Stress tidak dapat dihindarkan. Namun demikian, dengan memahami stressor dan stress itu sendiri, kita dapat meminimalkan stress yang tidak diperlukan, dan membuat diri kita lebih sehat , baik secara fisik , maupun mental. Untuk itulah kita perlu belajar untuk hidup bersama dengan stress.
Ada 3 teknik yang dapat digununakan untuk hidup bersama stress.
1.Penghindaran (Avoidance)
Teknik penghindaran ini digunakan untuk menghindarkan diri kita dari stressor. Untuk itulah kita perlu mengenali aktivitas-aktivitas yang dapat menciptakan stress dalam hidup anda. Sediakanlah waktu untuk melakukan pengukuran terhadap aktivitas-aktivitas yang paling menyebabkan kita berada dalam kondisi stress. Buatlah sebuah catatan harian /jurnal secara teratur untuk mecatat tertentu, khususnya saat merasa stress. Bila perasaan stress muncul pertimbangkan hal-hal yang telah terjadi beberapa jam sebelumnya dan pastikan hal-hal yang sedang kita pikirkan saat ini. Beberapa saat kemudian , kita mungkin akan menemukan factor-faktor yang mencetuskan terjadinya stress. Contoh stressor : Datang Terlambat ke Tempat Kerja. Kita mungkin menganggap bahwa datang terlambat ke tempat kerja membuat diri kita berada dalam kondisi stress karena hal tersebut mungkin dapat dianggap sebagai melanggar peraturan ,malas,dan mempengaruhi penilaian kerja di kantor. Penyelesaian untuk masalah tersebut di atas adalah dengan mengelola waktu dengan baik, sehingga kita dapat menghindarkan diri kita dari stress. Bagaimana caranya ? Misalnya dengan bangun lebih pagi, mengalokasikan waktu yang lebih banyak untuk berangkat dari rumah ke kantor, dsb-nya.
2. Pemutusan Hubungan (Short-Circuiting)
Teknik ini didasarkan atas sebuah kebenaran yang sederhana bahwa sesuatu itu tidak akan menyebabkan kita stress , kecuali kita membiarkannya menjadi stress. Dengan teknik ini, sesuatu yang menjadi stressor diabaikan, diputuskan atau di-definisikan ulang. Cotoh : Antrian panjang di supermarket merupakan salah satu stressor pada kebanyakan orang. Dengan menggunakan teknik ini, kita bisa menggunakan waktu yang ada dengan membaca buku atau majalah favorit kita. Antrian yang membuat orang lain merasa jengkel, anda gunakan untuk menyelesaikan bacaan favorit anda.
3. Mitigasi (Mitigation)
Karena kita tidak mungkin mencegah stress secara keseluruhan, maka dengan memelihara tubuh kita dengan baik , maka kita diharapkan mampu mengendalikan stress yang ada dengan baik. Dengan teknik ini ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu tubuh kita memberikan toleransi terhadap stress dengan lebih baik, sehingga dapat kembali ke kondisi normal dengan lebih cepat. Dengan menggunakan metode-metode ini, maka tubuh kita dapat dengan lebih mudah mengendalikan stress yang tidak dapat dilakukan dengan teknik penghindaran dan pemutusan hubungan
3.1. Diet.
Stress menurunkan daya tahan dan meningkatkan ketegangan pada sistim tubuh kita. Diet yang sehat memungkikan system tersebut kembali berfungsi dengan baik. Perhatikan banyaknya “junk food” yang kita makan dalam satu minggu. Cobalah untuk mulai menguranginya menjadi hanya satu atau dua kali dalam seminggu Janganlah melupakan makan, dan minumlah air yang banyak. Untuk mampu kembali berfungsi dengan baik setelah mengalami stress sehari-hari, tubuh kita memerlukan makanan. Fokus dari diet yang sehat tidaklah selalu untuk keperluan mengurangi be-rat badan. Hal itu lebih ditujukan untuk membuat tubuh kita kuat, sehingga mampu untuk bangkit dari tantangan sehari-hari yang berkaitan dengan stress.
