternal moment in time
to live forever
live forever now
if I live one hundred years in this life
it still don't give me too much time
and time is still the one thing
that money can't buy
people sit and worry about the future
live your life 'cos the now it's all there is
forever now
as the world goes round and round
one eternal moment in time
to live forever
live forever now
holy grail, holy cow
I just wanna live forever now
By : Level 42
Ceritanya gini :
Aku punya rekan senior dosen (inisialnya N) yang nulis di blognya tentang pengalaman dia 12 tahun lalu pas dia pertama kali diterima jadi dosen di fakultasku. Dia cerita, dia dulu mengalami diskriminasi gender. Saat dia masuk, dia ditolak oleh kepala bagianku dengan alasan : yang dibutuhkan adalah dosen laki-laki yang bisa kemana-mana & tidak terbatasi oleh beban keluarga seperti halnya dosen wanita. (Sayangnya dia tidak menjelaskan kenapa pada akhirnya dia bisa tetap diterima dengan tangan terbuka sampai saat ini). Dia juga cerita bahwa setelah dia masuk, ada gelombang penerimaan dosen besar-besaran (termasuk aku) dengan hanya 2 dosen laki-laki disitu, tapi dosen-dosen yang mayoritas wanita itu tidak mengalami perlakuan diskriminasi seperti halnya yang dia alami. Menurut dia, mungkin hal itu disebabkan karena dosen-dosen wanitanya cantik-cantik, sexy dan masih muda (padahal sebenarnya dia juga cantik dan muda & ga bisa dibilang punya badan tidak proposional- alias kalau mau sexy sih bisa-bisa aja. Sexy kan tergantung antara lain : cara berpakaian, ya kan?).
Nah, di akhir blog, si W ini kasih comment begini :
"Mbak N (sensored), yang sabar ya... Aku yakin...mbak lebih dari mereka. Aku selalu berdoa dan men support mbak dari sini. Goodluck ya mbak..."
(Note : semua dituliskan sama persis, including jumlah titiknya :p, sesuai aslinya)
Ini yang saat ini bikin masalah baru & jadi pemikiran semua dosen di bagianku. Karena hal yang ditulis oleh Bu N di-blognya adalah hal yang salah kaprah & hanya merupakan pemikiran negatif dari sisi dia. Yang sesungguhnya terjadi bukan seperti itu & bukan masalah diskriminasi gender sama sekali. Dan aku plus temen-temen dosen semua yang masuk setelah Bu N sama sekali tidak merasa cantik apalagi sexy, yang kesannya seperti kami ini hanya mengandalkan cantik atau sexy dan bukannya kapabilitas kami sebagai dosen?! Yang bener aja!!!!
Masalah lainnya adalah, si W yang notabene masuk jadi staff (laboran) di bagianku baru-baru aja & ga tahu duduk permasalahan sebenarnya, memberikan comment yang bukannya justru mendinginkan suasana tapi malah nambahin panas, karena commentnya ga stop sampai di "Mbak N (sensored), yang sabar ya..." Tapi masih berlanjut dengan menyebut "mereka". Sik sik sik.. Siapa "mereka" yang W maksud? Semua dosen yang disebut bu N di blog-nya yang berarti dosen-dosen yang diterima setelah bu N dan kepala bagian pada saat itu cs?
Masalah W bukan cuma sekali ini aja, ada masalah lain yang menurutku sampai saat ini dia belum ngeh bahwa dia salah, padahal kami (aku & teman-teman dosen di bagian) lumayan keganggu dengan hal ini. W kebetulan diberi kemudahan oleh kepala bagianku & pihak fakultas untuk menempuh S2, tetapi jabatan dia tetap seorang laboran. Namun dalam kenyataannya, di lingkungan kampus si W ini dengan akrabnya menyapa aku & temen-temen dosen lainnya dengan sebutan "Mbak" atau "Mas" yang mestinya secara etika profesi, ga sesuai, apalagi kalau didepan mahasiswa. Sampai sekarang dia ga ngeh dengan hal ini. Mungkin karena dia pikir dia akrab dengan kami & kami masih muda.. :( Padahal, aku dengan rekan dosen yang lebih muda aja manggil Pak atau Bu.. Okelah kalau pas diluar kampus, misalnya pas ketemu di mall atau apa, dia boleh aja manggil "Mbak" atau "Mas" tapi kalau di lingkungan kampus & di depan mahasiswa, ya ga pantas-lah..
