28 December 2008 0 comments

Terkecoh

:D

Ternyata banyak temanku yang terkecoh dengan tulisanku yang judulnya "The Two of Us". Mereka kira, semua yang aku tulis di blog ini, termasuk "The Two of Us" adalah tentang aku dan apa yang aku alami. Dan kebetulan isi tulisan "The Two of Us" memang "menggoda", terutama buat yang pikirannya peka hehehe..

Actually, tulisan itu bukan tentang aku, dan tidak seperti yang teman-temanku duga (mereka kira, itu cerita tentang percintaan & kata-kata "finally" disitu berarti making love :p) cerita itu bukan tentang aku dan aku ga berpikir "finally" disitu berarti making love :p

Tulisan itu diilhami dari pengalaman temanku. Sebut aja namanya si A. Si A ini udah married dan punya anak, dan lagi sekolah juga seperti aku, ninggalin keluarganya di Indonesia. Di negara tempat dia sekolah, dia ketemu si B, dan mereka jadi dekat. Awalnya dekat hanya sebagai sesama student, kolega, dan mempelajari topik yang mirip. Lama-lama kedekatan mereka menjadi bertambah dalam. Masing-masing dari mereka menemukan sesuatu yang tidak mereka dapatkan dari pasangan masing-masing. Mereka saling mengisi kekosongan jiwa & emosi.

So, "finally" dalam tulisanku merujuk ke arah istilah "jatuh cinta"

We talk,
We eat,
We talk,
We dance,
We talk,
and finally..

(kalau dilanjutin bisa aja ditulis : and finally.. we fall in love, tapi aku sengaja ga tulis karena jadinya ga bakalan seru)

Akhirnya.
Dia tersenyum, itu manusiawi katanya. Menurutku juga.
Tapi apakah selalu begitu? Dia mengendik, itu wajar, katanya.
Tapi bukankah kita bisa menghindarinya?

(maksudku, menghindari untuk menjadi semakin dekat, terikat dan tergantung satu sama lain. Mereka bisa mengurangi frekuensi bertemu, mengurangi frekuensi chatting dan lain-lain)

...

Aku tidak menyalahkannya, dan tidak berusaha menyalahkan diri sendiri. Aku tahu aku menginginkannya, dia menginginkannya.
(maksudku, menginginkan perasaan jatuh cinta ini)

Apakah kamu akan lari? Atau mencoba lari? Tanyanya tiba-tiba.
(maksudku, lari dari kenyataan bahwa mereka saling jatuh cinta, dan sebenarnya sudah menduakan pasangan masing-masing tanpa mereka sadari)

Dia tersenyum. Inilah akibat itu, katanya. Dan tidak perlu lari, kata dia selanjutnya. Karena kita manusia, ini manusiawi, dan aku menginginkannya, kamu menginginkannya.
(akibat disitu maksudnya adalah efek dari seringnya mereka ngobrol bersama, bertemu, saling memperhatikan.. jatuh cinta adalah hasil sampingan yang wajar terjadi)

and we talk,
We eat,
We talk,
We dance,
We talk
And it’s happened
Again..
(it's happened again maksudku merujuk pada kenyataan bahwa hal-hal seperti ini nyaris menjadi hal yang umum terjadi hampir disetiap perkawinan. Banyak godaan untuk berselingkuh, tidak perlu sampai melakukan aktivitas seksual, menduakan pasangan secara pikiran saja sebenarnya sudah termasuk berselingkuh. Coba hitung, seberapa sering frekuensi kita menghubungi pasangan dan bandingkan dengan seberapa sering kita menghubungi "si dia yang baru". Dari situ kita bisa melihat apakah kita sudah mendua atau tidak).






My room, Leiden. 9.35 CET
23 December 2008 0 comments

Selamat Natal!


