Beberapa waktu yang lalu, karena suatu sebab yang ga bisa aku ceritain detailnya disini, aku dipukul di kepala bagian belakang oleh salah seorang saudara perempuanku yang notabene usianya jauh lebih tua dibanding aku. Dasarnya aku orangnya spontan & keras hati, aku langsung usir dia dari rumahku.
Ga lama, kepalaku cenut-cenut & seluruh badanku gemetaran. Aku langsung minum obat yang biasa aku minum.. dosis sama.. ga mempan. Aku sampai harus melipatgandakan dosisnya sampai sakit kepalaku hilang. Dokter sudah berulang kali wanti2 aku untuk jaga kepalaku supaya ga kena benturan.. lha kok ini malah dikemplang orang, ada mark-nya lagi, karena dia pakai cincin yang kebetulan matanya gede. Mukulnya juga ga sekali.. tapi sampai 3-4 kali karena aku ga balas.
Kebangetan sih menurutku. Karena dia ga berhak melakukan itu ke aku yang bukan apa-apanya, dan karena aku ga salah apa-apa dalam kasus ini dan karena ortuku aja yang paling berhak dan bertanggungjawab atas aku ga pernah sekalipun main tangan ke anak-anaknya. Paling banter ngomel. Main tangan itu haram di keluarga kami.
Mami lihat kejadian itu, tapi ga bisa berbuat banyak untuk nolong aku. Aku sempat males kontak saudara yang udah melakukan KDRT ke aku itu, tapi lagi-lagi, dasarnya aku paling ga betah marah lama-lama & ga suka silaturahmi jadi jelek, aku akhirnya lebih dulu minta maaf, meskipun bukan aku yang salah & bukan aku yang mulai masalah.
Sepupuku bilang, aku berjiwa besar & saudara yang mukul aku itu terlalu angkuh & memandang faktor usianya yang lebih tua untuk enggan minta maaf ke aku. Whatever.. yang penting aku clear.
Tapi setelah aku pikir2.. memang bukan masalah merendahkan diri atau apa, atau pengen dicap berjiwa besar atau apa.. Diatas prinsipku bahwa yang salah harusnya minta maaf duluan, aku cuma ga suka & ga bisa marah lama-lama.
Ga lama, kepalaku cenut-cenut & seluruh badanku gemetaran. Aku langsung minum obat yang biasa aku minum.. dosis sama.. ga mempan. Aku sampai harus melipatgandakan dosisnya sampai sakit kepalaku hilang. Dokter sudah berulang kali wanti2 aku untuk jaga kepalaku supaya ga kena benturan.. lha kok ini malah dikemplang orang, ada mark-nya lagi, karena dia pakai cincin yang kebetulan matanya gede. Mukulnya juga ga sekali.. tapi sampai 3-4 kali karena aku ga balas.
Kebangetan sih menurutku. Karena dia ga berhak melakukan itu ke aku yang bukan apa-apanya, dan karena aku ga salah apa-apa dalam kasus ini dan karena ortuku aja yang paling berhak dan bertanggungjawab atas aku ga pernah sekalipun main tangan ke anak-anaknya. Paling banter ngomel. Main tangan itu haram di keluarga kami.
Mami lihat kejadian itu, tapi ga bisa berbuat banyak untuk nolong aku. Aku sempat males kontak saudara yang udah melakukan KDRT ke aku itu, tapi lagi-lagi, dasarnya aku paling ga betah marah lama-lama & ga suka silaturahmi jadi jelek, aku akhirnya lebih dulu minta maaf, meskipun bukan aku yang salah & bukan aku yang mulai masalah.
Sepupuku bilang, aku berjiwa besar & saudara yang mukul aku itu terlalu angkuh & memandang faktor usianya yang lebih tua untuk enggan minta maaf ke aku. Whatever.. yang penting aku clear.
Tapi setelah aku pikir2.. memang bukan masalah merendahkan diri atau apa, atau pengen dicap berjiwa besar atau apa.. Diatas prinsipku bahwa yang salah harusnya minta maaf duluan, aku cuma ga suka & ga bisa marah lama-lama.

0 comments:
Post a Comment