17 September 2013

Masih bodoh

Subekti / TEMPO



Itu boycot apanya bekicot ya? saudaranya kali?

Paling sebel sama ormas yang mengklaim diri Islami tapi yang diurusi malah barang yang ga penting. Ambil contoh, protes penyelenggaraan miss world ini. Kok ya ga mikir bahwa ini termasuk ajang promo pariwisata ke seluruh penjuru dunia..

Mbok ya daripada protes acara miss world, atau sweeping-sweeping yang bukan menjadi kapasitas mereka untuk melakukan (harusnya tugas polisi dan penegak hukum), mereka itu benar-benar menjalankan jihad di kondisi dan situasi negara saat ini, dimana masih banyak kemiskinan dan kebodohan. Berjihadlah dengan mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, bukannya memusuhi pemeluk agama lain atau malah bikin teror (baca : membunuh, merampok, mencuri demi terorisme). 

Tapi yah.. mungkin sulit untuk meminta mereka berjihad mengentaskan kemiskinan dan kebodohan. Secara, kasat mata aja, dari poster diatas, mereka sendiri jelas-jelas masih bodoh, nulis boycott (Inggris) atau boikot (Indonesia) aja boycot. Bodoh karena ga bisa mikir panjang dan menentukan definisi jihad yang benar untuk kondisi saat ini. Mereka mikirnya masih ke belakang ke jaman nabi Muhammad SAW. Belum mampu menarik inti sari Qur'an untuk dipraktekkan dalam hidup sehari-hari. 

Mungkin juga mereka mayoritas malah masih hidup dibawah garis kemiskinan? Makanya protes melulu menganggap dunia atau hidup ini tidak adil, berusaha melawan kemapanan yang ada dengan aksi terorisme?

Wallahualam. 

Dunia memang sudah tua. Mau kiamat.


0 comments:

 
;