Selamat Natal..
Semoga Damai Natal Selalu Menyertai
Amin.
0 comments

Wish list

Wish list :


bakso
bebek goreng
lumpia semarang
bandeng duri lunak
bakmi kadin
bread talk
kue lumpur
lapis surabaya
kue kipo
bika ambon
lupis
sate samirono
gudeg bu Amad
coto makasar
sup konro
mie aceh
soto banjar
soto sulung
soto madura
sate madura
nas-gor jamur bethesda
ayam mbok berek
rawon setan
gado-gado
rujak cingur


(aduuh.. ga kuat nerusin nulisnya :( )
22 December 2008 0 comments

Kedutan & Mimpi.

Aku kedutan di pelupuk mata kiri atas udah sebulan ini. Capek ga sih?? Rasanya kaya keganjenan aja, sebelah mata wink-wink terus :p Kadang suka ga pede, takut orang di depanku recognize kalau pelupuk mataku lagi kedut-kedut. Aku udah search tentang kedutan, secara ilmiah itu akibat tegangan saraf. Tapi kalau di pelupuk mata dan sebulan, masa berarti ada yang error dengan saraf pelupuk mataku??

Kalau orang Jawa bilang sih, kedutan ada artinya. Primbon Jawa deh. Percaya ga percaya. Kedutan di pelupuk mata atas artinya bisa dapet rejeki, kalau di pelupuk mata bawah artinya bakalan nangis. Belum lagi kedutan di bagian-bagian lain anggota tubuh, bisa beda-beda artinya & aneh-aneh hehehe.. Coba kalau yang kedutan di bagian paling privacy dari tubuh kita.. artinya apa coba?? hehehehe...

Ini baru kedutan. Orang Jawa juga masih percaya ga percaya sama arti mimpi. Misalnya mimpi pup. Aku percaya kalau mimpi pup artinya aku bakalan kehilangan sesuatu. Kalau mimpi pipis, artinya aku bakalan boros :p Aku percaya karena udah bolak-balik ngalaminnya hehehehe..

Yang aku masih ga bisa yakin tuh mimpi digigit ular. Kata primbon (halah, referensi kok ya primbon. Please deh ah!), mimpi digigit ular artinya dapet jodoh. Masalahnya aku bolak-balik mimpi digigit ular (terakhir ularnya putih, bule pa ya??) tapi nyatanya artinya ga seperti itu tuh. Pas dapet alm. papanya Aca dulu juga sebelumnya mimpi ular sih, cuman dia ga gigit tapi nyembur. Apa arti di tiap-tiap orang beda-beda? Ga tahu juga deh.

Dan yang paling aku inget, aku pernah mimpi kakiku digigit buaya gede banget, warnanya oranye, masalahnya aku ga ngerasa sakit karena buayanya ternyata ompong.. hahahaha.. Dan tahu ga kenyataan yang terjadi gimana? Ada laki-laki buaya darat yang suka ma aku, dan dia emang ompong dalam arti kata dia pengecut & penakut banget. Hahahaha.. Ga punya gigi, ga punya nyali. Ada-ada aja.

BTW, aku jadi nanya-nanya sendiri, orang bule disini kedutan juga ga ya? Hmm, mungkin iya.. tapi yang pasti mereka ga bakalan menghubungkannya dengan primbon seperti orang Indo. Well, coba nti ta tanya mas Bule ;))
0 comments

Dari Bintang untuk Bulan.

Aku tahu, Bulan, bahasa tubuhmu tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa kamu suka dia. Walaupun kamu selalu dengan tegas tidak mengakuinya. Mungkin dia memang mengisi kekosongan hari-hari kamu, membuat warna lain yang tidak bisa kamu dapat dari pasanganmu. Kamu tidak bisa menyembunyikan itu dari aku. Aku tahu, karena aku perempuan juga seperti kamu.

Kata temanku, semua tidak akan terjadi kalau si perempuan tidak menanggapi, dan aku lihat, aku amati, kamu menanggapi semua perhatiaannya, semua cara pendekatannya kamu terima dengan tangan dan hati terbuka. Dan mulailah, entah kamu sadar atau tidak, kamu selalu merindukan perhatiannya.

