04 July 2006

Toxoplasma

Beberapa hari yang lalu aku sempat ngobrol panjang sama mas Wisnu. Dan seperti orang awam lainnya, mas Wisnu juga masih ngirain kucing patut dihindari karena bisa nularin Toxoplasma & dia juga masih rancu dengan ngira Toxoplasma adalah virus. Setelah aku jelasin panjang lebar tentang Toxoplasma, dia baru ngeh.

Dan aku jadi kepikir buat nulis semua yang aku tahu tentang Toxoplasma, karena kebetulan juga aku ngubek2 organisme satu itu untuk tesis kemarin. Semoga apa yang aku tulis ini bisa berguna buat siapa aja yang baca blog ini..

Toxoplasma punya nama latin alias nama ilmiah Toxoplasma gondii, diambil dari bahasa Yunani ”Toxon” yang artinya busur. Kebetulan, bentuk Toxoplasma ini adalah seperti busur panah atau bulan sabit.

image011

Toxoplasma gondii ini punya 2 macam inang, yaitu inang definitive berupa kucing dan bangsa kucing (felidae), misal : cheetah, macan.. etc.. dan inang sekunder atau inang perantara berupa burung-burung dan mamalia (termasuk manusia, karena manusia merupakan salah satu hewan mamalia).

Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa intraseluler, artinya dia bukan merupakan virus atau bakteri, apalagi jamur. Dia adalah protozoa parasit, yang sifatnya parasit intraseluler (menyerang sel tubuh), yaitu semua sel berinti hewan berdarah panas. Pada manusia ini berarti Toxoplasma bisa menyerang semua sel tubuh manusia kecuali sel darah karena sel darah manusia tidak punya inti.

Toxoplasma bereproduksi (berkembang biak) dengan cara seksual maupun aseksual. Pada inang definitive perkembangbiakan Toxoplasma dapat berlangsung baik secara seksual maupun aseksual, sedangkan perkembangbiakan pada inang perantara hanya berupa perkembangbiakan aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner (membelah diri menjadi 2 bagian yang sama persis).

Pada prinsipnya ada 2 cara penularan Toxoplasma gondii, yaitu secara dapatan dan secara congenital. Infeksi dapatan diperoleh dari kebiasaan kucing berdefekasi (b-a-b / pup) disembarang tempat sehingga menyebarkan banyak oosista (fase telur dari Toxoplasma) ke lingkungan, atau juga dengan memakan daging yang dimasak kurang matang, atau juga dari memakan makanan yang terkontaminasi oosit. Oosit toxoplasma ini bisa bertahan lama. Pada suhu 4 derajat Celsius, ia bisa tahan selama 410 hari & pada suhu 37 derajat Celsius dia bisa bertahan selama 30 hari. Oosista juga tahan terhadap desinfektan, proses pembekuan dan pemanasan, tapi terbunuh pada pemanasan tinggi diatas 70 derajat Celcius selama 10 menit.

Kucing yang terinfeksi Toxoplasma akan membawa Toxoplasma pada fesesnya dan apabila ia pup sembarangan, apalagi kalau pup-nya tidak ditutup baik dengan pasir, maka pup itu akan kering terkena sinar matahari dan hancur dan selanjutnya dapat terbang terbawa angin dan menempel pada daun-daun ataupun rumput. Kalau kebetulan kita suka makan sayuran mentah untuk dibuat lalap, maka kemungkinan kita terinfeksi Toxoplasma cukup besar karena sayur mentah yang kita makan tersebut bisa jadi ditempeli oosit toxoplasma. Begitu juga bila sayur atau rumput tersebut dimakan oleh kambing atau sapi dan kemudian kambing atau sapinya disate tapi bakarnya kurang matang, maka oosit yang menginfeksi sapi atau kambing & stay dalam tubuh (daging, otot, organ) sapi atau kambing tersebut bakalan masih hidup & available karena oosista hanya bisa mati dengan pemanasan tinggi diatas 70 derajat celcius. Atau kalau ada ayam kampung yang mengais2 tanah mencari makanan & kebetulan tanahnya terkontaminasi oosista Toxoplasma, maka ayam tersebut bisa jadi ikut terinfeksi Toxoplasma & kalau kita memasaknya kurang matang, maka oosista yang ada di ayam akan berpindah ke tubuh kita.

