Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts
01 February 2009 0 comments

Planning

"What about rules for foreigners to do a business there? Can I start one? Need to make plans already, so we can work out when we meet in two months. No time to waste"


.... (need to check to the Indonesian Embassy for the rules)
:-)
18 December 2008 0 comments

Dari Mas Ersta

BUKAN SEORANG SAWYASACIN


; Si


Dia duduk termenung di rindang pohon hayat. Berlindung dari matahari yang kian meninggi. Nyanyi Sang Purusotama berdengung di kedua telinga. Sesekali dia bersenandung kata yang diingatnya.


Tiba-tiba seekor burung berbulu seputih salju datang dan hinggap di salah satu rantingnya. Seolah membaca jiwanya, burung putih itu pun berlagu :


O, jiwa peragu, jiwa peragu,
Kau senandungkan nyanyi Sang Putra Wisnu
Tapi kenapa jiwamu bimbang, O, peragu
Tak kau lihatkah Sang Dananjaya
Teguh jiwanya dalam dharma
Bukankah kau juga pemilik panah api
Seperti punya Putra Kunti


Dia menjawab lagu sang burung:


O, burung putih, burung putih
Jiwaku memang peragu
Tapi juga pemilik panah api
Bolehkah aku bertanya
Dharmaku ada di mana
Telah kulesatkan berkali-kali
Panah api pada semua arah
Agar semua orang terbakar cinta
Damai milik Sang Hyang nan Suci


Burung putih salju kembali berlagu :


O, jiwa peragu
Sewajarnyalah para satria berpanah api
Merentangkan busurnya pada semua arah
Demi Sang Pemilik Cinta Sejati
Terbakar, terbakarlah Mayapada
Karenanya dirimu juga membara
Api cinta Empunya Hidup
Maka hiduplah jangan meragu
Seperti Arjuna Kuntiputra


Setelah berlagu dengan suara yang merdu. Sang burung kembali terbang tinggi. Menghilang pada langit biru tak berawan. Meninggalkan dia yang masih terpekur di bawah pohon hayat. Dalam pikiran bergolak sang peragu.

Dia berkata dalam hati. Pada dirinya sendiri :

Duh, aku hanya seorang papa, berpanah api namun bukanlah sawyasacin. Tapi selalu kudengarkan nyanyi Sang Janardana. Duh, Gusti aku mohon ampun.




Bogor, 1208


Catatan :

Sawyasacin = Arjuna ( pemanah ulung )
Dananjaya = Arjuna ( penakluk harta kekayaan )
Putra Kunti = Arjuna ( anak Kunti )
Kuntiputra = Arjuna ( anak Kunti )
Purusotama = Kresna ( Jiwa yang agung )
Putra Wisnu = Kresna ( anak Dewa Wisnu )
Janardana = Kresna ( pendorong pembaharuan )



Semua nama-nama di atas dikutip dari kitab BHAGAVADGITA, Nyoman S. Pendit.



Thanks banget Mas.. :)
17 December 2008 0 comments

Pertanyaan :

Apakah jatuh hati bisa diulang?






kayanya ga..




Tapi according to my friends, mereka jawab : bisa (dan kasih banyak contoh).




Trus???





Ga tahu.. it depends on..
0 comments

Puisi..

Aku iseng baca-baca lagi posting di blog-ku pas awal-awal. Jadul. Ga sengaja nemu puisi yang pernah aku tulis. Ternyata, kalau lagi mood (kali ketiban ilham entah jatuh dari mana), aku bisa juga nulis puisi.. Kaya ini :


...........


Pagi hari.

Dia datang
Aku melihatnya
berpura-pura mengacuhkannya
Dia melewatiku..
[fiuh...]


Tengah hari.
Aku mengamatinya
mendengarkannya berbicara
melihatnya tersenyum
Aku tahu tentangnya
Aku mencatatnya
dalam hatiku..


Sore hari.
Sepi
Dia tercenung
Dia dan beban hidup..


Malam hari.
Tuhan,
tidakkah dia tahu?
Aku ingin membawa separuh
beban itu
di pundakku..



(Diambil dari : http://unlikely-angel.blogspot.com/2004/12/blog-post.html)
19 October 2008 0 comments

Faithful man?

md


Is he a faithful man?
dunno..
I hope so..
06 March 2008 0 comments

Someday

Someday, when we are wiser,
When the worlds older,
When we have learned..
I pray someday we may yet,
Live to live and let live.