Sedikit-sedikit dia. Itu yang aku amati. Kenapa tidak orang lain? Laki-laki yang lain? Kamu punya baju baru, dan bapak itu adalah orang yang pertama kali tahu. Kamu punya resep baru, dan orang pertama yang kamu pamerin masakan adalah bapak itu juga, dan jadilah kalian dinner berdua. Kamu menemukan lagu baru, bapak itu juga yang nomor satu dapat forward-nya. And vise versa. Dan rela chatting sampai dini hari, menjelang subuh. Dan menggunakan lagu pemberian si bapak itu sebagai lagu andalan di mobile phone-mu. Banyak lagu indah yang lain, tapi memang bila yang memberi adalah orang yang menurut kita spesial, lagu itu akan terdengar lebih indah dibanding lagu indah-lagu indah lainnya.

Aku tahu, Bulan, karena aku perempuan. Tapi aku tidak ingin menyalahkanmu dan menganggapmu buruk. Aku masih rancu dengan definisi selingkuh. Apakah selingkuh hanya bisa dipakai kalau kita sudah melanggar batas susila? Sepertinya definisi selingkuh lebih bijak diletakkan dari kaca mata suamimu. Sampai batas seperti apa dia menganggap istrinya selingkuh?

Dan aku juga tidak mau menyalahkanmu karena aku juga tidak bisa menjamin, suamimu tidak melakukan hal yang sama? Pernahkah kamu berfikir, dia melakukan hal yang sama sepertimu? Atau perempuan lain, melakukan hal yang sama sepertimu terhadap suamimu? Apa yang kamu rasakan?

Aku ingin bertanya padamu, Bulan. Apabila kita terpeleset dalam kubangan rasa sayang yang kita miliki untuk laki-laki lain atau perempuan lain selain pasangan kita, salahkah? Mungkin dari sisi kita, tidak. Egois lagi, karena kita hanya berfikir "yang penting aku merasa nyaman dengan emosiku, hatiku". Tapi mestinya tidak begitu bagi istri atau suaminya, anaknya.

Aku sudah lelah. Terlalu banyak moment-moment penuh ketidaksetiaan yang aku lihat pada diri orang-orang yang berpasangan, mereka tetap saja, selalu saja, pada waktu-waktu tertentu terjebak dalam godaan orang ketiga dalam hubungan mereka. Mengapa? Kadang aku nyaris mengalami disorientasi, nyaris mengamini bahwa hal tersebut wajar. Tapi tidak, itu tidak wajar. Seharusnya kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangan dengan ikhlas. Seharusnya kita bisa mengisi kekosongan emosi dalam waktu-waktu jauh dari pasangan, physically atau emotionally, dengan kegiatan yang lebih berguna, yang menyibukkan, tanpa harus berselingkuh darinya bahkan lewat pikiran. Bisa tidak kita menjaga pikiran kita, tidak hanya tubuh kita, bersih? Suci? Tulus? Setia?

Aku tidak punya jawabannya.

Aku tidak ingin terjebak dalam situasi yang sama. Kemarin aku merasakan cinta yang meluap-luap, dan sekarang rasanya sudah surut. Sudah aku tuang sebagian. Dan melihatmu, aku merasa.. maaf, muak. Aku sudah melewati masa-masa sepertimu, seharusnya aku bisa lebih bijak menerima bahwa kamu baru mulai masuk periode sulit dan tempting dalam hidup kamu, tapi inilah aku, yang aku sendiri merasa sebal dengan diriku sendiri.. egois. Tidak bisa sedikit saja berempati dan excuse dengan apa yang sedang kamu alami sekarang.

