12 June 2008

We plan, God decide

Ini udah tanggal 11. Mestinya, kalau semua berjalan sesuai rencana, tanggal 6 kemarin aku & mbak Vitri collect visa di kedubes Belanda di Jakarta & tanggal 8 kami berangkat ke Belanda naik MAS yang bagasinya bisa sampai 30 kg. Ya, begitulah yang namanya : manusia hanya bisa berencana, Tuhan tetap yang menentukan segalanya.

Yang bikin kacau bukan MVV yang lambat karena pengurusan MVV lewat Uni bisa di by-pass sampai cuma makan waktu 2-4 minggu, tapi karena ternyata Belanda menganut peraturan tersendiri, beda dengan mayoritas negara lain. PhD & Postdoc student di Belanda dianggap bukan hanya sebagai student tapi sebagai bagian dari staff lab, therefore they also need a work permit. Nah, proses pengurusan ijin kerja ini yang ribet & makan waktu mayan lama. According to M's explanation, mula-mula lab mengajukan permohonan tenaga kerja baru ke Dept, Dept ke Fak, Fak ke Uni, Uni ke .. entahlah, serikat pekerja kali.. and so on. It usually takes about 8-14 weeks to complete the work permit process. Gosh, itu berarti paling cepat sampai pertengahan Juli. Lama banget

Hence, we shall be grateful on any given situation. Sometimes, when bad things happen to good people, there are always blessing in disguise behind the whole commotion.

So, meskipun kami berangkatnya bakalan molor and we missed lots of summer festivies around Randstad, kami tetep harus bersyukur karena kami masih bakalan bisa 'megang' gaji ke 13 yang InsyaAllah diterimakan Juli, trus kalau molor sampai Agustus pertengahan atau akhir, aku masih bisa nungguin Aca ujian kenaikan tingkat taekwondo (ke sabuk biru) 2 minggu lagi, ujian akhir semester & UUB (Juni-Juli) & ultah Mami & Aca tanggal 3 & 11 Agustus ntar. Aku juga ga bakalan kepisah lama dari mas Bule karena Oktober awal mas Bule juga udah kelar disini & kudu balik ngerjain risetnya di LUMC


See..??!

0 comments:

 
;