Someday, life will be fairer,
Need will be rarer,
And greed will not pay.
Godspeed this bright millenia,
On its way, let it come someday.

Someday, our fight will be won and,
We'll stand in the sun in,
That bright afternoon..
'Til then, on days when the sun,
Is gone, we'll hang on,
If we wish upon the moon.

There are some days, dark and bitter,
Seems we haven't got a prayer,
But a prayer for something better,
Is the one thing we all share.

Someday, when we are wiser,
When the whole world is older,
When we have love,
And I pray, someday we may yet,
Live to live and oneday, someday..
Someday, life will be fairer,
Need will be rarer,
And greed will not pay.

Godspeed, this bright millenia,
Let it come,
If we wish upon the moon..

Oneday, someday..
soon



from Walt Disney's "Hunchback of Notre Dame"
As Sung by Chloe Agnew on the "Celtic Woman" Soundtrack

14 February 2008 0 comments

Valentines Note For Michiel


When our story is told,
and it will be told
in song and fable and interpretive dance
and puppet show, people will weep with joy
and, through sobs, say,
“Today we have witnessed love.
How can our lives not be bettered by this?”



Love you, M..
:-*
09 February 2008 0 comments

Discuss with Michiel


Kemarin sore akhirnya kesampaian juga main ke kelas Scutos 1, sebelumnya bolak-balik batal gara-gara sibuk :p Chris yang ngajar, dikasih text & so far, meskipun aku ketinggalan banyak pertemuan, aku masih bisa ngikutin & cuman miss satu-dua vocabs. Sayangnya cita-citaku ngelepas kangen sama bu Lestari & nanyain bu Sisca ga kesampaian. Ternyata sejak Christmas holliday kemarin beliau ga pernah lagi masuk kelas :(


Abis kelas, Dayat asked me about my future planning (of course study & stay in Netherlands for about 4-5 years) & dia nanya-nanya tentang kelas belanda di karta pustaka. Ah, dia mah emang suka belajar bahasa, bahasa Rusia aja dia bisa! Tapi meskipun aku langsung kabur begitu kelas scutos selesai, aku tetep aja kejebak hujan yang mendadak aja turun deres banget & sempat bengong lama di parkiran samping atma deket satpam, untung ada pak Ferry yang nemenin & ngajak ngobrol. & selama ngobrol itu aku kepikiran Dayat yang pulang ke kost-nya cuman "met te voet" alias jalan kaki. Pasti keujanan deh itu anak!


& gara-gara hujan itu, aku telat 15 menit ketemu Michiel. Ga papa, pas corn soup-nya udah matang juga, so aku tinggal makan hehehe.. Hmm, Michiel emang biasa masak :p Aku di tempat Michiel for about 3 hours, ngobrol macem-macem (rahasia lah) termasuk ini nih, bagian dari riset postdoc dia : kenapa sih kita bisa hidup & kenapa bisa mati, cancer, apoptosis, stem cell etc. Pusing? well.. ga juga :D Kami kan pasangan scientist :p Hwahahahaha.. Ga kok, cuman kebetulan aja aku mudenk hal yang satu itu & kebetulan juga aku kudu mulai kelas cell biology next monday, so obrolan Michiel bisa jadi reminding bahan kuliahku.


BTW, rencana berangkat ke belanda Juni kayanya juga bakalan mundur karena denger-denger dana beasiswa-nya baru turun September :( Kata Michiel, Dats goed! Soalnya aku masih bisa libur panjang lebaran bareng keluarga & lagian Michiel juga baru balik lagi sekitar Oktober. So, syukur-syukur bisa berangkat bareng. Well, aku cuman bisa berharap 1 hal : semoga Michiel & all the feelings I have inside ga bakalan jadi penghalang study-ku. So far, Michiel guardian angel yang baik kok, stay away kalau aku lagi kudu konsen ke research & full of help & attention pas aku lagi perlu bantuan dia. Yah, moga-moga aja aku tetep bisa balancing emosi & pikiran. Soale, seperti yang Michiel bilang kalau pas lagi error (menurutku, pas lagi mabok :p) : "I'm sinking in the sea of your love" (halah!) well.. masalahnya adalah : kayanya aku juga :p
12 December 2007 0 comments

Is Love Beauty Centric?