Aku ingin menjauh darimu Bulan, untuk sementara. Memberimu waktu untuk menyelami semuanya, dan pada akhirnya aku yakin akan berhenti di satu titik dengan penuh kebijaksanaan untuk menerima semua pelajaran hidup. Juga, memberiku ruang untuk bernafas dan menikmati waktu-waktuku dan menerima kekuranganmu, ketidaksempurnaanmu sebagai seorang perempuan, istri dan ibu.

Aku merasa bersalah menulis ini, karena sebenarnya aku tidak berhak, aku sendiri tidak bersih. Tapi at least aku berusaha bersih. Aku, dengan sekuat tenaga, berusaha bersih.

Aku pergi, Bulan. Sampai aku rasa kamu merasa damai dan berhenti mencari-cari sesutu diluar blessing maha indah dan besar yang sudah kamu dapat dari suami dan si kecilmu. Sampai aku menemukan Bulan yang dulu, temanku yang sangat baik :)



Mother's Day
The Netherlands 2008

0 comments

Insomnia (lagi)

Insomnia lagi. Udah tidur 3,5 jam, tiba-tiba kebangun karena verwarming kepanasan. Pas mau bobo lagi, tiba-tiba Valparaiso-nya Sting nempel di kepalaku & muter-muter disitu ga mau pergi (http://myfavesongslyric.blogspot.com/2008/12/valparaiso.html). Apa bagusnya dengerin Valparaiso tengah malam? Mending dengerin suara badai di luar. Seharusnya minum Goede nacht thee nih, biar bisa ngantuk lagi. Atau baca jurnal :p Akhirnya aku chatt sama Bu Ita. Tapi kudu maklum chatt sama temen di Indo, notabene di UGM yang kebetulan dianya pakai koneksi wifi-nya UGM. Sering nyok-nyok, katanya. Nyok connect nyok ora :)) Mayan nyebelin juga hehehe.. Udah nulis panjang-panjang, Bu Itanya lose contact wifi :(

Aku lagi di Wageningen, seperti biasa kalau weekend aku seringan kesana. Semalam bacain tarot buat teman-teman & sempat ada wacana baca tarot buat memeriahkan acara malam tahun baru sebagian anak-anak PPI Wageningen disini. Oo.. tidaaakkk. Paginya (tanggal 1) kan aku kudu ke Schiphol, tapi temen-temen pengen aku tetep ke Wageningen lagi & mereka bahkan bersedia bayarin Taxi dari Wageningen ke Schiphol kalau keretanya vertraging :( Ga lah, kayanya aku tetep ga bakal mau. Schiphol kan lebih deket dari Leiden, lha kok aku malah berangkat dari tempat yang jauh :(

Anyway, aku mau nyoba bobo lagi ah. Kalau bisa bobo, kayanya ntar bangunnya siang :p atau bangun pagi (jam 8 CET hihihi..) tapi siangnya bobo lagi mpe sore :p Ntar malam mau nonton Mas Nunu (Keanu Reeves maksutnya :p) : The Day The Earth Stood Still. Harga tiketnya 8 perak (euro ding :D). Tapi ya kudu siap-siap, nonton bioskop di Belanda sini beda ma di Indo. Pas tengah-tengah nonton suka mendadak break, selingan iklan. Huu.. ga seru banget. Emangnya nonton tipi :( Trus, kadang suka ada penterjemahnya juga (English to Dutch) ;)) menurutku aneh deh pokoknya.
19 December 2008 2 comments

Insomnia

Jam 7 pagi. Biasanya masih merem nih jam segini, masih dibawah selimut tebel & baru bangun setengah jam sesudahnya (beberapa hari ini malah sejam sesudahnya :p) Tapi dari semalam emang insomnia. Tumben-tumbennya disini insomnia. Akhirnya aku chatt aja sama bu Ita, malem-malem ketawa sendiri, becanda berdua ngomongin bos :D Kata dia, kayanya aku insomnia karena udah kebawa hawa Jogja? Well, menurutku enggak. Karena laper aja kali ;)), tapi males manasin makanan pake microwave. Berisik. Males makan juga. Abis itu aku sempat tidur bentar, 3 jam sebelum akhirnya Aca sms & minta aku telfon. Ilang deh ngantuknya. Kali karena harus nyiapin Christmas card buat temen-temen di lab juga, masing-masing spesial, makanya mikirin itu & ga bisa tidur?

