16 November 2012

Career/Study vs Money

Seorang teman lama memposting statusnya di facebook semacam ini : 

"Program Pascasarjana Magister Ilmu Biologi Universitas xxxx (edited) mengundang Bapak/Ibu dosen Bio, mahasiswa undergraduate dan postgraduate dalam acara Kuliah Tamu Prof.Fred Davies. Hari Senin dan Selasa (19 dan 20 Nov 2012), jam 09.00-13.00. Tempat di Aula Pascasarjana xxxx (edited) Materi : - Publishing in International Journals (Senin 19 Nov) dan Commercial opportunities with plant propagation and biotechnology in horticulture and agriculture (Selasa 20 Nov). Bagi yang berminat.. silahkan hadir. Terimakasih..."

Dan ada comment seseorang seperti ini :  

"Ibu, apakah dikenakan biaya untuk menghadiri acara kuliah tamu-nya? hehe.. "



Sigh..

Mau dapat ilmunya, tapi ga mau rugi / keluar biaya untuk itu. Memangnya bisa ya?

Tapi memang masih seperti itu  kondisi di Indonesia, yang tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih terbilang rendah dibanding tingkat kesejahteraan masyarakat di negara-negara maju. Dengan gaji yang didapat, kita masih harus hitung-hitungan dengan kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih urgent : makanan, pakaian, rumah, kebutuhan anak, akibatnya biaya-biaya seperti bayar fee untuk menghadiri acara seminar pun menjadi kebutuhan tersier bahkan mungkin quartener. 

Aku ga bisa kasih komentar atau solusi kudu gimana caranya supaya bisa keluar dari masalah seperti ini. Too complicated. Aku sendiri mengalami, kudu keluar kocek dan tabungan pribadi buat hal-hal terkait karir dan studi. Aku melihat masih banyak anak-anak ga bisa sekolah atau ikut kursus di Primagama atau Neutron cuma karena orang tuanya ga mampu biayain kursus.. Aku cuma berharap aja suatu saat nanti negara ini bisa bangkit, menjadi negara yang lebih baik secara ekonomi dan yang lain-lain, dan masyarakatnya lebih sejahtera. Amin.


0 comments:

 
;