Love and beauty are two sides of the same coin. They are inseparable. One doesn't exist without the other. What really attracts a lover to his beloved can be the beauty in the warm glow of her complexion or in the inner beauty of her nature. Time and again, psychologists across the world have conducted thorough research to find out the basis of human desires and emotions and each time the result has been the same, that is, love and nothing, but love is the basis of human life.

Love is the basic desire that fills human beings in all forms, right from the first to the last breath, but what is the fodder for love? Does it begin and end its growth on a beautiful face of the beloved? Everyone says that love is blind, but if love is really blind, then what is it that the lover actually sees and finds beautiful? Is love all about beauty? Is love beauty centric?

Ever since the appearance of human beings, love has been lingering in the air. Whether it is love at first sight or love that evolves gradually, love is always for a reason. It may be that special fragrance that emanates out of the mate or it may that particular vibration that sends shivers down the spine. Beauty has several manifestations and any one of them may be responsible for the eruption of love.

Many of us may argue that it is the external beauty that eventually sustains a relationship, but I beg to differ. I believe that internal beauty is more important. Although, exquisite looks may captivate the attention of the opposite sex, but what really counts is the inner beauty. When we love someone, obviously, he or she becomes the most important and the most beautiful person for us, but beauty sans emotions is like an attractive plastic flower bereft fragrance.

There are countless examples in history where inner beauty has beaten the outer looks. Othello the legendary lover of fair Desdemona was an ugly man with thick lips, but it was the passion in his heart that attracted his beloved towards him. Odysseus was brave, but very ordinary to look at, and Penelope, his beloved, spent a lifetime weaving at the loom while waiting for her lover.

Whereas it is easy to fall in love with a beautiful person, it is ultimately, the inner beauty that sustains a relationship!
0 comments

Li & Josh

Temenku, Li falling in love with Josh. Padahal Josh itu, meskipun dia asisten profesor, umurnya jauh lebih muda ketimbang Li yang notabene hampir 40. Beda usia mereka nyaris 12 tahun. Pinjem istilahnya Wawan, "Josh itu brondong" Hwahahaha.. ga tahu kenapa disebut brondong & bukannya popcorn atau marning. Ngomong-ngomong soal marning, cemilan satu itu udah jarang banget ditemuin sekarang, beda sama jaman aku masih balita dulu, kali karena marning terkenal keras buat dikunyah :D

Aku jelas buta soal details values yang dianut bule pas pacaran. Mestinya beda sama yang dianut orang asia. Tapi apakah perbedaan usia itu termasuk values yang dicuekin dalam cara berpacaran bule, well.. kayanya untuk hal ini aku kudu tanya dulu ke Michiel.

Li curhat ke aku kemarin pas lagi ngopi bareng di coffee shop uni. Dia cerita kalau dia ga lagi PD untuk terus-terusan PDKT ke Josh, meskipun kayanya (menurutku & menurut Li juga) Josh mayan ada perhatian juga ke Li. Maklum, meskipun udah STW, tapi Li cantik, cerdas & lucu & badannya masih OK, langsing. 1 hal lagi yang bikin Li minder, just as the same as me, Li is a widowed.

Jelas aku cuman bisa jadi ember yang ga bocor & pendengar yang baik buat Li kemarin. Ga bisa kasih solusi apapun. Kalau aku diposisi Li, jatuh hati sama cowok yang usianya jauh lebih muda & aku widowed pula, pasti aku juga bakalan sebingung Li. Seandainya cinta itu beneran buta, If Love is really Blind, mungkin Li ga akan mikirin hal-hal seperti itu.

Tapi seperti semua cewek di dunia ini, Li kemarin cuman perlu curhat, teman curhat yang baik & ga perlu jalan keluar. Karena buntut-buntutnya dia bisa narik kesimpulan sendiri buat masalahnya : Ngerem rasa suka dia ke Josh, nunjukin secukupnya aja & lihat reaksi Josh selanjutnya gimana. Kalau Josh nunjukin perhatian yang makin intens ke Li & ga masalah dengan status & usia Li, so rasa cinta ini bisa dilanjutin :D But if he's not, then she must throw her love away as soon as possible!