Terus terang aku ga tahu apa si W ini sudah ngerti masalah yang lagi memusingkan hampir seluruh anggota bagian sekarang ini & dia kesangkut-sangkut masalah itu (kata temenku si W ini kesannya cari muka banget ke bu N! :( ). Kami (aku & temen-temen sesama dosen) jadinya memutuskan untuk menjaga jarak dengan si W, hanya sebatas masalah kerja & hanya nyapa seperlunya aja. Bagaimanapun, menurut aku, ini kan sebetulnya sedikit banyak merugikan si W, apalagi kalau si W ini berencana untuk apply posisi sebagai dosen di bagianku someday, hubungannya dengan kami sudah terganjal, ga mulus. Kami udah terlanjur kecewa dengan dia. Barusan temenku main ke ruang kerjaku & usul supaya aku nemuin si W ini sambil bawa copy-an blog-nya yang sudah di stabilo di kata cantik, sexy & di comment si W & nanyain ke W : maksud W nulis itu apa & siapa yang W maksud dengan "mereka"? Cuman akunya males ribut, aku ga yakin aku sudah cukup sabar & slowing down emotionally gara-gara isi blog & commentnya itu. Bisa-bisa aku mewakili temenku mencak-mencak di depan si W. Males ah!
Untuk masalah Bu N, dari dulu kami ini punya prinsip : males ribut & mendingan dilupain aja. Kata temenku : "Gini deh Vi, 1 orang bener & yang 12 dosen ini selalu ga bener semua, apa tumon? Bukannya kebalik tuh (yang ga bener ya yang 1 itu). Pokoke ngene ae saiki : SING WARAS NGALAH"
Huehehehe.. dia emang terkenal nyantai, selalu kalem & kepala dingin kalau ada masalah meskipun sebenarnya dia ribut juga didalamnya (suka chatting sama aku & bahas masalah ini). Nah karena ngobrolinnya lewat chatting, jadinya kesannya ya adem-adem aja ;))
Well, barusan kepala bagianku juga cerita, bahwa masih akan didiskusikan tindakan apa yang paling baik untuk ngadepin si W. Ini pelajaran berharga buat semua, supaya ga sok kenal sok dekat tapi ga tahu apa-apa (SKSD PALAPA) ke orang, apalagi kalau orangnya terkenal bermasalah, karena bisa keseret-seret masalah bo'! Pelajaran juga bahwa kalau ga tahu masalahnya, lebih baik diem deh. Silent is golden! Bener!

Dari 39 sampel yang kami ambil dalam sebulan terakhir, 7 positif melanggar dan mengandung formalin, 27 sample negatif dan sisanya belum ada keputusan," ujar Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Tien Gartini ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (24/7).
Jenis permen tersebut di antaranya merek 'White Rabbit Creamy Candy' yang melanggar, karena tidak punya izin edar dan mengandung formalin. Merek tersebut, ditemukan dijual dalam bentuk curah, di toko khusus permen di Mal Kelapa Gading, Jakarta .
Sementara itu, dari hasil penelusuran di Pasar Glodok, terdapat merek permen 'Kiam Boy', yang tidak punya izin edar dan mengandung formalin. Hal serupa juga terdapat pada permen 'Classic Candy' dan merek 'Black Currant'.
Merek 'White Rabbit' walau berizin Depkes dengan nomor SP/231/10.09/ 96, ternyata mengandung formalin. Sedangkan 'White Rabbit' ditemukan tanpa izin edar. Selain itu terdapat manisan Plum yang tidak memiliki izin edar dan juga diawetkan dengan formalin.
"Kami sudah menyegel produk tersebut untuk dimusnahkan. Bagi yang berizin ditutup izin edarnya," tandas Tien.
Tien telah menginstruksikan, semua Badan POM segera melakukan pengecekan terhadap produk manisan di masing-masing daerah.
Pasta gigi Maxam
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin menegaskan pihaknya telah memerintahkan penarikan pasta gigi Maxam dari seluruh toko di Indonesia , Juli ini.
Ia membenarkan pasta gigi impor dari China itu mengandung bahan kimia diethylene glycol, yang ditemukan di negara-negara lain, seperti Panama .
"Saya sudah memerintahkan penarikan pasta gigi Maxam di seluruh Indonesia. Setelah ada kasus di negara lain, kami segera melakukan pengujian dan hasilnya memang mengandung diethylene glycol," kata Husniah
Husniah juga menegaskan BPOM telah minta penghentian impor seluruh produk dari China yang mencakup impor makanan dan obat-obatan serta kosmetik. Penghentian impor itu efektif berlaku mulai Juli ini.