Dalam tubuh kita, oosista akan berkembang menjadi fase aktif Toxoplasma yang disebut Takizoit, artinya aktif menginfeksi & berkembangbiak sehingga jumlahnya bisa berlipat-lipat. Mula-mula ia masuk melalui saluran pencernaan makanan, kemudian keluar melalui dinding (epitel) usus dan masuk ke dalam peredaran darah. Dari situ dia akan terbawa ke seluruh organ dan menginfeksinya.

Adanya sistem imunitas dalam tubuh kita bisa memaksa Toxoplasma ini untuk berubah dari fase aktif Takizoit menjadi fase dorman Bradizoit. Bradizoit ini membentuk semacam selubung protein pada sekeliling tubuhnya sehingga dia kebal terhadap berbagai macam obat & imunitas & akan tetap dalam keadaan tidur panjang sampai sistem imun kita turun & memungkinkan bradizoit untuk berubah aktif lagi menjadi takizoit & menginfeksi serta berkembangbiak lagi..

Pada penularan secara kongenital (melalui plasenta calon ibu ke janin yang dikandungnya), masa-masa trimester pertama kehamilan adalah keadaan yang paling rentan karena pada trimester pertama kehamilan merupakan tahap pembelahan sel dan pembentukan organ vital tubuh janin sehingga janin belum dapat membentuk sistem imun sendiri, sehingga apabila pada darah ibu terdapat toxoplasma, toxoplasma ini dapat mengenai janin dan karena janin belum memiliki sistem imun yang dapat melindunginya dari serangan takizoit, maka takizoit toxoplasma dapat dengan mudah tinggal dan menyerang organ2 tubuh janin yang baru saja dibentuk, dan ini dapat menyebabkan adanya kerusakan organ, yang nantinya dapat menyebabkan kecacatan permanen baik cacat fisik maupun mental, hidrosephalus atau bahkan kebutaan pada janin.

Bila ibu terserang Toxoplasma pada periode jauh sebelum kehamilan, meskipun masih membawa Toxoplasma dalam stadium bradizoit, namun relatif aman bagi janin bila akhirnya ibu tersebut hamil, karena bradizoit dalam tubuh ibu (dalam organ atau otot) adalah bentuk Toxoplasma yang dorman (tidak aktif). Hanya saja, adanya sejarah infeksi Toxoplasma mengharuskan calon ibu tersebut untuk tetap menjaga imun tubuhnya tetap tinggi untuk menghindari reaktifnya bradizoit Toxoplasma menjadi Takizoit yang dapat menyerang janin.
Penularan Toxoplasma hanya melalui jalur fecal-oral (makan memakan), dan tidak ditularkan melalui droplet (udara) seperti halnya virus influenza, ataupun melalui hubungan seksual, seperti halnya AIDS.

Gambar di bawah ini adalah siklus penularan Toxoplasma :

Toxo cycle

Dan Toxoplasma hanya berbahaya bagi ibu hamil, dan orang-orang dengan sistem imun rendah seperti halnya penderita AIDS atau kanker, karena pada kedua jenis penderita tersebut, Toxoplasma dapat aktif menginfeksi otak menyebabkan ensephalitis toxoplasmik yang menyebabkan kematian bagi penderita.

So, ga ada jaminan sama sekali dengan tidak memelihara kucing kita bisa terhindar dari infeksi Toxoplasma, karena kita tetap bisa kena Toxoplasma dari makanan. Cara terbaik menghindari infeksi Toxoplasma cuma dengan menjaga kebersihan badan. Selalu mencuci tangan setelah selesai beraktivitas dan sebelum makan.

2 comments:

Anonymous said...

mba sissy, pa kabar nih ? ^_^
wah artikel toxo nya detail banget, aku jd ngerti deh what should i trully worry then. untungnya hasil lab'ku kmaren toxo nya negative :)

Anonymous said...

mba sissy, pa kabar nih ? ^_^
wah artikel toxo nya detail banget, aku jd ngerti deh what should i trully worry then. untungnya hasil lab'ku kmaren toxo nya negative :)

 
;