Well, anyway.. emang masih banyak yang kudu dikerjain hari ini & it's exciting. Can't wait to do that!
18 December 2008 0 comments

Dari Mas Ersta

BUKAN SEORANG SAWYASACIN


; Si


Dia duduk termenung di rindang pohon hayat. Berlindung dari matahari yang kian meninggi. Nyanyi Sang Purusotama berdengung di kedua telinga. Sesekali dia bersenandung kata yang diingatnya.


Tiba-tiba seekor burung berbulu seputih salju datang dan hinggap di salah satu rantingnya. Seolah membaca jiwanya, burung putih itu pun berlagu :


O, jiwa peragu, jiwa peragu,
Kau senandungkan nyanyi Sang Putra Wisnu
Tapi kenapa jiwamu bimbang, O, peragu
Tak kau lihatkah Sang Dananjaya
Teguh jiwanya dalam dharma
Bukankah kau juga pemilik panah api
Seperti punya Putra Kunti


Dia menjawab lagu sang burung:


O, burung putih, burung putih
Jiwaku memang peragu
Tapi juga pemilik panah api
Bolehkah aku bertanya
Dharmaku ada di mana
Telah kulesatkan berkali-kali
Panah api pada semua arah
Agar semua orang terbakar cinta
Damai milik Sang Hyang nan Suci


Burung putih salju kembali berlagu :


O, jiwa peragu
Sewajarnyalah para satria berpanah api
Merentangkan busurnya pada semua arah
Demi Sang Pemilik Cinta Sejati
Terbakar, terbakarlah Mayapada
Karenanya dirimu juga membara
Api cinta Empunya Hidup
Maka hiduplah jangan meragu
Seperti Arjuna Kuntiputra


Setelah berlagu dengan suara yang merdu. Sang burung kembali terbang tinggi. Menghilang pada langit biru tak berawan. Meninggalkan dia yang masih terpekur di bawah pohon hayat. Dalam pikiran bergolak sang peragu.

Dia berkata dalam hati. Pada dirinya sendiri :

Duh, aku hanya seorang papa, berpanah api namun bukanlah sawyasacin. Tapi selalu kudengarkan nyanyi Sang Janardana. Duh, Gusti aku mohon ampun.




Bogor, 1208


Catatan :

Sawyasacin = Arjuna ( pemanah ulung )
Dananjaya = Arjuna ( penakluk harta kekayaan )
Putra Kunti = Arjuna ( anak Kunti )
Kuntiputra = Arjuna ( anak Kunti )
Purusotama = Kresna ( Jiwa yang agung )
Putra Wisnu = Kresna ( anak Dewa Wisnu )
Janardana = Kresna ( pendorong pembaharuan )



Semua nama-nama di atas dikutip dari kitab BHAGAVADGITA, Nyoman S. Pendit.



Thanks banget Mas.. :)
0 comments

Jangan bicara

Aku menangis juga ternyata. Mula-mula merebak di pelupuk, lalu turun satu dua butir ke pipi. Tidak yakin karena sedih atau lega. Mungkin dua-duanya. Akhirnya aku melepas semua topeng dan emosi, dan menerima semua konsekuensi, harus bisa menerima, baik dan buruk.

Aku belajar dari kesalahan masa lalu, bertekad tidak akan mengulanginya. Ternyata aku selama ini tidak sadar, kalau emosi dipendam begitu lama, dia bisa keluar dengan sedikit berontak. Jadi aku putuskan untuk membiarkannya lepas, mencari bentuknya.