Well, I will be very curious to keep up with this story and see if love is really blind.
Soale menurutku, yang namanya cinta tuh tetep kudu seimbang antara emosi & logika.. Kayanya bakalan susah nemuin aku dalam posisi seperti Li, fallin' in love sama orang yang jauh lebih muda, beda segalanya.. sama Michiel aja karena dia meskipun stranger tapi ngemong banget, udah bertahun-tahun bareng & udah ngerti banget satu sama lain, tapi tetep aja masih banyak perbedaan-perbedaan yang saat ini kami sepakat untuk ga ngebahas soal itu. According to Michiel : just let it flow...


:)
24 July 2007 0 comments

A Lot of Asking

Sejak upload foto di postingan terakhir, banyak yang nanya & cenderung heboh gitu, “itu siapa, hayyo???!!!”

Sengaja dikasih tanda tanya 3x karena emang nanya banget & pengen tahu banget & sengaja juga dikasih tanda seru 3x karena ada unsur ngancem dibelakangnya. Hahaha.. ya iyalah, pada takut aku ga bakal balik ke Indo lagi. Ummm.. am I?

The truth is, aku belum mikir sampai kesana (ga balik ke Indo). Saat ini kalau ditanya pastilah aku jawab : aku bakalan balik kok!

Lha trus yang fotonya dipajang itu gimana? Dia itu siapa?

Wah, kalau yang itu sih, No comments!

22 July 2007 2 comments

Michiel

Finally.. He Gives Permission To Upload It!


In front of the computer, start doing the last part of publication..

michiel2



Eating the last piece of cranberry cake.. Wanna some? (Gabby & Monique are in the background).

michiel1


My favorite line was : "Can I call you sometime?"
20 July 2007 4 comments

Hubungan Terlarang :p

Siapa yang bilang punya relationship sama Professor (baca : supervisor) itu enak? Mungkin enak karena selama study bisa bener-bener dipermudah dalam melakukan riset, makanya hal itu (ada hubungan lebih daripada seorang pembimbing riset dengan mahasiswanya) dilarang. Lagian sebenarnya yang rugi kita juga karena skill lab dan skill pemecahan masalah riset yang harusnya kita gali & kita punya jadi berkurang.



Tapi menurut aku, memang banyak ga enaknya. Sulit banget untuk memisahkan hubungan profesional dengan pribadi. Tetap bakalan kecampur-campur. Bayangin aja, kudu acting didepan banyak orang seolah-olah emang ga ada apa-apa, cuman seorang supervisor dan mahasiswa yang dibimbing, tapi dari tatapan mata, kedipan, senyum yang kadang-kadang nyuri-nyuri, gesture, kalau ada orang yang merhatiin pasti bisa kebaca deh! Cuman beda ruangan yang dipisahin kaca aja sms-an janjian pulang bareng, mampir di coffeeshop & mastiin I’ll be allright. Sigh... Aduh kok jadi susah ngomongnya.. :(



Pokoknya menurut aku, secara emosi itu melelahkan. Menguras emosi. Memang enak di awal karena kita jadi terjamin, save, dijaga, selalu ada yang care & memastikan kita baik-baik aja & semua kebutuhan yang kita perlu untuk settle down tersedia. Tapi selama di uni hal itu bener-bener ga enak. Kalau dia cuman sesama student kali mendingan ya? Lebih enak & ga ada beban.. Soalnya bayangin aja, kalau lagi ada problem berdua, wah, kerjaan di lab bisa keganggu nih. Kan jadi ga enak bimbingan kalau lagi marahan.. Hehehe... Kalau marahannya lama & susah misahin sakit hati dengan hubungan profesional, wah, bisa-bisa ga lulus ntar!



Kesimpulannya menurutku sih, sah-sah aja punya relationship dengan supervisor asal itu dilakukan setelah degree ada ditangan kita hehehe... lebih aman & tanpa beban.

Ada yang punya pendapat atau jalan keluar lain? ;;)

30 April 2007 0 comments

Benny (alm)

Gara-gara packing Biblenya Bapak aku tiba-tiba jadi inget Benny, kakak kelas jaman SMP dulu (Dapena 1 Surabaya), pacarnya Yvonne, my classmate. Benny (alm) dulu hobby nulis-nulis & ngumpulin wise words dari Bible. Kebetulan Bapak temen gereja ortunya Benny alm.