Selain itu, Kepala BPOM memerintahkan pengambilan sampel dan pengujian ulang produk-produk makanan impor China yang belakangan merebak di negara-negara lain. Husniah mengatakan sudah ada hasil pengujian ulang, namun ia mengaku tidak hafal dan akan segera mengumumkan hasil tersebut dalam waktu dekat.
(Tlc/OL-02).

The queen of swords is totally honest and seeker after truth, hating ignorant prejudice and blind faith. She sees beneath the surface of things and has an intense desire to see justice and fair play. She is adept at balancing opposing factions to further her desires. Her nobility of mind can often mean that she is lonely; she is loyal and has the highest ideals, others often disappoint her by not measuring up.
Any man she get involved with had better be perfect, any less will not do for her rarefield ideal. She can appear cold and proud, because her intellect and ideals are more important to her than any physical attraction. Be warned - she is repelled by excessive displays of emotion and hates anyone telling her what she should do and how she should behave.
Sejak upload foto di postingan terakhir, banyak yang nanya & cenderung heboh gitu, “itu siapa, hayyo???!!!”
Sengaja dikasih tanda tanya 3x karena emang nanya banget & pengen tahu banget & sengaja juga dikasih tanda seru 3x karena ada unsur ngancem dibelakangnya. Hahaha.. ya iyalah, pada takut aku ga bakal balik ke Indo lagi. Ummm.. am I?
“Lha trus yang fotonya dipajang itu gimana? Dia itu siapa?”
Siapa yang bilang punya relationship sama Professor (baca : supervisor) itu enak? Mungkin enak karena selama study bisa bener-bener dipermudah dalam melakukan riset, makanya hal itu (ada hubungan lebih daripada seorang pembimbing riset dengan mahasiswanya) dilarang. Lagian sebenarnya yang rugi kita juga karena skill lab dan skill pemecahan masalah riset yang harusnya kita gali & kita punya jadi berkurang.
Tapi menurut aku, memang banyak ga enaknya. Sulit banget untuk memisahkan hubungan profesional dengan pribadi. Tetap bakalan kecampur-campur. Bayangin aja, kudu acting didepan banyak orang seolah-olah emang ga ada apa-apa, cuman seorang supervisor dan mahasiswa yang dibimbing, tapi dari tatapan mata, kedipan, senyum yang kadang-kadang nyuri-nyuri, gesture, kalau ada orang yang merhatiin pasti bisa kebaca deh! Cuman beda ruangan yang dipisahin kaca aja sms-an janjian pulang bareng, mampir di coffeeshop & mastiin I’ll be allright. Sigh... Aduh kok jadi susah ngomongnya.. :(
Pokoknya menurut aku, secara emosi itu melelahkan. Menguras emosi. Memang enak di awal karena kita jadi terjamin, save, dijaga, selalu ada yang care & memastikan kita baik-baik aja & semua kebutuhan yang kita perlu untuk settle down tersedia. Tapi selama di uni hal itu bener-bener ga enak. Kalau dia cuman sesama student kali mendingan ya? Lebih enak & ga ada beban.. Soalnya bayangin aja, kalau lagi ada problem berdua, wah, kerjaan di lab bisa keganggu nih. Kan jadi ga enak bimbingan kalau lagi marahan.. Hehehe... Kalau marahannya lama & susah misahin sakit hati dengan hubungan profesional, wah, bisa-bisa ga lulus ntar!
Kesimpulannya menurutku sih, sah-sah aja punya relationship dengan supervisor asal itu dilakukan setelah degree ada ditangan kita hehehe... lebih aman & tanpa beban.
Ada yang punya pendapat atau jalan keluar lain? ;;)
1 comment
Cuman terus terang, aku penasaran banget, siapa ya kira-kira dia? Who is she/he? Kenapa ga mau nyebutin nama? The latest sentence itu yang bikin berkerut-kerut kening : "maybe our paths will cross again one day.." Pasti dia orang yang saat ini, atau paling ga dulunya pernah, spesial buat aku. Tapi siapa ya???
Well, anyway, whoever she / he, it really a great comments & support & I realy appreciate it! I still do my application. I just do my best and let God do the rest.. He will always give the best for me. I believe that!