Jadi aku berharap kamu tidak berbuat apapun, dan sepertiku, membiarkan emosi itu lepas & bebas.

Logika itu masih seperti kaca yang aku tengok setiap hari. Aku tidak melulu melihat emosiku. Jadi aku tahu semua akibatnya, semua yang mungkin dan tidak mungkin. Jadi jangan bicara apapun.

Just let it flow.

I want to release it.

Biarkan saja.. Please..

Kalau kamu tidak mau, biarlah.

Karena aku sudah lelah ternyata, membawa emosi ini tanpa menyadarinya..



Leiden, IBL, my bench, 11.57 CET
0 comments

Konversasi dengan Robin

Tahu tidak?
Tanyaku pada seekor Robin
Yang hinggap di ambang jendela

Aku tidak peduli
Apa katanya
Apa pikirnya
Karena cinta ini
Punyaku, untuknya

Tahu tidak?
Karena aku tidak
Menyadarinya
Dia ada dan bertumbuh
Sampai waktu yang tepat
Membuatnya terlihat

Tahu tidak?
Menurutku, tidak bagus
Menyuruhnya kembali sembunyi
Setelah sekian lama dia bersedia
Tidak terlihat?

Tahu tidak?
Aku akan melepaskannya
Tidak peduli apa
Biar dia bebas terbang
Sepertimu..



Leiden, IBL, my bench, 10.57 CET


Nyoba versi Inggrisnya (harap maklum kalau salah) :


A conversation with a robin

You know what?
I asked a robin
Perch on my windowsill

I do not care
On what he says
On what he think
Because this love
Is mine, for him

Did you ever recognize it?
’cause I didn’t
That this love is there
It grow
Till the time
Make it visible

You know what?
I think it’s not good
Nor wise enough
Make it hidden
again,
After so many years
It’s been invisible

You know what?
I will release it
No matter what
So that it can freely fly
Just like you
0 comments

Lalu?

Lalu apa jawabnya?


Aku masih mencari
tidak yakin pada jawab
yang terpancang
di lembar putih


Salah?
Mungkin
Jujur memang tidak selalu indah
Tapi setidaknya kali ini
aku sudah membuat dia
pada akhirnya
mengerti..


Dia
Aku
mengerti..




Leiden, IBL, my bench, 10.38 CET

Note :
Aku belum sreg sama kata-katanya. Mendadak stuck. Apa karena.. deep inside, aku mengingkarinya?
Aku ini kenapa sih? :(
0 comments

Apakah masih?

Apakah aku masih mencintainya?
Aku bertanya
Pada buku-buku yang berserakan
Pada langit-langit kamar
Pada kabut yang menutupi udara

Apakah bila aku merasa
Pipiku bersemu merah saat
Dia menggodaku pertanda
Aku suka?

Apakah bila aku merasa
Hangat menjalari relung jiwa
Saat kelembutannya
Menyentuh raga pertanda
Aku suka?

Dan masih saja aku bertanya
Apakah aku mencintainya?
Entah apa jawabnya
Apakah masih bisa mencintainya?
(Tanya saja padanya)





Leiden, my room, 21.00 CET

Note :
Puisiku. Bikinnya kurang dari 1 jam. Ceritanya, mau nyaingin Mas Ersta nulis puisi. Tapi kayanya ancur deh puisiku.. :(


17 December 2008 0 comments

Pak maar mijn hand

Gara-gara Mas Ichwan nulis : "donker hart" di status YMnya & keliru bilang kalau yang nyanyi Gus Meewis alih-alih Blof, aku jadi inget lagu belanda yang lain (selain punya meneer Marco Borsato yang emang cakep punya) : Pak maar mijn hand-nya Nick & Simon. Ga tahu, lagi suka aja aku sama lagu satu itu.