Semoga dia damai di atas sana, di tempat terindah yang udah Tuhan siapkan buat dia..


Jadi inget lagi sama kenangan jaman SMP. Mulai dari kakak kelas : Chris, David, Ersta, Yuli, sampai temen sekelas : Indri, Kusuma, Lily.. Where are they now? Belakangan aku cuman sempet kontak Lanny. Aku harap aku masih bisa ketemu & kontak beberapa dari mereka sebelum aku harus pergi jauh :( S3 ini.. exciting disatu sisi, menyedihkan disisi lainnya.. Kudu jauh dari Indo paling ga selama 5 tahun :(
19 February 2007 0 comments

My Love Is... :p

Lagi iseng nih..

Taken From http://memegen.net


Your love is... by ChibiMarronchan
Your name is...
Your kiss is...mysterious
Your hugs are...warm
Your eyes...twinkle in the moonlight
Your touch is...heart warming
Your smell is...refreshing
Your smile is...encouraging
Your love is...unique
13 December 2006 0 comments

Wabah itu bernama POLIGAMI!

Sebersit angin segar kembali berembus membawa keadilan bagi perempuan Indonesia. pemerintah melalui Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Depag cepat tanggap menangani wabah baru maraknya poligami.

Sebelum itu saya miris membaca berita demi berita tentang perilaku poligami para tokoh publik. Lebih miris lagi karena dalih yang dikemukakan hampir selalu : "daripada berzina.."

Selemah itukah laki-laki Muslim? mereka begitu "perkasa" dalam menyubordinasi perempuan, tapi begitu lemah dalam mengontrol nafsunya sendiri. Saya kira banyak lelaki Muslim "sejati" yang teguh dalam mengontrol diri tersinggung oleh alasan ini.

Saya ngeri membayangkan seandainya tidak ada upaya menghentikan wabah poligami, jangan-jangan Indonesia menjadi seperti negerinya Taliban, Afganistan. Di negeri itu budaya poligami berurat berakar. Kolega saya, seorang mullah elite, memiliki empat istri dan anak lebih dari empat puluh. mereka hidup di bawah satu atap dalam satu rumah besar.

Seorang calon presiden di Afganistan yang berkampanye jika terpilih nanti akan membuka kesempatan memperdebatkan poligami langsung dicekal penguasa. Dia dianggap menghina syariat Islam yang merupakan dasar konstitusi negara. tentu bukan budaya seperti ini yang kita inginkan, demi keadilan perempuan di negeri kita.

Nabi dan Monogami.

Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, Turmudzi dan Ibnu Majah, dilaporkan Nabi Muhammad SAW marah ketika beliau mendengar putrinya, Fatimah, akan dipoligami suaminya, Ali bin abi Thalib. Beliau bergegas menuju masjid, naik mimbar dan berpidato : "Keluarga Bani Hashim bin al-Mughirah telah meminta ijinku untuk menikahkan putri mereka ddengan Ali bin Abi Thalib. Saya tidak mengijinkan, sekali lagi saya tidak mengijinkan, sekali lagi saya tidak mengijinkan sama sekali, kecuali Ali menceraikan putri saya terlebih dulu".

Kemudian Nabi Muhammad SAW melanjutkan, "Fatimah adalah bagian dariku. Apa yang mengganggu dia adalah menggangguku dan apa yang menyakiti dia adalah menyakitiku juga". (Jami'al -Ushul, juz XII, 162, hadis nomor 9026). akhirnya Ali bin Abi Thalib tetap monogami hingga Fatimah wafat.

Mungkin orang akan bertanya, bagaimana dengan kenyataan Nabi sendiri berpoligami? Bahkan, ini sering dijadikan alasan lelaki berpoligami, yaitu ittiba' (mengikuti) Rasul.

Kalau kita menyimak perkawinan Beliau, dapat disimpulkan pada hakikatnya Nabi bermonogami selama sebagian besar masa perkawinannya. Beliau menikah selama lebih dari 30 tahun dan 28 tahun diantaranya hanya dengan Khadijah dalam perkawinan yang sukses dan membuahkan putra-putri. Beliau sangat mencintai Khadijah dan setia kepadanya sehingga tahun Khadijah wafat disebut 'am al-hazn (tahun berduka). Dua tahun setelah Khadijah wafat, baru Nabi berpoligami. Dari sekian istri, hanya Aisyah yang gadis.