Sabtu pagi sama Kak uth ke rumah Dwi. Rahayu & Uci ikut dateng. Jadi rame & seru banget suasananya. Ketawaa... terus! ada aja yang diomongin & bikin geli. Kami naik taxi berlima ke bukit. Untung aja meskipun udah jadi ibu-ibu semua, nih badan ga jauh beda sama jaman pas kuliah dulu (bangga dong!), jadi meskipun naik bluebird berlima, tetep aja muat :D
Rahayu ga berubah dari jaman kuliah dulu, selera pakaiannya tetep aja (menurutku) ajaib.. Hwahahaha.. Moso acara nyantai gini pake gaun sih, mana ga pake lengan lagi. Inget lah yaw ini acara di bukit, pasti panas ;)) mana pake asesoris kalung batu item gede-gede lagi. Dwi ampe nyeletuk, "kamu mau jadi peramal dimana, Yu?" Huahahaha... Aku Kak Uth geleng-geleng kepala ngeliatnya. Tuh anak masih aja norak abis! Tapi biarpun dia norak gitu, anaknya baik kok. Suaminya tentara. Anaknya 2, cewek-cowok. Well, kayanya dia aja yang sukses mempraktekkan teori kuliah reproduksi :p Abis yang lain-lain kalau ga anaknya cowok semua, ya cewe semua. Kecuali aku, belum ketahuan gagal pa ga, soalnya
Uci rada kalem. Anaknya 2, cewek semua. Sedang program yang ketiga, kali ini niat banget punya anak cowok sekalian penutup, ga nambah-nambah lagi :D Suaminya uci Pemangku di Pura deket rumahnya. Mungkin karena itu ya, Uci jadi rada kalem.
Ternyata mayan mahal juga cost taxi dari RSAD sampai kampus bukit. Habis 85 ribu sekali jalan. Ya wajar kali, abis jaraknya sekitar 25 km. Nyampe di bukit suasana jadi seru banget. Baru juga jalan beberapa langkah ke arah kampus, temen-temen & dosen-dosen udah pada seru manggil-manggil.. Wah, masih hafal ya ternyata! & kami masih ngetop juga ternyata.. hahahaha..
Yang bikin surprise, si-Pasti datang. Si sontoloyo satu itu, udah kaya kakak sendiri pas pertama aku kuliah. Mbak Nana suka nitipin aku ke dia soalnya hihihi.. Dia heboh banget pas liat aku. Noe datang, Ngurah juga. I really miss Ngurah! Dia agak gemuk sekarang. Masih sableng kaya dulu. Sekarang jadi managernya oli Top One :D
Pak Dar masih juga rame. Dia ngomel-ngomel, kok emailnya ga aku balas.. :p Bu Astarini masih inget aku, masih cantik & modis juga beliau. Bu Adri langsung meluk aku. Aku emang deket banget sama beliau. & yang paling membahagiakan, aku bisa ketemu ibuku, PA-ku, panutanku, idolaku (dulu aku suka bilang dalam hati, aku pengen bisa kaya beliau!) Bu Inna, masih cantik sampai sekarang, agak kurus, sekarang pake jilbab (mungkin sejak Hajjah). Bu Eniek masih segar, tetep kaya dulu. Bu Sugi & Bu Meiti tambah ndut & rata-rata dosen muslimnya sekarang pada pake jilbab.
Pak Sastrawan jadi kurus. Beda banget sama jaman dulu, agak gemuk & segar. Pak Yan jadi tambah jelek huehehehe.. item & tambah gendut. Malamnya dia sempat sms aku & nanya, "memangnya saya gendut & jelek banget ya Vi?" ;)) ya aku jawab aja, "Iya, gendut banget. Bagusan yang dulu. Tapi itu menurut saya lho Pak.." Beliau bilang sekarang udah jarang main tenis, beliau kena kolesterol & asam urat, so kalau tenis badan malah jadi sakit semua. Makanya jadi ndut.. :D
Aku ketemu sama Suana (udah Doktor dia!) & Dewa Winana. Dewa sekarang jadi guide. padahal dulu bahasa Inggrisnya ga lulus :)) Hebat dia! Sayangnya Goes Adi ga datang. Coba kalau dia datang, aku pasti seneng banget!
Arpiwi yang terkenal jutek abis Alhamdulillah ga dateng :D Jahat banget ih! tapi emang dia terkenal sombong & jutek. Kata dwi, kelakuannya itu masih awet sampai sekarang. So, kami semua serombongan pada bersyukur dia ga datang. Bisa ngerusak suasana!