Kijk maar naar de huizen om je heen
Ze zouden nooit gebouwd zijn zonder steen.
En zitten er geen vleugels aan een vogel
Vliegt het toch nooit ergens heen.
Ook al krijg je nog zo velen kansen
Er gaat er altijd eentje mis.
En door dat je mijn gezang kunt horen
Weet je ook wat stilte is.

Want het een kan niet zonder het ander.

Pak maar mijn hand
Stel niet te veel vragen
Je kunt niet als enige de wereld dragen
Pak nou maar mijn hand
Laat mij de weg wijzen
Het is geen probleem
Als je keer op keer jezelf wilt bewijzen
Maar je kunt het niet alleen

Als je weer een wedstrijd hebt verloren
En je voelt je niet zo fijn
Weet dan dat je extra goed moet zaaien
Wil de oogst wat beter zijn
Maar je vind de hulp zo overbodig
Want je weet het zelf zo goed
Toch heb je je naasten mensen nodig
Die vertellen hoe het moet

Want het een kan niet zonder het ander.

Dus pak maar mijn hand
Stel niet te veel vragen
Je kunt niet als enige de wereld dragen
Pak nou maar mijn hand
Laat mij de weg wijzen
Het is geen probleem
Als je keer op keer jezelf wilt bewijzen
Maar je kunt het niet alleen

Ik reik je m'n hand
Dus grijp deze kans
Want ik bied graag m'n hulp aan jou
Ik hoop dat jij mijn handen vertrouwt

Pak maar mijn hand
Stel niet te veel vragen
Je kunt niet als enige de wereld dragen
Pak nou maar mijn hand
Laat mij de weg wijzen
Het is geen probleem
Als je keer op keer jezelf wilt bewijzen
Maar je kunt het niet alleen



0 comments

Pertanyaan :

Apakah jatuh hati bisa diulang?






kayanya ga..




Tapi according to my friends, mereka jawab : bisa (dan kasih banyak contoh).




Trus???





Ga tahu.. it depends on..
0 comments

Kahlil Gibran's Poem

On Children


Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them,
but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children
as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with His might
that His arrows may go swift and far.
Let our bending in the archer's hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also the bow that is stable.



Anakmu bukan anakmu !


“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.


Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.


Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.


Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.


Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap”.
0 comments

I count the days.



I count the days for going back home. Almost like plucking the flower's petal one by one.
I miss Aca so much.
Can't wait to hug him, kiss him, play and spend all my time with him..
0 comments

Puisi..

Aku iseng baca-baca lagi posting di blog-ku pas awal-awal. Jadul. Ga sengaja nemu puisi yang pernah aku tulis. Ternyata, kalau lagi mood (kali ketiban ilham entah jatuh dari mana), aku bisa juga nulis puisi.. Kaya ini :


...........


Pagi hari.

Dia datang
Aku melihatnya
berpura-pura mengacuhkannya
Dia melewatiku..
[fiuh...]


Tengah hari.
Aku mengamatinya
mendengarkannya berbicara
melihatnya tersenyum
Aku tahu tentangnya
Aku mencatatnya
dalam hatiku..


Sore hari.
Sepi
Dia tercenung
Dia dan beban hidup..


Malam hari.
Tuhan,
tidakkah dia tahu?
Aku ingin membawa separuh
beban itu
di pundakku..



(Diambil dari : http://unlikely-angel.blogspot.com/2004/12/blog-post.html)
16 December 2008 0 comments

My Prof..

Cees : Sylvie.. how are you? feeling better?
Me : No, I still feel like something knocking on my right head
Cees : Oh no. Maybe you should go to the doctor.
Me : Yes I'd like to, and I'm thinking to get a CT-Scan check, but I'm afraid :(
Cees : I understand. I also feel afraid on the CT-Scan check if I were you. You know, I can accompany you to the doctor.
Me : Oh Thank you, but you don't have to.
Cees : No, it's ok. That's also my job here, as your promotor and also your parents. You can also ask Sandra or Ellen if I'm not here
Me : (huhuhu.. terharu) Thank you very much Prof Cees.
Cees : No problem :) And when will you go back to Indonesia?
Me : on 1 January
Cees : And when will you back here?
Me : On early June
Cees : Oh.. Ok, then tomorrow is our last meet. I hope you suceeded with the extracts :)
Me : Thank you, and I will send you my report during my research in Indonesia
Cees : Yes, off course. Thank you Sylvie (& tanda tangan surat2ku tanpa baca isinya apa :p)
0 comments

