Belakangan ini, sejak posting "Break the Rules" di upload, ada permintaan untuk hapus postingannya. Orang yang minta posting tersebut dihapus adalah temenku yang aku sebut di posting. Dia bilang :
"kalopun kamu merasa jujur dlm menulis opinimu, itu blom tentu benar. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan karena benarmu adalah subjektif, aku sendiri akan setuju dan mendukung opinimu itu, jika memang kenyataannya begitu. Tapi yang kamu gambarkan tentang temanmu itu blom tentu benar bahwa dia memang begitu kan? Jadi lebih baik dihapus aja supaya tdk menjadikan fitnah"
Well, kayanya aku harus ngelurusin beberapa hal :
Hah.. yang bener aja.. Yang bikin dia terempas ke derajat serendah-rendahnya kan kelakuan dia sendiri to? Kebetulan aja aku share kelakuannya ke orang lain lewat Blog. Jangan-jangan kalau ga di-share, dia ga akan nyadar bahwa kelakuan dia (terutama yang mbobol data customer) itu udah bisa dituntut hukum.
& aku cuma kupas 3 kelakuan. Aku juga ga pengen judge dia dari 3 kelakuannya itu tok. Sama sekali ga. Aku yakin, dia masih punya kebaikan-kebaikan yang lain kaya' : baik, kalau bicara sopan, rajin shalat, suka ngasih oleh2 aku kalau pas jalan (itu yang aku tahu lho ya.. kebaikan-kebaikan lain yang aku belum explore ya pasti ada lah & pasti ga sedikit juga). Yaa.. namanya orang kan pasti punya sisi baik dan sisi buruk.
Cuman kebetulan emang, first impression dia ke aku 3 kelakuan dia yang break the rules itu :p Apes emang.. Apalagi aku model orang yang kalau udah kecentok, susah baliknya. Dendaman kali ya? ;)) Inget terus sama dosa-dosanya yang nyakitin. Tapi once again, aku berusaha ga trus nutup mata, aku justru berusaha keep my eyes open, selebar-lebarnya, untuk cari tahu kebaikan-kebaikan dia yang lain yang masih terpendam..
So buat "kamu", temenku yang aku singgung di break the rules, kalau kebetulan baca posting yang ini, aku sempat tersinggung dengan kelakuanmu memang.. & aku coba cari tahu lewat posting "break the rules" apa aku ini kelewatan perfect jadi orang atau emang kamu yang udah make a mistake.. & aku cuma bahas 3 hal yang aku kontra aja. Siapa tahu kontranya aku itu ga pada tempatnya alias seharusnya aku pro.. gitu.
& karena aku lama sembuhnya kalau udah kecentok & kebetulan saat ini aku belum sembuh, so segala permintaan untuk hapus posting dengan terpaksa aku tolak..
& sekali lagi posting itu ga berarti menurutku kamu 100% jelek & pantas dibuang ke laut seperti comments beberapa teman :D
Kita lihat kebaikan-kebaikan yang lain & siapa tahu, it will make me like you more! Okay?
"kalopun kamu merasa jujur dlm menulis opinimu, itu blom tentu benar. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan karena benarmu adalah subjektif, aku sendiri akan setuju dan mendukung opinimu itu, jika memang kenyataannya begitu. Tapi yang kamu gambarkan tentang temanmu itu blom tentu benar bahwa dia memang begitu kan? Jadi lebih baik dihapus aja supaya tdk menjadikan fitnah"
Well, kayanya aku harus ngelurusin beberapa hal :
- Posting "break the rules" tersebut mengupas hanya 3 macam kelakuan seseorang (yang kebetulan temenku) yang bener-bener aku lihat & alami. Sekali lagi, aku cuma mengupas 3 kelakuan dia yang kebetulan aku jumpai & menurutku break the rules : nyogok petugas bandara, bobol data customer telkomsel & zina.
- So, kalaupun dari comments yang masuk akhirnya terkesan temanku itu buruk & pantas di buang ke laut, sekali lagi itu pendapat & penilaian teman2 yang udah kasih comments, bukan pendapat & penilaianku.