Wah, aku masih kangen banget sama temen-temen semua. Kapan ya aku bisa kesana lagi.. Aku udah minta Pak Bagus buat ngikutin aku di team kalau ada permintaan kerjasama dari farmasi unud.. Lumayan
Weekend kemarin akhirnya jadi juga aku ke
Jumat malam jam 7.30 pm berangkat ke bandara dari rumah. Kudu check in jam 7.45. Seharusnya pesawat boarding jam 8.45 pm tapi gara-gara pesawat yang dari
Pas di jalan mami telfon. Nadanya cemas & minta aku ati-ati. Halah.. beliau masih aja takut aku deket lagi sama my ex-boyfriends. Ga lah Mam! Ini aja nginepnya di rumah kak Uth.. Tapi begitu mami denger suaranya kak Uth, beliau terus jadi tenang & ga nelfon2 lagi sampai aku pulang :p Udah percaya kalau aku aman di tangan kak Uth..
Kami sempat ngobrol sejam sebelum tidur. Rencananya paginya kami ke rumah Dwi & dari
Sejauh ini kami belum tahu kepastian berita tentang Ukir.. & tidurku malam itu rada gelisah. Mungkin karena kamar baru, suasana asing & banyak hal yang pasti exciting yang nunggu besok paginya..
Hari ini seharusnya cuti bersama, tapi kenyataannya aku kudu ngantor seperti biasa & justru dandan lebih rapi & make some preparations. Ada tamu dari Groningen Uni. Rektornya dan baladewanya. & sepertinya aku termasuk salah satu candidate yang diusulkan fakultas, so aku harus ikut menyambut. Temen-temenku yang lain pasti lagi bahagia main di rumah sama keluarga masing-masing. Well, it's okay. Ini termasuk bagian dari rencana S3ku, so aku jalanin aja dengan riang hati. Udah siap juga akunya.
Application juga sudah sampai tanggal 14 kemarin. Semoga bisa jadi kado terindah deh.
& tanggal 26 nanti pak Sastrawan pensiun. Aku sebenarnya pengen banget bisa ikut melepas beliau, tapi ga tahu nih, kayanya ga bisa. Takut bentrok jadwal sama Jakarta. Lagian aku masih kudu prepare myself buat segala macemnya. Kemungkinan besar aku nitip kenang-kenangan buat beliau lewat Dwi aja. Ga papa, aku pasti juga bakal sowan ke beliau pas aku kesana suatu hari nanti.
Gee, I really need that good luck!
His name was Kyle.
It looked like he was carrying all of his books.
I thought to myself, "Why would anyone bring home all his books on Friday?
He must really be a nerd."
I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friends tomorrow afternoon), so I shrugged my shoulders and went on.
As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him.
They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt.
His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him.
He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes
As I handed him his glasses, I said, "Those guys are ! jerks. "
They really should get lives.
" He looked at me and said, "Hey thanks!"
There was a big smile on his face.
It was one of those smiles that showed real gratitude.
I helped him pick up his books, and asked him where he lived.
As it turned out, he lived near me, so I asked him why I had never seen him before.
He said he had gone to private school before now.
I would have never hung out with a private school kid before.
We talked all the way home, and I carried some of his books.
He turned out to be a pretty cool kid.
I asked him if he wanted to ! play a little football with my friends
He said yes.
We hung out all weekend and the more I got to know Kyle, the more I liked him, and my friends thought the same of him.
Monday morning came, and there was Kyle with the huge stack of books again.
I stopped him and said, "Boy, you are gonna really build some serious muscles with this pile of books everyday!
" He just laughed and handed me half the books.
Over the next four years, Kyle! and I became best friends..
When we were seniors we began to think about college.
Kyle decided on Georgetown and I was going to Duke.
I knew that we would always be friends, that the miles would never be a problem.
He was going to be a doctor and I was going for business on a football scholarship.
Kyle was valedictorian of our class.
I teased him all the time about being a nerd.
He had to prepare a speech for graduation.
I was so glad it wasn't me having to get up there and speak
Graduation day, I saw Kyle.
He looked great.
He was one of those guys that really found himself during high school.
He filled out and actually looked good in glasses.
He had more dates than I had and all the girls loved him.
Boy, sometimes I was jealous!
Today was one of those days.
I could see that he was nervous about his speech.
So, I smacked him on the back and said, "Hey, big guy, you'll be great!"
He looked ! at me w ith one of those looks (the really grateful one) and smiled.
" Thanks," he said.
As he started his speech, he cleared his throat, and began
"Graduation is a time to thank those who helped you make it through those tough years.
Your parents, your teachers, your siblings, maybe a coach...but mostly your friends...
I am here to tell all of you that being a friend to someone is the best gift you can give them.
I am going to tell you a story."
I just looked at my friend! with d i sbelief as he told the story of the first day we met.
He had planned to kill himself over the weekend.
