Karen Greenlaw Bieri & Mindy Bingham (A Working Curriculum for Gender Roles, 1994) menulis :
"Pembentukan identitas diri antara perempuan dan laki-laki sangat berbeda. Laki-laki oleh masyarakat dilatih mandiri dan boleh menentukan kehidupan mereka sendiri seperti yang mereka kehendaki. Laki-laki boleh memilih asal siap dengan konsekuensi yang mereka hadapi.
Perempuan menghadapi proses pembentukan identitas diri lebih kompleks dan membingungkan karena selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak menguntungkan, atau bahkan tidak ada pilihan sama sekali. perempuan tidak dilatih berani memilih sesuai nilai-nilai, tujuan atau keyakinan mereka sendiri, tetapi selalu ditekankan pada keharmonisan hubungan dengan lingkungan sekitar mereka. Pilihan tersebut menjadi salah bila tidak sesuai dengan aturan masyarakat".
Seorang lelaki dianggap normal saat menceraikan istri yang tidak bisa melahirkan anak walaupun istri tersebut sangat mencintai suaminya. Masyarakat juga menganggap hal biasa saat suami pergi ke pelacuran atau berselingkuh karena istrinya dianggap kurang memuaskan kehidupan seksualitasnya. Masyarakat sering lupa bahwa perempuan juga manusia....
____________________________
From : Haruskah perempuan menjadi Ibu? By : Margaretha Sih Setija Utami Kompas, 20 Desember 2004, p.43
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
jangan lupa juga bahwa laki-laki adalah juga manusia yang bisa lupa
Post a Comment