Kekerasan Psikologis

Poligami menyimpan banyak problem. Salah satunya, membisukan suara hati perempuan. Selama ini poligami hampir selalu dilihat dan didefinisikan dalam perspektif lelaki. Apa definisi adil dan siapa mendefinisikan? Apakah mencakup keadilan batiniah dan seksual atau sebatas keadilan lahiriah dan material? Apa pembenaran teologis atau sosiologisnya? Perempuan nyaris tak didengar suaranya.

Poligami bisa menjadi sumber penderitaan perempuan. Sebagai manusia utuh, seperti lelaki, perempuan memiliki harga diri, integritas diri dan emosi. Poligami membuat mereka merasa dikhianati dan direndahkan, serta menjadikan mereka merasa tak berdaya. Inilah bentuk nyata diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan.

Indahnya perkawinan yang dibina bersama dengan penuh cinta kasih tiba-tiba runtuh. Perempuan yang sudah mengorbankan identitas dan integritas diri demi menopang suami meniti tangga menuju status sosial lebih tinggi tiba-tiba dipinggirkan. Usia produsktif untuk mengembangkan diri dikorbankan demi suami tercinta. Kini pada usia senja, dengan ketergantungan emosional dan finansial terhadap suami, dia harus menerima kenyataan pahit itu.

Banyak perempuan memilih bercerai ketimbang dipoligami. Tetapi lebih banyak yang memutuskan tetap berada dalam perkawinan. Berbagai alasan dikemukakan, seperti demi anak, stigma sosial terhadap janda, ketergantungan finansial dan sebagainya. peremuan ini mesti memendam berbagai rasa seperti cemburu.

Seorang istri yang dipoligami, ketika saya wawancara baru-baru ini, mengatakan dengan getir, "Kebahagiaan dalam perkawinan tidak dapat dibagi. Semua bentuk perhatian, cinta, kasih sayang dari suami terhadap istri tidak dapat diukur dengan materi. Seorang suami tidak mungkin bisa adil kepada para istrinya. Jadi poligami adalah bagian dari ketidakadilan. Tetapi memperdebatkan poligami ditengah masyarakat patriarkis tidak ada gunanya".

Poligami juga menjadi alat melegitimasi kekerasan psikologis terhadap perempuan. Istri pertama seorang dai kondang yang baru saja berpoligami, ketika ditanya apakah dia cemburu, menjawab ya, dan itu tanda cinta. Namun dengan tegar dia mendampingi sang suami menjelaskan perkawinan keduanya. Siapa tahu perasaan dan gejolak di dalam hatinya? Hanya yang bersangkutan dan Allah semata.

Problem Penafsiran

Perbedaan penafsiran ayat poligami (QS An-Nisa 4:3) sudah banyak diwacanakan. Inti utama perbedaan adalah pandangan tentang keabsolutan institusi poligami. Ayat poligami turun setelah perang Uhud, dimana banyak sahabat Nabi wafat di medan perang.

Ayat ini memungkinkan lelaki Muslim mengawini janda atau anak yatim jika dia yakin inilah cara melindungi kepentingan mereka dan hartanya dengan penuh keadilan. Jadi, ayat ini bersifat kondisional. Kini kaum Muslim cenderung melupakan motif ini dan menganggap poligami "hak" lelaki Muslim secara absolut.

Ayat selanjutnya (4:129) secara kategoris menyatakan, tidak mungkin seorang lelaki dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya, betapapun dia menginginkan. Aayat ini dapat disimpulkan, Islam pada dasarnya adalah agama monogami. Namun pendukung poligami justru berpendapat sebaliknya.

Karena tidak mungkin seorang laki-laki berlaku adil lahiriah dan bathiniah kepada para istri, maka sikap adil itu hanya sebatas kemampuan mereka sebagai manusia. Inilah fokus perdebatan itu.

