Pernah baca buku-nya Matthew Pearl yang judulnya The Dante Club? Buku itu menceritakan tentang perkumpulan pengagum sastrawan Italia terkemuka, Dante Alighieri pada sekitar tahun 1865 di Amerika.
Yang pengen aku bahas disini bukan karya sastra Dante, tapi kenyataan bahwa riset yang dilakukan Matthew Pearl tentang satu spesies lalat pembunuh yang menjadi salah satu intrik di novelnya ini adalah sungguh-sungguh benar & nyata.
Risetnya tentang sebuah serangga, lalat pembunuh yang punya nama ilmiah Cochliomyia hominivorax, salah satu spesies serangga paling mematikan di dunia. Lalat itu serupa lalat hijau yang suka hinggap di sampah-sampah atau ikan yang dijual di pasar. Bedanya, lalat yang satu ini adalah lalat pembunuh.
Tiap ekor Cochliomyia betina bisa bertelur hingga sampai 500 telur. Larva ini, parahnya, hanya bisa hidup dan memakan jaringan hidup yang terluka. Artinya, beda dengan lalat-lalat yang lain yang hidup dari jaringan atau benda mati & busuk, lalat yang satu ini justru mencari bagian tubuh hewan (termasuk manusia) yang terluka untuk meletakkan telur-telurnya, dan selanjutnya telur-telur tersebut akan segera berkembang mejadi larva yang memakan daging & otot hewan tersebut secara perlahan-lahan (mereka makan selama 14-18 jam) sehingga hewan yang terluka dan lukanya dihinggapi oleh lalat ini, kemungkinan besar punya belatung alias larva lalat ini di dalam lukanya, dan akan terus berkembang biak, bertambah jumlahnya dengan memakan secuil demi secuil daging & otot hewan tersebut sampai akhirnya seluruh bagian tubuhnya habis digerogotin larva lalat Cochliomyia ini.
Lalat ini ditemukan pertama kali pada tahun 1859 oleh seorang dokter perancis di sebuah pulau di Amerika Selatan. Munculnya spesies berbahaya ini memicu timbulnya epidemi yang menyebabkan kematian ratusan ribu hewan ternak dan juga manusia. Pada tahun 1950, sebuah program masif yang digagas Amerika dengan menyebarkan lalat-lalat jantan mandul ke dalam populasi itu untuk pengebirian kemampuan reproduksi lalat-lalat betina berhasil membasmi spesies lalat ini.
Kepunahan spesies Cochliomyia hominivorax ini dipercaya telah berlangsung selama 50 tahun atau lebih sampai pada 1989 lalat ini ditemukan di pegunungan Catamount, Amerika Serikat. Lalat ini diisolasi dari tubuh seorang anak berumur 10 tahun bernama Kenneth Stanton yang meninggal akibat adanya 12 ulat Cochliomyia hominivorax dalam tubuhnya.
Belum diketahui bagaimana penyebaran lalat ini di Indonesia, karena memang belum diketahui bagaimana ketahanan lintas iklim spesies lalat ini. Namun diketahui bahwa saat ini lalat ini telah tersebar hingga timur tengah melalui kapal-kapal barang.
Berikut ini gambar lalat Cochliomya hominivorax :
Yang ini adalah gambar larva (belatung) lalatnya :
(Taken From : http://static.flickr.com/74/172954135_fadee83081_m.jpg)
Yang ini gambar larva yang memakan jaringan inangnya :
Pheww.... Ngeri.
Info lebih detail tentang Cochliomya hominivorax bisa dilihat di :
http://198.77.169.80/selhome/gbu/cochliomyia.html

0 comments:
Post a Comment