He talked of how he had cleaned out his locker so his Mom wouldn't have to do it later and was carrying his stuff home.
He looked hard at me and gave me a little smile.
"Thankfully, I was saved.
My friend saved me from doing the unspeakable. "
I heard the gasp go through the crowd as this handsome, popular boy told us all about his weakest moment.
I saw his Mom and dad looking at me and smiling that same grateful smile.
Not until that moment did I realize it's depth.
Never underestimate the power of your actions.
With one small gesture you can change a person's life.
For better or for worse.
God puts us all in each others lives to imp! act one another in some way.
Look for God in others.
"Friends are angels who lift us to our feet when our wings have trouble remembering how to fly."
There is no beginning or end.. Yesterday is history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.

When God Winks buku bagus, sangat! Beli deh, ga bakal rugi kok! Buku ini membantu kita menemukan isyarat-isyarat Tuhan yang Dia sampaikan ke kita sebagai caraNya berkomunikasi ke kita tanpa menggunakan bahasa manusia. When God Winks, saat Tuhan mengedipkan mataNya. & baru baca beberapa halaman saja aku sudah menemukan banyak kebetulan-kebetulan dalam hidup yang ternyata merupakan isyarat Tuhan yang menuntun jalanku selama ini..
Aku inget banget, yang ini pasti juga salah satu isyarat Tuhan dalam hidup aku yang menentukan jalur hidup aku akan kemana & akan jadi seperti apa, pas itu aku masih kelas 3 SD. deket-deket jam 12 siang, udah hampir waktu pulang sekolah, guru kelasku, Bu Titik (orangnya putih, cantik & gendut :D), nyuruh semua anak di kelasku menulis cita-cita masing-masing di atas selembar kertas & dikumpul. Setelah bingung sebentar pengen nulis apa (cita-citaku dari masih belum sekolah pengen jadi pramugari :D), aku akhirnya nulis : CITA-CITAKU : MENJADI DOSEN FARMASI.
Saat itu aku sama sekali ga ngerti apa itu Dosen, apa bedanya Dosen dengan guru, dan apa pula itu Farmasi.. :p & pastilah pada saat itu Tuhan mengedipkan sebelah matanya ke aku karena ternyata sekarang, setelah kuliah S1 di Biologi UNUD & S2 di Bioteknologi UGM, aku malah kerja di Fakultas Farmasi & jadi dosen Farmasi, padahal kuliah di farmasi juga enggak..
So, kalau kalian pengen lebih mengenali isyarat-isyarat Tuhan, biasanya isyaratnya sangat-sangat halus & lembut sehingga acapkali terlewat oleh kita & tidak kita sadari, ga ada salahnya kalian beli & baca bukunya.
Have a nice read!
“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya” (QS.Yunus : 107)
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS. Huud : 6)
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath-Thalaq : 7)
Semoga dia damai di atas sana, di tempat terindah yang udah Tuhan siapkan buat dia..
Jadi inget lagi sama kenangan jaman SMP. Mulai dari kakak kelas : Chris, David, Ersta, Yuli, sampai temen sekelas : Indri, Kusuma, Lily.. Where are they now? Belakangan aku cuman sempet kontak Lanny. Aku harap aku masih bisa ketemu & kontak beberapa dari mereka sebelum aku harus pergi jauh :( S3 ini.. exciting disatu sisi, menyedihkan disisi lainnya.. Kudu jauh dari Indo paling ga selama 5 tahun :(
Terus terang setelah ngeliat tayangan di Metro TV (dari rekaman video amatir disitu bisa dilihat hampir semua praja, bahkan yang sudah menjalankan tugas lari & push up dengan benar, masih dipukul dan ditendang di bagian dada), kejadian tewasnya Alm. Cliff Muntu & ditahannya beberapa orang senior yang udah mukulin dia, aku jadi keinget sama film-nya Demi Moore & Tom Cruise : A Few Good Man.
Sedikit banyak latar belakangnya sama. Atas nama penegakan disiplin, seorang senior (dalam film itu juga diijinkan oleh kolonel-nya) boleh melakukan tindak kekerasan, yang acap kali dengan taruhan nyawa. Siapa yang tahan dipukulin di bagian vital tubuh dengan cara membabi-buta? Eh, meskipun di film A Few Good Man itu perwira yang meninggal bukan karena dipukulin, tapi karena keracunan asam susu yang biasa terjadi sebagai efek penyakit jantung akut, tapi latar belakang penyikasaan demi disiplin itu sama aja, di film itu diberi istilah : Code red. Ga tahu deh di IPDN istilahnya kode apaan..