3.2. Tidur.
Tidak ada yang lebih baik daripada tidur yang baik di malam hari, yang dapat membuat sistem-sistem tubuh kita bangkit dan berfungsi dengan baik. Sampai tahun 1950-an, kebanyakan orang berpikir bahwa tidur adalah bersifat pasif, yaitu bagian yang kosong dari kehidupan kita sehari-hari. Sekarang para ilmuwan mengetahui bahwa pikiran kita sangat aktif pada saat kita tidur. Tidur dan bangun/terjaga dipengaruhi oleh signal-signal neurotransmitter yang berbeda di dalam otak. Makanan dan obat-obatan yang merubah keseimbangan dari signal-signal tersebut dapat membuat kita menjadi terjaga atau mengantuk, dan mempengaruhi kualitas tidur kita. Minuman yang mengandung kafein , seperti kopi, dan obat-obatan seperti obat diet dan obat untuk menghilangkan tersumbatnya hidung (decongestant), merangsang sejumlah bagian dari otak, dan menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur.. Para perokok berat seringkali tidur dalam kondisi yang tidak lelap. Mereka juga cenderung untuk bangun setelah 3-4 jam tidur, karena menghilangnya nikotin. Banyak orang yang mengalami insomnia mencoba menyelesaikan masalahnya dengan minum alkohol. Padahal langkah ini hanya akan membuatnya tertidur ringan saja, yang membuat mereka mudah untuk terjaga. Hampir semua orang sekali-kali mengalami masalah kesulitan tidur (insomnia) jangka pendek. Insomnia ini dapat dicegah dan diobati dengan berlatih untuk memiliki kebiasaan tidur yang baik : - Lakukan tidur secara teratur, sehingga tubuh kita tetap berada dalam sebuah siklus tidur. - Aktiflah sepanjang hari, sehingga tubuh kita siap untuk beristirahat - Bersantailah dengan membaca buku, mendengarkan musik atau menonton televisi sebelum tidur. - Hindari kafein, nikotin, dan alkohol. Bila masalah tidur kita terus berlanjut, temuilah dokter.
3.3. Berolah-raga
Berolah raga yang teratur, tidak hanya meningkatkan kemampuan kita untuk tidur dan kemampuan fisik dalam menghadapi stress, tetapi juga berfungsi sebagai psychological relaxer, dengan cara mengggu perhatian kita terhadap peristiwa-peristiwa yang menimbulkan stress. Program pengurangan stress melalui kegiatan olah raga, tidaklah harus dalam bentuk aktivitas-aktivitas fisik yang berat,, yang dirancang untuk memperkuat otot dan mengurangi berat badan. Cukup dengan pergi keluar rumah, berjalan kaki, dan lakukanlah kembali esok harinya. Jalan kaki yang teratur, atau aktivitas aerobik lainnya, selama sedikitnya setengah jam , 3-4 kali dalam seminggu, akan membuat kita merasa berbeda.
3.4. Tertawa
Bila kita tidak Siap untuk melakukan aktivitas olah-raga, maka lakukanlah aktivitas-aktivitas yang membuat kita tertawa. Banyak orang yang dapat bebas dari stress dengan tertawa, dan tertawa sebenarnya salah satu bentuk dari kegiatan fisik/olah raga. Tertawa dipercaya dapat memicu keluarnya endorphins, bahan kimia penghilang rasa sakit alamiah, yang memberikan dampak euphoric atau perasan senang. Dalam berbagai kasus, tertawa itu menyenangkan, dan perasaan senang merupakan penangkal stress.
3.5. Rekreasi
Sebenarnya segala sesuatu yang kita lakukan dalam bereakreasi – fisik atau non-fisik, akan membawa pikiran dan emosi kita jauh dari masalah-masalah yang kita hadapi. Walaupun kita mungkin perlu untuk menghadapi masalah-masalah yang menimbulkan stress, namun demikian istirahat yang singkat akan memungkinkan tubuh, pikiran dan spirit kita menjadi segar kembali.
3.5. Respon Relaksasi
Sama seperti kita memiliki respon general adaptive, tubuh kita juga memiliki respon relaksasi yang terbentuk di dalam tubuh kita. Respon ini merupakan mekanisme biologis yang mengagumkan. Respon ini mencegah munculnya dampak stress kepada kita, dengan menurunkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan memberikan rasa tenang. Tantangannya bagi kita adalah : bila stress dapat dipicu seketika, oleh kejadian-kejadian sederhana, seperti suaran sirene, maka respon relaksasi harus dilatih agar dapat muncul. Respon relaksasi dapat dipicu oleh sejumlah aktifitas seperti, meditasi, bernafas dengan menggunakan diagframa, tai chi, pemijatan, dan berdoa. Penelitian-penelitian mengenai bio-feedback telah menunjukkan bahwa manusia benar-benar mempunyai kemampuan untuk mengendalikan respon relaksasinya. Namur demikian hanya sedikit diantara kita yang telah mengembangkan kemampuan ini secara sadar. Berdasarkan hasil laporan sejumlah orang yang melakukan bio-feedback, kunci untuk memicu munculnya respon relaksasi ternyata cukup sederhana, yaitu memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan bernafas dengan tenang secara teratur. Menampilkan respon relaksasi dengan cepat adalah sebuah ketrampilan. Berlatih akan banyak membantu. Akhiirnya memulai respon ini menjadi otomatis. Manfaat yang peroles dengan memiliki kemampuan tersebut, adalah ganda. Disamping menjadi mampu dengan cepat untuk mengatasi stress, kita akan mendapatkan lebih sedikit peristiwa yang dipersepsikan sebagai stressor.
Sissy comment : Plus : Lebih sabar & tawakal kali ya... lebih berserah diri totally ma Yang Di Atas...
__________________________________
From : www.binuscareer.com/Article.

0 comments:
Post a Comment