IPDN, menurut aku adalah singkatan dari Institut Penyikasaan Dalam Negeri.
Terus terang setelah ngeliat tayangan di Metro TV (dari rekaman video amatir disitu bisa dilihat hampir semua praja, bahkan yang sudah menjalankan tugas lari & push up dengan benar, masih dipukul dan ditendang di bagian dada), kejadian tewasnya Alm. Cliff Muntu & ditahannya beberapa orang senior yang udah mukulin dia, aku jadi keinget sama film-nya Demi Moore & Tom Cruise : A Few Good Man.
Sedikit banyak latar belakangnya sama. Atas nama penegakan disiplin, seorang senior (dalam film itu juga diijinkan oleh kolonel-nya) boleh melakukan tindak kekerasan, yang acap kali dengan taruhan nyawa. Siapa yang tahan dipukulin di bagian vital tubuh dengan cara membabi-buta? Eh, meskipun di film A Few Good Man itu perwira yang meninggal bukan karena dipukulin, tapi karena keracunan asam susu yang biasa terjadi sebagai efek penyakit jantung akut, tapi latar belakang penyikasaan demi disiplin itu sama aja, di film itu diberi istilah : Code red. Ga tahu deh di IPDN istilahnya kode apaan..
Sebagai seorang dosen aja aku masih geleng-geleng kepala & ga bisa mudenk, dimana esensi kegiatan pukul memukul itu dan hubungannya dengan penegakan disiplin? Aku belum pernah denger di sekolah-sekolah militer ada calon prajurit yang meninggal karena dipukul demi penegakan disiplin. Padahal IPDN kan bukan sekolah untuk menghasilkan prajurit di medan perang. Apa iya calon camat yang dihasilkan IPDN nanti bakalan mukul bawahannya atau rakyatnya yang ga dispilin & ga nurut sama kebijaksanaannya? Oh ya.. There is a big-big question about that. Kecuali kalau IPDN itu punya cita-cita bukan untuk menghasilkan lulusan yang merupakan abdi & pengayom masyarakat tapi menghasilkan lulusan seorang preman dengan keahlian memukul dengan tangan kosong yang sempurna. Nah sekalian aja diganti tuh kepanjangan IPDN jadi : Institut Preman Dalam Negeri.. atau kalau pake singkatan lamanya STPDN bisa dipanjangkan jadi : Sekolah Tinggi Penyiksaan Dalam negeri.. atau Sekolah Tinggi Preman Dalam Negeri.. Cocok semua tuh!
IPDN adalah contoh lembaga pendidikan yang gagal total & melenceng jauh dari tujuan pembelajarannya. Kalau ini sampai disorot pers luar (& mestinya pasti udah), mau ditaruh dimana muka kita. Sigh.. pantas aja bangsa ini ga maju2.. Proses pembelajaran dari masa awal aja udah salah kaprah begitu :(
Terus terang setelah ngeliat tayangan di Metro TV (dari rekaman video amatir disitu bisa dilihat hampir semua praja, bahkan yang sudah menjalankan tugas lari & push up dengan benar, masih dipukul dan ditendang di bagian dada), kejadian tewasnya Alm. Cliff Muntu & ditahannya beberapa orang senior yang udah mukulin dia, aku jadi keinget sama film-nya Demi Moore & Tom Cruise : A Few Good Man.
Sedikit banyak latar belakangnya sama. Atas nama penegakan disiplin, seorang senior (dalam film itu juga diijinkan oleh kolonel-nya) boleh melakukan tindak kekerasan, yang acap kali dengan taruhan nyawa. Siapa yang tahan dipukulin di bagian vital tubuh dengan cara membabi-buta? Eh, meskipun di film A Few Good Man itu perwira yang meninggal bukan karena dipukulin, tapi karena keracunan asam susu yang biasa terjadi sebagai efek penyakit jantung akut, tapi latar belakang penyikasaan demi disiplin itu sama aja, di film itu diberi istilah : Code red. Ga tahu deh di IPDN istilahnya kode apaan..
Sebagai seorang dosen aja aku masih geleng-geleng kepala & ga bisa mudenk, dimana esensi kegiatan pukul memukul itu dan hubungannya dengan penegakan disiplin? Aku belum pernah denger di sekolah-sekolah militer ada calon prajurit yang meninggal karena dipukul demi penegakan disiplin. Padahal IPDN kan bukan sekolah untuk menghasilkan prajurit di medan perang. Apa iya calon camat yang dihasilkan IPDN nanti bakalan mukul bawahannya atau rakyatnya yang ga dispilin & ga nurut sama kebijaksanaannya? Oh ya.. There is a big-big question about that. Kecuali kalau IPDN itu punya cita-cita bukan untuk menghasilkan lulusan yang merupakan abdi & pengayom masyarakat tapi menghasilkan lulusan seorang preman dengan keahlian memukul dengan tangan kosong yang sempurna. Nah sekalian aja diganti tuh kepanjangan IPDN jadi : Institut Preman Dalam Negeri.. atau kalau pake singkatan lamanya STPDN bisa dipanjangkan jadi : Sekolah Tinggi Penyiksaan Dalam negeri.. atau Sekolah Tinggi Preman Dalam Negeri.. Cocok semua tuh!
IPDN adalah contoh lembaga pendidikan yang gagal total & melenceng jauh dari tujuan pembelajarannya. Kalau ini sampai disorot pers luar (& mestinya pasti udah), mau ditaruh dimana muka kita. Sigh.. pantas aja bangsa ini ga maju2.. Proses pembelajaran dari masa awal aja udah salah kaprah begitu :(

0 comments:
Post a Comment