23 November 2023

Gaya Tulisan

IMHO. Kemampuan seseorang dalam memilih kata dalam menyusun kalimat ternyata memang dapat menunjukkan tingkat pendidikan seseorang. Penelitian ilmiah terkait hal ini sudah dilakukan dan membuktikannya. Hal ini juga dipengaruhi oleh kecerdasan bahasa/linguistik seseorang, yaitu kemampuan untuk menggunakan dan memproses kata-kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. 

Sehingga meskipun seseorang tersebut tidak memiliki tingkat pendidikan tinggi (misal karena keterbatasan dana, dll) tidak berarti orang tersebut juga memiliki kecerdasan lingusitik yang rendah. Demikian pula sebaliknya, seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi belum tentu memiliki kecerdaan linguistik yang tinggi. Yang repot itu kalau pendidikannya tidak tinggi, kecerdasan linguistiknya juga rendah. Saat menulis suatu cerita, pilihan kata atau bahasanya unqalified, tidak nyaman untuk dibaca. 

Saya coba membandingkan gaya bahasa di tulisan mbak Prof idola saya dengan si mbak-mbak sebelah, umur mereka tidak beda jauh tapi kualitas gaya bahasanya bagai bumi dan langit. Mestinya bukan hanya karena tingkat pendidikan, tetapi juga karena faktor lingkungan, dengan siapa mereka berinteraksi sehari-hari, sesama akademisi atau bukan, atau anak² ABG? Jadi meskipun umur tua, gaya bahasanya banyak mengadopsi bahasa slang, jadinya terkesan unqualified tadi. Tapi ini juga tergantung circle pembaca. Kalau circlenya sama frekuensi sih tidak masalah. 

Sehingga wajar juga pada beberapa orang, menulis skripsi, tesis, atau disertasi merupakan momok dan menjadi sumber stress tersendiri, karena menulis cerita biasa saja kadang mereka kesulitan memilih dan merangkai kata yang tepat, apalagi harus menulis hasil penelitian ilmiah dengan gaya bahasa ilmiah pula.



0 comments:

 
;