Sebagai seorang dosen aja aku masih geleng-geleng kepala & ga bisa mudenk, dimana esensi kegiatan pukul memukul itu dan hubungannya dengan penegakan disiplin? Aku belum pernah denger di sekolah-sekolah militer ada calon prajurit yang meninggal karena dipukul demi penegakan disiplin. Padahal IPDN kan bukan sekolah untuk menghasilkan prajurit di medan perang. Apa iya calon camat yang dihasilkan IPDN nanti bakalan mukul bawahannya atau rakyatnya yang ga dispilin & ga nurut sama kebijaksanaannya? Oh ya.. There is a big-big question about that. Kecuali kalau IPDN itu punya cita-cita bukan untuk menghasilkan lulusan yang merupakan abdi & pengayom masyarakat tapi menghasilkan lulusan seorang preman dengan keahlian memukul dengan tangan kosong yang sempurna. Nah sekalian aja diganti tuh kepanjangan IPDN jadi : Institut Preman Dalam Negeri.. atau kalau pake singkatan lamanya STPDN bisa dipanjangkan jadi : Sekolah Tinggi Penyiksaan Dalam negeri.. atau Sekolah Tinggi Preman Dalam Negeri.. Cocok semua tuh!
IPDN adalah contoh lembaga pendidikan yang gagal total & melenceng jauh dari tujuan pembelajarannya. Kalau ini sampai disorot pers luar (& mestinya pasti udah), mau ditaruh dimana muka kita. Sigh.. pantas aja bangsa ini ga maju2.. Proses pembelajaran dari masa awal aja udah salah kaprah begitu :(
(hai, bersama surat ini saya ingin memberi tahu sesuatu)
I WANT TO CUT CONNECTION US
(saya ingin memutuskan hubungan kita)
I have think about this very cook cook
(saya telah memikirkan ini masak masak)
I know I clap one hand only
(saya tahu bahwa saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Correctly, I have seen you and she together at town with my eyes and head myself
(sebenarnya, saya pernah melihat kamu bersama perempuan lain di kota dengan mata kepala saya sendiri)
You always ask for apology back back
(kamu selalu minta maaf berulang ulang)
I don't trust you again!!
(saya tidak percaya kamu lagi)
You are really crocodile land!!
(kamu benar benar buaya darat)
My Friend speak you play fire
(teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I break connection to pull my body from this love triangle
(jadi saya putuskan saja hubungan untuk menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know this result I pick is very correct, because you love she very high from me
(saya tahu keputusan yg saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih tinggi dari saya)
So, I break off to go far from here
(jadi saya putuskan untuk pergi dari sini)
I don't want you to play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main main dengan hati saya)
I have been crying until no more eye water thinking about you
saya menangis sampai tidak ada lagi air mata memikirkan kamu)
I don't want banana to fruit two times
(saya tidak mau terpeleset untuk kedua kalinya)
Safe walk... (selamat jalan..)
=))
Telang Berpulang ke Rahmatullah
Sang Legenda....Sang Maestro....Sang Masterpiece
Artis kebanggaan Indonesia : Chrisye, tadi pagi pukul 4 menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 56 Tahun.
Almarhum akan dimakamkan hari ini pukul 2 siang di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan
Turut berdukacita, semoga amal dan ibadah almarhum diterima disisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan. Amin..
Sigh..
Bikin inget Christ lagi :(
Christ mirip Chrisye. Chinese-nya, hobby nyanyi-nya.. main gitar-nya.. pemalunya, kesahajaannya..
BTW, ga sengaja nemu temen Christ di FS 2 hari yang lalu. Biant :D Jadi nostalgia jaman SMP ;))
Jawabannya tergantung, kenangannya bagus apa ga. I remember Christ, yang selalu ada sampai sekarang.. Semuanya tentang dia dari awal aku kenal dia :)
Aku juga inget Benny. Dia temen SMPku, kakak kelas, temennya Christ, pacarnya Ivonne yang sekelas sama aku. Kebetulan dia juga anaknya temen gerejanya Papi. & sama dengan Christ, dia maniak basket. Wajar, karena di usia dini gitu, SMP, dia sudah diincer salah satu klub basket terkenal di Surabaya waktu itu buat jadi salah satu tim-nya.
Benny meninggal kecelakaan setelah pulang latihan basket di klub, cuman gara-gara hindarin orang jalan meleng di pinggir jalan. Gara-gara orang yang jalannya meleng kesana kemari itu, Benny jatuh dari motornya & kelindes truk PT PAL. Tau kan truk PT PAL segede apa? Supir truk-nya aja bilang : "saya ga ngerasa ngelindas orang, saya kira yang saya lindas batu.." Astaghfirullah.