Migraine

Migraine kok ga ilang-ilang. Heran deh. Minggu kemarin dari selasa mpe Rabu migraine, Kamis udah agak berkurang setelah didoping 5 gelas kopi kental. Jumat udah mendingan & bisa ke Den Haag.. Lha kok Senin kemarin kumat lagi :(
02 December 2008 0 comments

Error

X : Judeg + PhD assessment.. trus dikasih bir.. Efeknya gimana ya???
Y : Enak :D
X : OK, klo gitu nti ta nyelundupin sekaleng Heineken ke kamarmu, minumnya tengah malam
Y : :))
X : nek ngerasakke judeg rasane aku isa ber-salju2 ria.. mendinginkan kepala
Y : Iya, bener. Kepalaku rasanya panas bener hari ini. Tapi ada "temen" kirim imel, ngasih lagu-lagu bagus, mayan bisa bikin senyam-senyum
X : Huihihihi.. lagu bagus itu bagian dari rayuan je.. :))
Y : :)) Sebentar lagi akan terjadi skandal. Skandal jepit..
X : ;)) (lagunya ternyata judulnya Yo Te Amo) Ampun deh :x
Y : sama ini : Il Divo With Celion Dion - I Believe In You Je Crois En Toi.mp3
X : 8-}
Y : :P Dasar playboy
01 December 2008 0 comments

Di tengah salju.. ada apa ya?

Gini nih kalau kulkas di surga bocor :p


DSC01635
Nari India, abis difotonya di deket restoran India :p


DSC01634
Mejeng dulu ah, capek bo' abis metikin daun ampe rontok & nyusun bata di pinggir jalan :D BTW, lampu, pohon & orang yang mejeng di tengahnya tuh bagus banget ya? wink wink.. ;;) (kata yang motret, sebenarnya tujuannya tuh motret lampunya, cuman kebetulan aja ada tukang ubin lewat :p aduuh, kasihan ga sih :( masa cantik gitu dibilang tukang ubin. Hiks.. bukan tukang ubin sih, tapi pemulung :D)

DSC01633


DSC01632
0 comments

Pemulung baru di dunia..



Perkenalkan.. new comer pemulung di dunia.. eh, Leiden ding. Hwihihihi.. bagus juga, di Indo jadi dosen, nyampe Leiden jadi Promovendus merangkap jadi pemulung di waktu senggang. Alamaak.. Tapi beneran tuh, lihat aja, ga bisa lihat barang bagus & layak pakai dibuang. Maklum, aku "openan" sekali emang (bahasa jawa, artinya kali lebih kurang, suka merawat barang :p). Begitu lihat kasur layak pakai disia-sianin gitu aja, langsung deh tuh kasur diselametin, diangkut ke kamar, dijemur dulu mumpung ada matahari disela-sela hari bersalju, nyuci alas kasur & spreinya trus, dipasang deh. Jadinya kasurku tumpuk 2. BTW, ampun deh.. kausnya juga pakai tulisan becak. Alamak!

Oia, itu bawa kasurnya dibantuin kok :D Cuma gara-gara dibantuin itu malah jadi ga kuat ngangkat kasurnya. Aku & yang motret nih malah jadi ketawa ngakak sepanjang jalan ke kamar (dari tempat sampah), apalagi pas tiba-tiba aku jadi pasang tampang & lagak jaim pas ketahuan berapa roommate di koridor bawah otw ke elevator lagi jinjing kasur hasil mulungnya :p


 
;