Bagaimana menyikapi ini semua? Marilah kita berpikir jernih. Salah satu misi utama Islam adalah membebaskan mereka yang tertindas dan membawa keadilan bagi mereka. "Revolusi" yang dibawa Islam adalah peningkatan status perempuan menjadi depenuhnya setara dengan lelaki, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai wakil-Nya di bumi. Apakah poligami yang sedang mewabah ini telah mencerminkan keadilan tersebut? Allah Mahatahu.



Sumber : Kompas, Senin, 11 Desember 2006, hal : 39
Ditulis oleh : Lily Zakiyah Munir
Direktur Center for Pesantren & Democracy Studies (Cepdes), Jakarta.
0 comments

Penjelasan Poligami

Pengertian poligami:

Poligami adalah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil poligami merupakan suatu hasil kerja yang sangat teliti dan penuh kesabaran.

Pihak yang pro Poligami :

1. Kel.Alm.Munir terutama istrinya,lebih memilih Poligami daripada Policarpus.

2. Astrid, penyanyi yang mempopulerkan "Jadikan Aku Yang Kedua" adalah artis yang paling mendukung poligami.Tapi saat ini, dia sangat membenci Aa Gym karena kehilangan kesempatan menjadi yang kedua.

3. Sebagian besar staf depkes juga lebih mendukung para pria di negeri ini poligami daripada polio/lumpuh. Tapi mereka setuju jumlah istrinya dibatasi, karena apabila tidak dibatasi, pria yang terlalu banyak poligami juga bisa berakibat lumpuh.

4. Perusahaan farmasi sebagian besar mendukung poligami karena diharapkan obat kuat makin laris.

5. Sebagian besar dokter menyambut baik Poligami karena akan menambah bidang spesialisasi kedokteran setelah di beberapa klinik dijumpai Poli Anak, Poli THT, Poli Syaraf dll. Para dokter ini kemungkinan akan berseberangan dgn BKKBN, karena keberadaan Poligami dapat berkembang secara paralel dengan Poli Anak (banyak anak), sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu program KB Nasional.


Pihak2 yang tidak atau kurang suka dengan Poligami :

1. Orang yang baru bisa naik sepeda lebih pilih Polygon drpd Poligami.

2. Kel besar Djarum Kudus & Hartono Elecronics kurang setuju dg Poligami karena dikhawatirkan bisa menjadi pesaing Polytron.

3. Kalangan olahragawan kurang setuju dg adanya poligami karena dikhawatirkan dpt mengganggu program pengembangan poli pantai. Mereka juga mempertanyakan arena bermain poligami yang perlu disiapkan terlebih dulu sebelum cabang ini dipopulerkan.


Disarikan dr beberapa sumber.
19 May 2006 0 comments

I do promise..

Promise yourself to be strong that nothing can disturb your peace mind
To talk health, happiness and prosperity to every person you meet
To make all my friends feel that there is something in them
To look the sunny side of everything and make my optimism come true
To think only the best, to work only for the best and expect only for the best
To be just enthusiastic about the success of others as I am about your own
To forget the mistakes of past and press on the greater achievement of the future
To wear cheerful countenance at all times and give every living creature I meet a smile
To give so much time to the improvement of myself, that I have no time to critize others
To be too large worry, too noble for anger, too strong for fear and too happy to permit the presence of trouble....
18 May 2006 0 comments

UncoNdiTioNaL loVe..

loVe is not all about receiving, but also giving.
loVe is about understanding.
loVe needs patient, prolonged patient.
uNconditionNal loVe brings happiness in an unexpected course.

loVe is indeed beautiful... in its own way...

And I... I'm still learning...
to understand loVe
to give affection instead of receiving
to show that i care by expecting nothing in return
and most importantly,
to posses uNconditioNal love in everything i do...
0 comments

What I think about Love


Love isn't a decision, it's a feeling. If we could decide who we loved, it would be much simplier, But much less magical.... (Trey Parker & Matt Stone)

What I'm trying to say is, love can't be forced. Even if you have the most gorgeous or the smartest guy infront of you, if you feel it isn't right, then you can't force yourself to fall for him. Or the contrary, one day you have this ordinary looking guy but can make you laugh, comfortable whenever his around and feel happy... You might get over heels and crazy about him... ;) You don't expect to fall for him, but you are!.. Wow! That's magical..

(And I still haven't found yet.. the one.. hiks.. Oh I really do believe in soulmate!)

 
;