Sigh..
Seminggu sebelum Benny meninggal, kami ada di lapangan yang sama buat ikut kejurnas Marching band. (Christ ga, dia ga ikut marching band & aku setengah mati kangen dia). Aku ga pernah sadar Benny merhatiin aku (aku cuman mikir Christ :p), tapi aku inget betul Ivonne nyamperin aku & ngobrol, cerita, bahwa Benny sebetulnya naksir aku.
Aku melongo.
Jelas aku melongo. Semua se-sekolah juga tahu Ivonne pacarnya Benny. Sayangnya mereka berhasil nutupin jejak bahwa mereka sudah putus hubungan. Ivonne malah ketawa ngelihat aku ga percaya. Aku ngelihat Benny yang sibuk main-mainin terompetnya. Aku heran luar biasa.
"Kamu mau kan?" Ivonne nanya. Aku ketawa. Seneng sih ada yang naksir :p Tapi jelas aku ga punya rasa apapun ke Benny kecuali sayang biasa. Dia emang aku anggap kakak, temen baik, pacarnya Ivonne, anaknya temen gereja Papi.. That's all. "Kamu masih ngarepin Christ ya?" Ivonne nanya lagi.. menohok, jeb jeb jeb. Aku cuman bisa senyum kecut.
Pagi setelah Benny meninggal, satu sekolah pada pulang awal, jam 9, buat ngelepas Benny di krematorium. Aku ga ikut. Aku pilih pulang ke rumah. Aku inget banget, hobbyku waktu itu ngumpulin kata-kata bijak dari Bible, yang belakangan aku tahu itu juga hobby Benny. Pas lagi enak-enak baca Bible (aku inget aku lagi buka Mazmur), pembantuku lari ke kamarku & bilang kalau dia merinding karena di dapur bau bunga kenceng banget. Aku ngakak. Ya ga mungkin lah, wong dia lagi goreng ikan kok bisa bau bunga. Tapi belum sempat pembantuku jawab, kamarku ikut-ikut bau bunga. & tiba-tiba aku inget Benny. Aku & pembantuku lari ke halaman & diem disana for about 5 minutes. Pas masuk ke rumah lagi, bau itu udah ilang.
Aku tahu aku orangnya emang rada 'sensitif'. Danan pernah bilang, kalau aku mau ngebuka diri, sebenarnya bisa lebih terasah indera keenamnya. Tapi aku ga mau. Kadang-kadang aja aku pake kalau dimintai tolong temen atau kolega. So, aku yakin Benny pasti pamit waktu itu.
Sampai sekarang aku masih suka keinget Benny. Tiap inget Christ, ketemu dia, pasti mau ga mau aku inget Benny. Tapi biar gimanapun, saat ini Benny cuman jadi kenangan. Christ di depan mata, selalu, dari dulu.
Christ emang ga lagi muter-muterin bola basketnya di jari tengah :D.. atau muter-muterin map-nya di jari tengah, tapi dia tetep Christ, yang kebetulan anak karyawannya Papi, yang kebetulan kakak kelas SMPku, yang kebetulan aku bisa nyusul & nemenin dia di SMA kompleks biarpun cuman setahun (Christ keburu lulus, aku kelas 1 dia udah kelas 3 :( )& banyak kebetulan-kebetulan lain yang kadang bikin kami mikir, apa iya celetukannya Bu Sutrisno, (guru bahasa Inggris pas SMP, wali kelasku & Christ) yang bilang ke aku : "Sylvie, kamu plek sama murid Ibu dulu, namanya Christian, kayak jodoh aja" itu betul? Aku masih inget banget sosok Christ waktu jaman SMP dulu & Christ juga. Christ bilang, aku dulu lugu banget, pemalu, cantik & apa adanya :D beda banget sama sekarang :p
Yang aku tahu, aku selalu tersenyum hanya karena inget Christ. Yang jelas, mami selalu senyum lebar tiap inget Christ.. Yang jelas, Papi selalu bernostalgia dengan kantor & staf-stafnya tiap aku cerita Christ..
Mungkin selamanya Christ akan ada, abadi..






I know you will get it. You are an amazing woman who has deep passionate about the plan to pursue a doctoral study and I really admired that.
Wishing you all the best for all your dreams will come true.
Good luck! Stay in touch and maybe our paths will cross again one day.