- Blog adalah nyaris seperti diary online. Apa yang aku rasa, apa yang aku alami, bisa aku tulis di blog & aku sedapat mungkin jujur dengan apa yang aku tulis, apa yang aku rasakan, apa yang aku alami. Dan semua yang aku tulis bisa saja salah & bisa juga betul. Itulah gunanya posting comment, kalau salah bisa diralat, kalau betul bisa juga didukung lewat comments..
- Aku bisa saja hapus sebuah posting, tapi biasanya ada alasan kuat kenapa aku harus hapus posting, terutama kalau itu adalah suatu kejadian yang udah lewat. Mungkin gampang hapus posting, tapi sejarah peristiwa itu ga mungkin bisa diingkari. Dan rasanya kalau aku kudu hapus posting "break the rules", aku belum punya alasan kuat untuk itu kecuali untuk melindungi / menjaga perasaan temenku yang break the rules itu dari opini-opini temen-temen lain yang terkesan kontra dengan apa yang sudah dia lakukan. (But what about my feeling?). Padahal, temen-temen yang posting comments itu bahkan ga tahu, temenku yang mana yang udah break the rules? Yang tahu ya dia sendiri kan? Mbak Ida yang aku mintain pendapat (mbak Ida ga tahu nama temenku yang break the rules itu) bilang : "nek ta kiro dia (deep down inside his heart) masih ngerasa dia benar, makanya dia mau posting itu dihapus, karena makin banyak yang kontra sama dia, makin keinjek-injek harga dirinya. Soalnya anehnya, kalo gak ada nama inisial ato apa, ngapain sewot? Kan ga disebut nama bahkan inisial juga gak ada. Gak ada orang yang tahu"
Hah.. yang bener aja.. Yang bikin dia terempas ke derajat serendah-rendahnya kan kelakuan dia sendiri to? Kebetulan aja aku share kelakuannya ke orang lain lewat Blog. Jangan-jangan kalau ga di-share, dia ga akan nyadar bahwa kelakuan dia (terutama yang mbobol data customer) itu udah bisa dituntut hukum.
& aku cuma kupas 3 kelakuan. Aku juga ga pengen judge dia dari 3 kelakuannya itu tok. Sama sekali ga. Aku yakin, dia masih punya kebaikan-kebaikan yang lain kaya' : baik, kalau bicara sopan, rajin shalat, suka ngasih oleh2 aku kalau pas jalan (itu yang aku tahu lho ya.. kebaikan-kebaikan lain yang aku belum explore ya pasti ada lah & pasti ga sedikit juga). Yaa.. namanya orang kan pasti punya sisi baik dan sisi buruk.
Cuman kebetulan emang, first impression dia ke aku 3 kelakuan dia yang break the rules itu :p Apes emang.. Apalagi aku model orang yang kalau udah kecentok, susah baliknya. Dendaman kali ya? ;)) Inget terus sama dosa-dosanya yang nyakitin. Tapi once again, aku berusaha ga trus nutup mata, aku justru berusaha keep my eyes open, selebar-lebarnya, untuk cari tahu kebaikan-kebaikan dia yang lain yang masih terpendam..
So buat "kamu", temenku yang aku singgung di break the rules, kalau kebetulan baca posting yang ini, aku sempat tersinggung dengan kelakuanmu memang.. & aku coba cari tahu lewat posting "break the rules" apa aku ini kelewatan perfect jadi orang atau emang kamu yang udah make a mistake.. & aku cuma bahas 3 hal yang aku kontra aja. Siapa tahu kontranya aku itu ga pada tempatnya alias seharusnya aku pro.. gitu.
& karena aku lama sembuhnya kalau udah kecentok & kebetulan saat ini aku belum sembuh, so segala permintaan untuk hapus posting dengan terpaksa aku tolak..
& sekali lagi posting itu ga berarti menurutku kamu 100% jelek & pantas dibuang ke laut seperti comments beberapa teman :D
Kita lihat kebaikan-kebaikan yang lain & siapa tahu, it will make me like you more! Okay?

0 comments:
Post a Comment